Nuhun Kang Nasir. Tumali sareng naskah lami Sunda siganamah nu kedah diprioritaskeun teh lengkah "kompilasi" salengkepna. Ngalengkahna dimimitian ti ngadata heula panginten (idealna hanca bareng/massal). Ari alihaksara mah kedah ku ahlina panginten. Abdi mah teu aya kaahlian dina widang ieu, paling oge maca di PR seratan Pak Edi S. Ekadjati alihaksara koropak no...., no....jst. salam TCW Mohammad Nasir <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kang Tirta, ieu aya deui bahan keraton. Mungkin naskah lami Sunda aya nu teu acan dialihaksarakeun. Nasir -------------- Kliping Baru Sedikit Naskah Kuno Dialihaksarakan -------------------------------------------------------------------------------- KOMPAS Daerah Istimewa Yogyakarta Hari: Rabu Tanggal: 29-09-2004 halaman: G Penulis: BSW -------------------------------------------------------------------------------- Yogyakarta, Kompas Jumlah naskah kuno peninggalan kerajaan se- Nusantara yang sudah dialihaksarakan (transliterasi) dari huruf kuno ke huruf latin baru sekitar 200 dari 10.000 naskah koleksi Perpustakaan Nasional. Upaya mengalihasarakan naskah kuno perlu ditingkatkan agar dapat terbaca generasi sekarang dan yang akan datang. Demikian dikatakan Nandya Noegraha, Kepala Bidang Koleksi Khusus Perpustakaan Nasional, Selasa (28/9), di sela-sela rangkaian acara Festival Keraton Nusantara IV di Yogyakarta. Nandya menjelaskan, pengalihan aksara naskah kuno dilakukan mulai tahun 1980-an. Namun, baru sedikit naskah kuno yang dapat dialihaksarakan, sebab proses alih aksara membutuhkan waktu lama. Ini bergantung pada ketebalan naskah dan kondisi fisik naskah. Proses pengalihan aksara sebuah naskah kuno yang cukup tebal bisa memakan waktu dua hingga tiga tahun. Kalau hurufnya sudah banyak yang rusak tentu memerlukan waktu lebih lama, katanya. Proses pengalihan aksara juga membutuhkan dana cukup besar. Nandya menggambarkan, biaya untuk mengalihaksarakan sebuah naskah yang kondisi fisiknya tidak rusak, sekitar Rp 7.500 per lembar. Kendala lainnya, jumlah ahli yang menguasai ilmu pengalihan aksara dari aksara kuno ke latin sangat terbatas. Di Indonesia hanya ada sekitar 75 orang yang bisa mengalihaksarakan huruf kuno seperti palawa, makassar, dan merbabu ke dalam huruf latin. Karena keterbatasan itu, lanjut Nandya, Perpustakaan Nasional memprioritaskan pengalihan aksara naskah kuno yang memiliki nilai sejarah tinggi. Sejumlah naskah kuno yang telah dialihaksarakan adalah naskah Undang-undang Minangkabau, Babad Trunojoyo, Merapi Merbabu, dan Arjuna Wiwaha. Setelah dialihaksarakan, naskah-naskah itu perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia agar dimengerti generasi sekarang dan yang akan datang. Proses penerjemahan baru sedikit sekali yang dilakukan. Ini memang memakan waktu, kata Nandya. Dalam pertemuan Forum Komunikasi dan Informasi Keraton se-Nusantara, Sabtu (25/6) lalu, sejumlah sultan dan pemangku adat dari beberapa daerah mengaku tidak lagi bisa membaca dan memahami naskah kuno yang mereka simpan. Kami punya naskah dengan huruf Makassar, tetapi tidak ada orang yang bisa membaca itu. Akibatnya, nilai-nilai luhur yang ada di dalam naskah itu, kita tidak tahu lagi, kata Drs HA Amri Karaka dari Kerajaan Gowa, Sulawesi Selatan. Kerabat Keraton Ngayogyakarta, KGPH Hadiwinoto menambahkan, pihaknya kesulitan membaca naskah kuno yang menggunakan huruf kuno. Dia berharap, pemerintah bersedia membantu mengalihaksarakan naskah koleksi keraton ke dalam huruf latin. Kami tidak bisa melakukan sendiri, karena tidak memiliki ahlinya, dan tidak ada dana, katanya. Saat ini, pemerintah melalui Arsip Nasional baru memberi bantuan teknis berupa penataan naskah kuno, pembuatan katalog, dan fungisasi. Jumlah naskah kuno yang tersisa di Keraton Ngayogyakarta, kata Hadiwinoto, hanya ratusan. Sebagian besar yang bernilai tinggi dibawa Raffles, penguasa Inggris di Jawa antara 1811-1816, ke London, Inggris. Akibatnya, untuk mengetahui jejak sejarah keraton, kita harus pergi ke Inggris. Kita harus bayar mahal untuk mendapatkan kopi naskah kuno milik kita sendiri. (BSW) -------------------------------------------------------------------------------- � 2003, Harian Pagi KOMPAS _______________________________ Do you Yahoo!? Declare Yourself - Register online to vote today! http://vote.yahoo.com PENTING..! attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member. dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa pencabutan membership. terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu mengupdate antivirusnya. Yahoo! Groups Links --------------------------------- Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download Messenger Now [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/IotolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> PENTING..! attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member. dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa pencabutan membership. terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu mengupdate antivirusnya. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
