Waktu itu, 25-Jun-2003, kamu (adi) menulis:
> 
> bener. yang ini dapatnya memang cuman arp broadcast.
> tapi setelah saya pikir-pikir bener juga, habis mau dapat
> apa lagi? :-)
> 

hehe..
ada arping yang mungkin membantu.. cuma untuk ngecek temporary aja
apakah cache arp masih bener.

> setelah saya cek di tiap-tiap interface, problemnya pasti
> bukan karena ini. tapi memang sulit dilacak berhubung
> kalau dipikir-pikir saya tidak memahami benar peta/topologi
> network yang ada disekitar LVS.
> 

wah.. seru ei.. btw real server satu segmen kan? Paling nggak dalam satu
segmen itu harus tahu semua..

> 
> redirect dengan iptables/ipchains ini ide awalnya dari Horms, untuk
> menghindari problem ARP. tapi kalau pakai iptables, sayangnya harus
> mengaktifkan ip conntrack, menghabiskan resources. but, it works.
> dengan redirect paket, VIP tidak perlu diassign secara eksplisit
> di real server. cukup dibuat rule yang meredirect paket yang
> ditujukan ke VIP sebagai paket lokal ala transparent proxy.
> 

Gimana performance-nya dua kali redirect dibanding NAT?

> 
> performance kurang bagus, setidaknya ini dibuktikan dengan testlvs.
> untuk itu digunakan LVS/DR. yang jelas, jangan berharap bisa
> menjalankan service yang bersangkutan dengan 1 NIC he..he..
> 

Percaya atau tidak, dulu portal terbesar Indonesia yang hanya
menggunakan satu server dua NIC. Dan itu menghandle hingga sembilan
domain, masing-masing domain menggunakan IP alias. Dapat dibayangkan
performancenya. Sebab untuk translate address saja sudah makan resource.
Apalagi hit yang mencapai ribuan dalam satu waktu. 2000 hit langsung
locked.

> 
> by design, LVS router itu sudah merupakan SPOF. kecuali pakai
> setup HA, misal dengan heartbeat atau pakai keepalived (vrrp).
> 

nggak sekalian? Tambahin satu load balancer lagi pan lebih 'aman'.
implementasi load balancing biasanya berkaitan dengan high
availability.. jadi kalau implementasi LVS tanpa HA kayaknya kepalang
tanggung. Toh secara investasi cuman tambah satu - dua mesin, worth
untuk diimplementasikan. Cuma dari sisi admin-nya lebih puyeng..

> 
> sayangnya problem hanya terjadi pada 1 segmen saja (setidaknya dari yang
> complain). saya menduga ada problem lainnya, tidak hanya berkaitan
> dengan LVS per se. tapi seperti yang saya bilang di atas, saya
> perlu mengenal topologi network secara keseluruhan untuk melacak
> problemnya. cuman lagi capek mikir :-)))
> 

hehe jangan jangan kabelnya dikrikiti tikus..

> 
> prinsipnya, keepalived diperintahkan kirim tcp check (kirim
> syn packet) ke real server port x. tidak mendapat jawaban selama
> 3 detik, real server dianggap mati -> dibobot 0. kalau dari tcpdump,
> begitu real server meresponse, keepalived otomatis membalas dengan
> RST, sehingga tidak ada koneksi 'real' (test ini tidak membebani
> real server).
> 

half open. Kalau nggak salah sudah dijelaskan di dokumentasi lvs.

> 
> atau sebaiknya jangan set inhibit_on_failure (parameter keepalived)
> ya, tapi langsung dilepas dari daftar real server aktif, dengan
> efek samping, koneksi yang sekarang established lah yang stuck.
> sama juga bohong ... memang antisipasi terhadap kasus 'failure'
> ini di mana-mana selalu problematik. cuman orang ngomongnya saja
> yang enteng. apalagi yang jualan ;p
> 

yah namanya orang jualan.. hehehehe...

-- 
fade2bl.ac *yang sekarang banyakan jualan omong..*

--
Right or wrong my list. Unsubscribe option is currently unavailable.
Indeed, it's available upon request .. but: cepek dulu donk!

Kirim email ke