"Hanya sekali bahas kuota daging. Ya, dua kali lainnya soal perempuan. Kan
kami laki-laki, Pak," jawab Ridwan. ****

 ****

salam,****

ananto****

=====****

 ****

SUAP IMPOR SAPI****

Ridwan Hakim Juga Ngomongin Perempuan dengan Fathanah****

Kamis, 29 Agustus 2013 , 15:14:00 WIB****

Laporan: Samrut Lellolsima****

 ****

RMOL. Ridwan Hakim, pengusaha sekaligus putra Ketua Dewan Syuro Partai
Keadilan Sejahtera (PKS), Hilmi Aminuddin sering bertemu dengan terdakwa
dugaan suap dan pencucian uang dalam pengurusan kuota impor daging sapi
Ahmad Fathanah.****


Hal itu diutarakan Ridwan saat bersaksi dalam sidang Terdakwa Ahmad
Fathanah di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta
(Kamis, 29/8).****


"Saya pernah bertemu Fathanah di Citos (Cilandak Town Square), antara dua
sampai tiga kali," aku Ridwan ditanya hakim anggota Sutiyo.****


Kendati begitu, dia mengaku tak sepenuhnya pertemuan itu membahas masalah
daging. Di kesempatan lain, Ridwan mengaku juga membahas masalah perempuan
dengan Fathanah yang diketahui orang dekat bekas Presiden PKS, Luthfi Hasan
Ishaaq itu.****


"Ya, dua kali lainnya soal perempuan, kan kami laki-laki pak," jelasnya.****


Tidak diketahui pasti siapa perempuan yang dibahas. Sebab, majelis tidak
menanyai lebih lanjut.****


Fathanah sendiri dikenal banyak berteman dengan perempuan-perempuan seksi,
antara lain Andi Novitalia atau Vitalia Shesya, Ayu Azhari, dan Tri Kurnia.
[ysa]****

 ****

Sumber:****

http://www.rmol.co/read/2013/08/29/123662/Ridwan-Hakim-Juga-Ngomongin-Perempuan-dengan-Fathanah-
****

 ****

 ****

Ridwan Hakim dan Fathanah Doyan Bahas Perempuan****

Penulis : Dian Maharani ****

Kamis, 29 Agustus 2013 | 15:52 WIB****

 ****

JAKARTA, KOMPAS.com - Ridwan Hakim, putra Ketua Majelis Syuro Partai
Keadilan Sejahtera Hilmi Aminuddin, mengaku suka membahas perempuan dengan
terdakwa kasus dugaan suap pengaturan kuota impor daging sapi, Ahmad
Fathanah. Hal itu dikatakan Ridwan saat hakim anggota Sutiyo mencecar
pertemuannya dengan Fathanah. ****


"Saya pernah bertemu Fathanah di Citos (Cilandak Town Square). Dua sampai
tiga kali," ujar Ridwan saat bersaksi untuk Fathanah di Pengadilan Tindak
Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (29/8/2013). ****


Hakim Sutiyo pun menanyakan apakah pertemuan dengan Fathanah untuk
membicarakan pengaturan kuota impor daging sapi. "Hanya sekali bahas kuota
daging. Ya, dua kali lainnya soal perempuan. Kan kami laki-laki, Pak,"
jawab Ridwan. ****


Ridwan mengaku tidak paham tentang kuota impor daging yang dibicarakan
Fathanah. Ridwan sendiri mengatakan bahwa profesinya saat ini adalah
pengusaha konveksi pakaian dan tidak terkait usaha impor daging. ****


Ketua Majelis Hakim Nawawi Pomolango kemudian menegaskan kembali
pertemuan-pertemuan Ridwan dengan Fathanah. "Kok, materinya banyak tentang
perempuan?" tanya Nawawi. ****


"Memang paling banyak soal itu (perempuan) yang dibicarakan karena kita
hanya teman. Tidak ada kerja sama bisnis yang mulia," jawab Ridwan. ****


Seperti diketahui, nama Ridwan pernah disebut dalam persidangan sebelumnya.
Komisaris PT Radina Bioadicipta, Elda Devianne Adiningrat yang juga mantan
Ketua Asosiasi Perbenihan Indonesia, mengungkapkan bahwa Ridwan dan
Fathanah pernah melakukan pertemuan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Januari
2013. ****


Elda juga hadir dalam pertemuan itu. Menurut Elda, dalam pertemuan itu,
Ridwan menanyakan kesanggupan Dirut PT Indoguna Maria Elizabeth Liman yang
akan dibantu dalam mengurus penambahan kuota impor daging sapi. ****


Dalam kasus ini, Ahmad Fathanah bersama mantan Presiden PKS Luthfi Hasan
Ishaaq didakwa menerima pemberian hadiah atau janji dari Juard dan Arya
(Direktur PT Indoguna Utama) terkait kepengurusan kuota impor daging sapi
untuk perusahaan tersebut Rp 1,3 miliar. Keduanya juga didakwa tindak
pidana pencucian uang. ****

 ****

Editor : Hindra Liauw ****

 ****

Sumber:****

http://nasional.kompas.com/read/2013/08/29/1552154/Ridwan.Hakim.dan.Fathanah.Doyan.Bahas.Perempuan
****



-- 
http://harian-oftheday.blogspot.com/

"...menyembah yang maha esa,
menghormati yang lebih tua,
menyayangi yang lebih muda,
mengasihi sesama..."

Kirim email ke