On Tue, Jun 24, 2003 at 08:15:38PM -0400, fade2blac wrote:
> wah kebetulan ga ada tcpdump di pc yang skrg dipakai. Mungkin:
> 
> tcpdump -nni ethx arp

bener. yang ini dapatnya memang cuman arp broadcast.
tapi setelah saya pikir-pikir bener juga, habis mau dapat
apa lagi? :-)

setelah saya cek di tiap-tiap interface, problemnya pasti
bukan karena ini. tapi memang sulit dilacak berhubung
kalau dipikir-pikir saya tidak memahami benar peta/topologi
network yang ada disekitar LVS.

> pake direct routing ya?

ya .. kalau tidak pakai TUN ya DR he..he..

> Kan tugas redirectnya sudah ditangani sama load balancer, jadi ngapain
> real server ikut-ikutan redirect. Kecuali kalau memang ada specific
> purpose.

redirect dengan iptables/ipchains ini ide awalnya dari Horms, untuk
menghindari problem ARP. tapi kalau pakai iptables, sayangnya harus
mengaktifkan ip conntrack, menghabiskan resources. but, it works.
dengan redirect paket, VIP tidak perlu diassign secara eksplisit
di real server. cukup dibuat rule yang meredirect paket yang
ditujukan ke VIP sebagai paket lokal ala transparent proxy.

> Kenapa nggak implementasi LVS/NAT? tidak ada IP yang sama.

performance kurang bagus, setidaknya ini dibuktikan dengan testlvs.
untuk itu digunakan LVS/DR. yang jelas, jangan berharap bisa
menjalankan service yang bersangkutan dengan 1 NIC he..he..

> implementasikan model apa? Model tunnel kalau nggak salah harus punya
> alias IP sebanyak real servernya. Dan ini bisa jadi SPOF.

by design, LVS router itu sudah merupakan SPOF. kecuali pakai
setup HA, misal dengan heartbeat atau pakai keepalived (vrrp).

> > patch untuk LVS-nya saja. saya ingin tahu, kenapa real service
> > yang sudah dapat weight zero, masih saja ada paket (SYN) yang
> > masuk, dan stuck. 'service' sendiri jelas tidak jalan, jadi
> > kalau toh masih dapat giliran, ini kok tidak dapat ECONREFUSED?
> > bug di implementasi LVS?
> 
> Mungkin. Kalau weight-nya zero, kenapa masih dipasang sebagai real
> server?

sayangnya problem hanya terjadi pada 1 segmen saja (setidaknya dari yang
complain). saya menduga ada problem lainnya, tidak hanya berkaitan
dengan LVS per se. tapi seperti yang saya bilang di atas, saya
perlu mengenal topologi network secara keseluruhan untuk melacak
problemnya. cuman lagi capek mikir :-)))

dengan keepalived, 'dead' real server otomatis diberi bobot 0
(berdasar konfigurasi yang saya set). bukan sengaja memasang
real server dengan weight 0.

prinsipnya, keepalived diperintahkan kirim tcp check (kirim
syn packet) ke real server port x. tidak mendapat jawaban selama
3 detik, real server dianggap mati -> dibobot 0. kalau dari tcpdump,
begitu real server meresponse, keepalived otomatis membalas dengan
RST, sehingga tidak ada koneksi 'real' (test ini tidak membebani
real server).

seringkali, yang sudah didesign, direncanakan, dipahami tidak
berjalan seperti yang diharapkan :-) saya bayangkan yang >=1 detik
itu (re-check tiap detik). ada puluhan client mengakses service
dan stuck. jadi repot.

atau sebaiknya jangan set inhibit_on_failure (parameter keepalived)
ya, tapi langsung dilepas dari daftar real server aktif, dengan
efek samping, koneksi yang sekarang established lah yang stuck.
sama juga bohong ... memang antisipasi terhadap kasus 'failure'
ini di mana-mana selalu problematik. cuman orang ngomongnya saja
yang enteng. apalagi yang jualan ;p

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

--
Right or wrong my list. Unsubscribe option is currently unavailable.
Indeed, it's available upon request .. but: cepek dulu donk!

Kirim email ke