Kanggo pieunteungeun ieu mah, di batur mah bisa jadi tesis geuning...

---------------------------------------------------------------------------------
Selasa, 11 Januari 2005

Widiartha, Pencipta Alat Penerjemah Aksara "Jejawan"

BELAJAR menulis dan membaca aksara Jejawan kini lebih mudah dan
praktis. Aksara Sasak, Lombok-turunan aksara Jawa-itu diaplikasikan
dalam komputer. Dengan menekan tuts keyboard komputer berhuruf Latin,
aksara Sasak itu ditransliterasikan ke aksara Latin, atau sebaliknya
tulisan Sasak diterjemahkan ke aksara Latin.

PENCIPTA alat transliterasi perangkat lunak itu adalah Ida Bagus Ketut
Widiartha, warga Kompleks Perumahan Griya Pagutan Indah, Mataram, Nusa
Tenggara Barat (NTB). Katanya, aksara Jejawan berjumlah 18 huruf itu
menjadi pelajaran muatan lokal di sekolah dasar (SD) dan sekolah
menengah pertama (SMP) di Lombok. Namun, membaca dan menulis aksara
itu menjadi keluhan. Untuk menjawab keluhan tersebut, ia menciptakan
alat tersebut.

Kebetulan pula Widiartha punya referensi ilmiah.

"Huruf Jejawan punya persamaan dengan Wreastra, salah satu kelompok
aksara Bali," ujar dosen Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik
Universitas Mataram ini. Lewat tesis Pembuatan Perangkat Lunak
Transliterator Aksara Latin ke Aksara Bali, dan Aksara Bali ke Aksara
Latin, Widiartha menyelesaikan program S2 di Universitas Gadjah Mada,
Yogyakarta, tahun 2001.

Memang antara aksara Sasak dan Bali ada sedikit perbedaan. Contoh,
tanda baca titik (cecek) dilambangkan dengan tanda dua koma (") dalam
aksara Sasak, sedangkan dalam aksara Bali dilambangkan dengan tanda
garis miring ke kiri (\\).

Persoalannya adalah untuk memulai pekerjaannya, Widiartha kesulitan
mendapatkan referensi aksara Sasak. Sebab, selain langka, aksara
Jejawan itu juga hanya ditulis tangan dan penulisannya tidak sempurna.
Padahal, tanda baca yang khas pada aksara Jejawan, seperti cecek dan
gantungan (tanda huruf mati), sangat memengaruhi pembacaan dan arti
kata.

Widiartha melakukan proses pemrograman pada perangkat lunak dari
mendesain bentuk karakter huruf dengan program bantu yang sudah
tersedia dalam komputer, seperti Borland Delphi 5. Itulah perangkat
lunak pemrograman visual yang dijalankan di bawah sistem operasi
Windows dengan bahasa pemrograman berbasis Pascal.

Transliterator ini memiliki dua editor. Sebuah untuk aksara Latin yang
digunakan untuk mengetik aksara lain yang akan ditransliterasikan
menjadi aksara Sasak. Lainnya, editor aksara Sasak untuk mengetik
aksara kemudian diterjemahkan ke aksara Latin. Itu dilakukan dengan
memencet satu-dua tuts (ctrl +â) guna membantu dan menulis tanda baca
yang tidak ditemukan pada papan tik komputer. Editor itu memiliki
fasilitas standar untuk mengetik dan menyunting naskah, dilengkapi
fasilitas real time (waktu nyata) layar untuk menulis huruf Latin dan
aksara Jejawan sehingga transliterasi huruf per huruf kedua aksara
langsung terpantau.

Proses pekerjaan digitasi itu dilakukan selama enam bulan,
Januari-Juni 2004. Bersama 19 orang lainnya, Widiartha meraih
penghargaan Teknologi Tepat Guna yang diselenggarakan Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, berikut hadiah uang Rp
2,8 juta yang diterimanya saat hari ulang tahun NTB, 17 Agustus 2004.

SEBENARNYA, lelaki yang lahir pada 17 Mei 1970 di Desa Penarukan,
Kabupaten Buleleng, Bali, ini tidak berniat mengikutkan karyanya untuk
mendapat penghargaan. Ia melakukannya sebagai hobi, seperti juga
persinggungannya dengan listrik, yang diawali dengan kesenangan
mengutak-atik barang elektronik sejak sekolah menengah pertama.

Keterampilan anak ke delapan dari sembilan bersaudara pasangan suami
istri Ida Bagus Suweta-Ida Ayu Made Ratih ini acap kali dimanfaatkan
tetangga yang hendak memasang instalasi listrik. Katanya, "Dibayar
syukur, tidak dibayar pun tidak apa-apa. Malu, ndak enak minta ongkos
pada tetangga."

Rekan-rekannya yang mengetahui sikapnya yang pendiam mendorong ayah
dua putri itu untuk ikut mempresentasikan karyanya di hadapan panitia.

"Niat awal saya hanya satu, hasil karya saya bisa dimanfaatkan orang
banyak, terutama siswa sekolah (SD, SMP, dan SMA) maupun yang berminat
belajar dan menulis aksara Sasak. Saya bersyukur karya saya kemudian
mendapat penghargaan. Saya tidak sangka," tutur suami Ida Ayu Suastini
itu.

Temuannya relevan mengingat banyaknya naskah lontar yang disimpan
masyarakat di Pulau Lombok yang masih memelihara tradisi memaos
(membaca naskah lontar). Naskah-naskah berhuruf Jawa Kuno itu umumnya
dibaca kalangan tua, terutama pada acara perkawinan, khitanan, dan
lainnya. Bahkan, ahli sastra kuno Zoetmoelder menyebut Pulau Lombok
sebagai "media konservasi" naskah lontar dalam perspektif Islam.

Naskah itu umumnya berupa cerita, pendidikan budi pekerti, falsafah
hidup, agama, sistem pengobatan, yang penting diketahui oleh generasi
muda. Sementara orang muda lebih suka menikmati hiburan dan suguhan
informasi melalui media elektronik dan media informasi pandang-dengar
lainnya.

Memang, alat bantu membaca dan menulis aksara Sasak masih ada yang
perlu dilengkapi. Umpamanya huruf Q dalam aksara Sasak diberi tanda
atau coretan di tengahnya sehingga fonemnya menjadi lebih lunak
diucapkan. Misalnya, kata Amak (biasanya fonem k diucapkan seperti
kata badak), maka dalam aksara Sasak, huruf k diganti huruf Q tadi.
Kekurangan itu diketahui belakangan dari hasil membaca sejumlah
referensi beraksara Sasak, setelah transliteratornya dipublikasikan.

Widiartha yang berjanji menyempurnakan karyanya berharap masyarakat,
generasi muda khususnya, terbangkit semangatnya untuk belajar baca
tulis aksara Jejawan. Juga sekolah yang mengajarkan aksara Jejawan
sebagai muatan lokal menjadi terbantu. Lembaga-lembaga pendidikan kini
memiliki minimal satu unit komputer, yang bisa diisi dengan program
transliterator itu. Biaya mengisi relatif murah: sekeping compact disc
program transliterator seharga Rp 10.000.

Kemungkinan lain juga terbuka lebar, seperti menyimpan tulisan,
dokumen penting, dan literatur dalam naskah lontar, ke dalam komputer
misalnya. Upaya penyalinan itu dimaksudkan demi mengurangi naskah
lontar yang terancam rusak akibat sistem penyimpanan yang kurang
baik.(KHAERUL ANWAR)

-- 
sikandar


PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke