Terlepas dari masalah syiah sunni…yang pasti para mentri tersebut belum layak
mendapat bintang jasa…
Kalo saya pribadi..pak Mahfud MD sangat layak mendapat bintang jasa….
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of ajieb jiejieb mustajieb
Sent: Saturday, August 17, 2013 12:56 AM
To: [email protected]; [email protected]
Subject: [keluarga-islam] Fw: [Lovers-of-Ahlul-Bayt] Sembilan Menteri Dapat
Bintang Jasa?
SDA, yang memaksa syiah sampang conversi ke sunni, dapat bintang mahaputra?
apa komentar anda?
........
"pengetahuanmu belum tentu membuat kau pintar, kepintaranmu belum tentu membuat
kau bijak dan kebijakanmu belum tentu membuat kau benar"(jieb 2010)
jieb
----- Forwarded Message -----
From: ss141205 <[email protected]>
To: [email protected]
Cc: "[email protected]" <[email protected]>;
"[email protected]" <[email protected]>
Sent: Wednesday, August 14, 2013 8:32 PM
Subject: [Lovers-of-Ahlul-Bayt] Sembilan Menteri Dapat Bintang Jasa ?
Rabu, 14 Agustus 2013
JAKARTA - Sembilan menteri Kabinet Indonesia Bersatu II dianggap tidak pantas
mendapatkan tanda jasa Bintang Mahaputera Adipradana. Penganugerahan tanda jasa
tersebut dianggap hanya sekadar tanda balas jasa kepada para menteri yang
selama ini loyal kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sejarahwan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam di
Jakarta, Selasa (13/8), menyebutkan pemberian tanda jasa itu sangat ironis.
Pasalnya para menteri yang menerimanya sama sekali tidak menunjukkan prestasi
kinerja yang luar biasa. “Saya pertanyakan dasar pemberian ini. Orang yang
mendapat Bintang Mahaputera itu ialah yang sudah bekerja luar biasa melampaui
tugas-tugasnya. Tetapi para menteri ini kan sama sekali tidak menunjukan kerja
yang luar biasa,” kata Asvi.
Presiden Yudhoyono kemarin menyematkan Bintang Mahaputera kepada 11 tokoh,
delapan di antaranya adalah para menteri dalam kabinetnya sendiri dan satu
mantan ketua lembaga. Sembilan menteri tersebut ialah Menteri Koordinator
Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menteri Pertahanan
Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Pendidikan Muhammad Nuh,
Menteri ESDM Jero Wacik, dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.
Satu penghargaan diberikan kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.
Sementara dua lagi diberikan kepada almarhumah Hj Rahman El Yunusiah dan
Almarhum Abdul Rahman Baswedan.
Menurut Asvi, jika menilik sepak terjang maka hanya dua tokoh yang memang layak
menerima Bintang Mahaputera Adipradana, yaitu almarhumah Hj Rahman El Yunusiah
dan almarhum Abdul Rahman Baswedan. Bahkan dua tokoh itu dinilai laik mendapat
gelar pahlawan. “Karena itu sangat tidak pantas para menteri itu mendapat gelar
yang sama dengan kedua tokoh tersebut,” ujar Asvi.
Dia menilai Presiden Yudhoyono sudah meniru cara-cara Orde Baru di bawah
Presiden Soeharto yang mengobral tanda jasa kepada para kolega-kolega
terdekatnya, bahkan sampai istri menteri pun mendapat gelar tersebut. “Ini
hanya bagi-bagi kapling kuburan di Taman Makam Pahlawan Kalibata,” tutur Asvi.
Itu karena penerima tanda jasa Bintang Mahaputera berhak dimakamkan di TMP
Kalibata. Ia mencontohkan sosok Menteri Agama Suryadarma Ali belum layak
menerima anugerah tersebut. Prestasinya tidak jelas dan bahkan kerap menyakiti
hati kaum minoritas, misalnya ketika dia meminta kaum minoritas Syiah bertobat.
Pakar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit menyayangkan pemberian
penghargaan itu. Menurutnya, Presiden Yudhoyono telah menggunakan negara untuk
menyatakan rasa terima kasih pribadinya kepada para menteri yang loyal. “Tidak
pantas atas nama rakyat dia memberikan penghargaan kepada orang-orang yang
tidak jelas prestasinya,” ujarnya.
Tidak ada jasa luar biasa yang dilakukan para menteri tersebut. Menteri
Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, misalnya, dianggap gagal dalam pembangunan
infrastruktur jalan. Jalur Pantura (pantai utara Pulau Jawa) setiap tahun
selalu diperbaiki tanpa pernah selesai. Menteri Pendidikan M Nuh gagal mengawal
pelaksanaan ujian negara sehingga terjadi kekacauan.
UKP4, lembaga di bawah presiden yang mengawasi para menteri pun telah
menyampaikan bahwa prestasi para menteri tidak ada yang istimewa. “Kalau anak
buahnya sendiri bilang prestasi menteri biasa-biasa saja, kenapa presiden
justru memberikan penghargaan setinggi itu? Ini kan akal-akalan saja,”
paparnya.
Sementara Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan sangat bersyukur mendapatkan
anugerah Bintang Mahaputera tersebut. “Ini sebagai penghargaan negara terhadap
kinerja saya selama ini,” katanya. Dia mengatakan ingin menjaga kehormatan
tersebut dengan sebaik-sebaiknya dan menghindari perilaku yang bakal membuat
cacat penghargaan tersebut," ungkapnya. Adapun Mantan Ketua MK Mohammad Mahfud
MD mengatakan penghargaan tersebut justru menjadi pagar agar dia tetap bekerja
dengan serius dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Sent from Samsung Mobile