Di jepang sendiri benar pak. Utk pangsa pasar digital piano, casio melindas si yamaha tapi kalau disini, hhmmm...... masih jauh karena konsumen kita lbh tahu dan memilih merk dari pada kemampuan barangnya sendiri.
Beberapa minggu yg lalu, di harian kompas sabtu, entah kolom apa gitu namanya, yg penulisnya kalau tdk salah namanya pak budi zambasi, dia bilang, konsumen kita itu punya pola pikir bukannya membeli barang karena value for money. Itu faktanya. TIA, P. Tjandra. Jkt. --- In [email protected], Sudibyanto Yanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Hemm ......... > Casio melawan Yamaha ????? > Apa kata dunia????? > > ________________________________ > From: tutug <[EMAIL PROTECTED]> > > > Mengacu pada polling kita. Barusan saya longok, Roland masih di posisi > teratas dengan 30 persen (15 responden), disusul Korg 25 persen (10 > responden). Technics yang sudah almarhum masih memegang share 15 persen > (6 responden), Casio 12 persen (5 responden) mempecundangi Yamaha yang > memegang posisi juru kunci dengan 7 persen (3 responden). > Dari polling ini, merek lain selain Yamaha masih banyak peminatnya. > Mungkin secara riil pemilik Yamaha tidak sesedikit itu. Bahkan jika ada > survei betulan, saya menduga pemilik Yamaha lebih banyak dibanding brand > lain. Ini didasarkan pada kenyataan keyb Yamaha bisa dijumpai di hampir > di setiap toko musik, sedang Roland dan Korg tidak selalu ada. > Meskipun tidak sebanyak Yamaha, Roland dan Korg punya pangsa sendiri. > Jadi kemungkinan mereka tidak akan berhenti produksi karena karena pangsa > masih prospektif. Tetapi hal ini tidak berlaku pada Technics. Meskipun > punya penggemar setia, mereka sengaja menutup produksi keyb karena ingin > konsentrasi ke produk-produk elektroniknya yang ceruk pasarnya jauh lebih > besar. > >
