"Di PKS itu apa yang bisa kita berikan bukan apa yang kita terima. Makin besar (sumbangan) itu makin besar pahalanya," ujar saksi Agustriono yang merupakan kepala bengkel DPP PKS dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (24/10/2013).****
**** salam,**** ananto**** =====**** **** PKS: Makin Banyak Nyumbang Makin Banyak Pahala**** Kamis, 24 Oktober 2013 15:44 wib**** Bagus Santosa - Okezone**** **** *JAKARTA* - Tidak ada aturan main untuk sumbangan dan pemberian fasilitas kepada kader di DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sumbangan itu dianggap kebanyakan kader adalah amal. Maka, muncullah ungkapan 'makin banyak amal makin besar pahala'.**** Demikian dikatakan saksi yang dihadirkan dalam lanjutan sidang kasus suap impor daging sapi dengan terdakwa sekaligus mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq (LHI).**** "Di PKS itu apa yang bisa kita berikan bukan apa yang kita terima. Makin besar (sumbangan) itu makin besar pahalanya," ujar saksi Agustriono yang merupakan kepala bengkel DPP PKS dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (24/10/2013).**** "Itu dari mana?" tanya hakim merespons penjelasan saksi Agustriono.**** "Itu keyakinan saya. Pelajaran yang saya dapat itu, kalau makin besar amal makin besar pahala," tukasnya.**** Pernyataan ini terlontar ketika majelis hakim menanyakan soal nama Ali Imron yang dibubuhkan dalam surat kepemilikan mobil VW Caravel. Mobil VW Caravel ini juga sudah disita KPK karena diduga merupakan langkah pencucian uang Luthfi dalam kasus korupsi impor daging sapi.**** Agustriono mengaku dia diberikan uang dari Luthfi untuk membeli mobil tersebut. Mobil ini rencananya digunakan untuk antar jemput tamu partai.**** Hakim sempat menanyakan, kenapa jika mobil itu untuk fasilitas DPP PKS mengapa tidak menggunakan nama DPP, tapi malah menggunakan nama pribadi. Agus yang mengurusi pembelian mobil ini mengatakan, dalam pengurusan fasilitas tersebut tidak bisa menggunakan nama partai. **** "Untuk urus kredit, rumah, dan mobil itu enggak bisa. Untuk pengatasnamaan itu tidak bisa menggunakan atas nama partai tapi pribadi," jelasnya. (put)** ** **** Sumber:**** http://news.okezone.com/read/2013/10/24/339/886334/pks-makin-banyak-nyumbang-makin-banyak-pahala **** **** **** Kepala Bengkel Klaim Kader PKS Dianjurkan Banyak Beri Sumbangan ke Partai*** * Kamis, 24 Oktober 2013 16:01 WIB**** **** TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Bengkel DPP PKS, Agustriono<http://www.tribunnews.com/tag/agustriono/>mengklaim banyak kader yang menyumbang ke partainya. Sebab, di PKS, kata Agus, lebih dianjurkan dapat memberikan kontribusi ke partai.**** **** "Di PKS itu apa yang bisa kita berikan bukan apa yang kita terima. Makin besar (sumbangan) itu makin besar pahalanya. Itu keyakinan saya. Pelajaran yang saya dapat itu, kalau makin besar amal makin besar pahala," kata Agus Triono saat bersaksi untuk terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq<http://www.tribunnews.com/tag/luthfi-hasan-ishaaq/>di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (24/10/2013). **** **** Pernyataan itu disampaikan Agus, karena sebelumnya, majelis Hakim Gusrizal Lubis mencecarnya perihal nama Ali Imron yang dibubuhkan dalam surat kepemilikan mobil VW Caravel.**** **** Mobil itu juga yang sudah disita KPK karena diduga merupakan langkah pencucian uang Luthfi Hasan Ishaaq.**** **** Kendati demikian, Agus membenarkan memang mobil itu dibeli oleh Luthfi. Agus juga mengaku yang mengurus pembeliannya. Rencananya, mobil tersebut, lanjut Agus, akan digunakan untuk antar jemput tamu partai.**** **** Mendengar kesaksian itu, majelis hakim masih meragukannya. Kemudian ditanyakan kembali kepada Agus, alasan pencatuman nama Imron bukan atas nama DPP PKS.**** **** "Untuk urus kredit, rumah, dan mobil itu nggak bisa (nama partai). Untuk pengatasnamaan itu tidak bisa menggunakan atas nama partai tapi pribadi," jawab Agus.**** **** Penulis: Edwin Firdaus **** Editor: Willy Widianto **** **** Sumber:**** http://www.tribunnews.com/nasional/2013/10/24/kepala-bengkel-klaim-kader-pks-dianjurkan-banyak-beri-sumbangan-ke-partai **** -- http://harian-oftheday.blogspot.com/ "...menyembah yang maha esa, menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, mengasihi sesama..."
