SDA, yang memaksa syiah sampang conversi ke sunni,  dapat bintang mahaputra? 
apa komentar anda?

 
........"pengetahuanmu belum tentu membuat kau pintar, kepintaranmu belum tentu 
membuat kau bijak dan kebijakanmu belum tentu membuat kau benar"(jieb 2010)
jieb

----- Forwarded Message -----
From: ss141205 <[email protected]>
To: [email protected] 
Cc: "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Wednesday, August 14, 2013 8:32 PM
Subject: [Lovers-of-Ahlul-Bayt] Sembilan Menteri Dapat Bintang Jasa ?
 


  
Rabu, 14 Agustus 2013
JAKARTA - Sembilan menteri Kabinet Indonesia Bersatu II dianggap tidak pantas 
mendapatkan tanda jasa Bintang Mahaputera Adipradana. Penganugerahan tanda jasa 
tersebut dianggap hanya sekadar tanda balas jasa kepada para menteri yang 
selama ini loyal kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sejarahwan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam di 
Jakarta, Selasa (13/8), menyebutkan pemberian tanda jasa itu sangat ironis. 
Pasalnya para menteri yang menerimanya sama sekali tidak menunjukkan prestasi 
kinerja yang luar biasa. “Saya pertanyakan dasar pemberian ini. Orang yang 
mendapat Bintang Mahaputera itu ialah yang sudah bekerja luar biasa melampaui 
tugas-tugasnya. Tetapi para menteri ini kan sama sekali tidak menunjukan kerja 
yang luar biasa,” kata Asvi.

Presiden Yudhoyono kemarin menyematkan Bintang Mahaputera kepada 11 tokoh, 
delapan di antaranya adalah para menteri dalam kabinetnya sendiri dan satu 
mantan ketua lembaga. Sembilan menteri tersebut ialah Menteri Koordinator 
Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menteri Pertahanan 
Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Pariwisata 
dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Pendidikan Muhammad Nuh, 
Menteri ESDM Jero Wacik, dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi. 

Satu penghargaan diberikan kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. 
Sementara dua lagi diberikan kepada almarhumah Hj Rahman El Yunusiah dan 
Almarhum Abdul Rahman Baswedan.

Menurut Asvi, jika menilik sepak terjang maka hanya dua tokoh yang memang layak 
menerima Bintang Mahaputera Adipradana, yaitu almarhumah Hj Rahman El Yunusiah 
dan almarhum Abdul Rahman Baswedan. Bahkan dua tokoh itu dinilai laik mendapat 
gelar pahlawan. “Karena itu sangat tidak pantas para menteri itu mendapat gelar 
yang sama dengan kedua tokoh tersebut,” ujar Asvi.

Dia menilai Presiden Yudhoyono sudah meniru cara-cara Orde Baru di bawah 
Presiden Soeharto yang mengobral tanda jasa kepada para kolega-kolega 
terdekatnya, bahkan sampai istri menteri pun mendapat gelar tersebut. “Ini 
hanya bagi-bagi kapling kuburan di Taman Makam Pahlawan Kalibata,” tutur Asvi. 
Itu karena penerima tanda jasa Bintang Mahaputera berhak dimakamkan di TMP 
Kalibata. Ia mencontohkan sosok Menteri Agama Suryadarma Ali belum layak 
menerima anugerah tersebut. Prestasinya tidak jelas dan bahkan kerap menyakiti 
hati kaum minoritas, misalnya ketika dia meminta kaum minoritas Syiah bertobat.

Pakar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit menyayangkan pemberian 
penghargaan itu. Menurutnya, Presiden Yudhoyono telah menggunakan negara untuk 
menyatakan rasa terima kasih pribadinya kepada para menteri yang loyal. “Tidak 
pantas atas nama rakyat dia memberikan penghargaan kepada orang-orang yang 
tidak jelas prestasinya,” ujarnya.

Tidak ada jasa luar biasa yang dilakukan para menteri tersebut. Menteri 
Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, misalnya, dianggap gagal dalam pembangunan 
infrastruktur jalan. Jalur Pantura (pantai utara Pulau Jawa) setiap tahun 
selalu diperbaiki tanpa pernah selesai. Menteri Pendidikan M Nuh gagal mengawal 
pelaksanaan ujian negara sehingga terjadi kekacauan.

UKP4, lembaga di bawah presiden yang mengawasi para menteri pun telah 
menyampaikan bahwa prestasi para menteri tidak ada yang istimewa. “Kalau anak 
buahnya sendiri bilang prestasi menteri biasa-biasa saja, kenapa presiden 
justru memberikan penghargaan setinggi itu? Ini kan akal-akalan saja,” 
paparnya. 

Sementara Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan sangat bersyukur mendapatkan 
anugerah Bintang Mahaputera tersebut. “Ini sebagai penghargaan negara terhadap 
kinerja saya selama ini,” katanya. Dia mengatakan ingin menjaga kehormatan 
tersebut dengan sebaik-sebaiknya dan menghindari perilaku yang bakal membuat 
cacat penghargaan tersebut," ungkapnya. Adapun Mantan Ketua MK Mohammad Mahfud 
MD mengatakan penghargaan tersebut justru menjadi pagar agar dia tetap bekerja 
dengan serius dan menjaga kepercayaan masyarakat.


Sent from Samsung Mobile
 

Kirim email ke