Kurah-koreh kana arsip, alhamdulillah mendakan seratan pribados ngeunaan gelar 
dina rubrik  "fokus" Pikiran Rakyat (kolom)  pertengahan taun salapan puluhan. 
Manawi "up to date" keneh, tambih hanaang sumangga tiasa oge diaos. Hatur nuhun.



PERGELARAN GELAR

Sekitar setahun yang lalu, Pak Fuad Hasan pernah berkata: �dewasa ini gelar 
sudah menjadi komoditi yang bisa diperjual belikan�. Suatu ucapan yang menarik, 
lugas dan menohok. Tidak tahu persis, apakah sinyalemen tersebut baru terjadi 
sekarang-sekarang ini - - atau sudah sejak lama - - termasuk ketika Pak Fuad 
jadi menteri P dan K. Bukan apa-apa, karena ketika Pak Fuad jeneng menteripun 
-- sebenarnya sudah banyak pula ucapan sumbang dikumbandangkan untuk dunia 
pendidikan kita ini. Tahun 1989, Dr. Sudjatmoko alisa bung Koko mengemukakan 
pandangan yang dapat memerahkan telinga pula � tentu termasuk telinga Pak 
Mentri P dan K yang sedang �manggung� saat itu. Menurut si bung ini: � sistem 
pendidikan kita sebenarnya dirancang untuk mengisi kekurangan tenaga kerja 
dalam suatu negara pejabat �..�.Celotehan kritis terhadap dunia pendidikan kita 
ini sebenarnya masih banyak-banyak lagi. Suatu sikap yang perlu dilihat sisi 
positifnya dan tidak perlu dicurigai, karena sikap kritispun, bi!
 sa jadi merupakan tanda peduli dan tanda tanggung jawab masyarakat terhadap 
dunia pendidikan. 
Apabila pemikiran kedua tokoh tersebut didudukkan di dalam kerangka masyarakat 
yang sudah berubah ( baca � transisi), yaitu dari masyarakat tradisional ke 
masyarakat modern -- paling tidak -- atau untuk sementara -- mungkin kita bisa 
sedikit menghibur diri. Pendidikan sebagai salah satu simbol sosial � tentu 
akan dimaknai sesuai dengan visi atau pemahaman yang dimiliki oleh masyarakat 
trasisi tersebut. 
Pada masyarakat tradisional harkat derajat seseorang atau status seseorang 
biasanya dilihat dari asal-usul keturunannya (asceibed status). Mereka yang 
berdarah biru dianggap mempunyai kedudukan yang super di masyarakat. Mereka 
mendapat berbagai keistimewaan. Apabila ada kenduri, selain didudukan dikursi 
yang empuk -- tempat terhormat -- penganannyapun -- diplilih dari jenis-jenis 
yang mempunyai rasa nikmat -- beberapa tingkat � dari yang dihindangkan kepada 
rakyat. Saking supernya darah biru ini rakyat sisanya -- tidak segan-segan pula 
untuk �menawarkan� anak gadisnya agar dapat cipratan barokah � dari keningratan 
sang darah biru ini. Secara umum kedarah biruan ini biasanya ditandai dengan 
Rd. atau Raden di depan namanya. 
Sebagaimana halnya dengan �gelar� kesarjanaan� yang disinyalir Pak Fuad Hasan 
dewasa ini, di dalam perkembangannya -- konon gelar kebangsawanan ini � bisa 
menjadi komoditas. Dari �golongan darah� apapun, asal punya kocek tebal - - 
bisa juga �membeli� gelar kebangsawanan ini. Hanya, saja sesuai dengan 
perjalanan waktu - - entah mengapa - - penghormatan orang terhadap gelar 
kebangsawanan ini mulai melorot dan sedikit demi sedikit berpindah ke gelar 
kesarjanaan ( achieved status). Ada pergeseran penghormatan dari Rd. ke Dr. 
atau ke DR. ; atau ke gelar-gelar kesarjanaaan yang lainnya. 
Agar bisa membuat pagelaran gelar, orang-orang pun berlomba mencari dan 
mendapatkannya, sehingga tidaklah aneh kalau ada orang yang mempunyai gelar 
lebih panjang dari namanya. Karena kesarjanaan ini identik dengan status sosial 
tertentu, para orang tua pun - - selain - - menyumbang doa, tentu akan tak 
segan-segan untuk mengeresahkan segala macam sumberdaya ekonominya - - dan 
bahkan kalau perlu - - termasuk menjual sawah dan kerbau �kameumeutnya�. 
Kemudian, terjadilah �booming�sarjana, sehingga karena saking banyaknya sarjana 
ini, ada seloroh yang mengatakan: � kalaulah ada orang yang iseng melemparkan 
batu dari pesawat terbang, Insya Allah peluang untuk menimpa kepala sarjana 
akan cukup besar�. 
Namun demikian, sebagaimana halnya dengan zaman keemasan gelar kebangsawanan, 
era keemasan pagelaran gelar inipun kelihatan sedang mulai pudar. Hukum ekonomi 
pun bermain. Ketika penawaran terus melonjak sementara permintaan tenaga kerja 
relatif tidak meningkat banyak, harga pun akan menjadi turun. Selain daripada 
itu, banyak sarjana yang menganggur adalah merupakan fenomena pahit yang 
semakin memperburuk  status sarjana di mata masyarakat. Cewek-cewek dan para 
mertua � matere� pun akan berfikir tujuh kali untuk mendapatkan calon suami 
atau calon mantu. Walaupun ia sarjana, tetapi sarjana apa; lulusan mana; 
bekerja dimana dan penghasilannya berapa?. 
Sesuai dengan perjalanan waktu dan perkembangan masyarakat pula, dunia kerja 
dan penghargaan masyarakat terhadap � nilai kerja� pun terus menerus mengalami 
pergeseran. Karena sangking banyaknya para sarjana, masyarakatpun sudah banyak 
yang tidak mau ambil pusing lagi terhadap gelar kesarjanaan ini. Penghargaan 
masyarakat telah bergeser dari �sekedar� gelar ke arah keahlian atau kemampuan 
( walaupun idealnya kemampuan dan keahlian tersebut harus melekat dengan gelar 
yangf disandangnya). Siapa yang mampu dan lebih ahli � bergelar atau tidak - - 
dapat dihargai atau dibayar lebih besar. Kalaulah dewasa ini ada gejala semakin 
berkurangnya lulusan SLTA ( dari tahun ke tahun) yang mendaftar ke Perguruan 
Tinggi, bisa jadi salah satu penyebabnya adalah karena rasionalitas semacam 
ini. 
Kalaulah urusan gelar dengan nilai penghargaan dari masyarakat ini diumpamakan 
kertas, orag-orang tentu akan memilih selembar kertas kecil - - asal - - ada 
gambar Pak Harto( lima puluh ribu rupiah) dibandingkan dengan kertas yang juga 
besar dan berlembar-lembar - - misalnya - - koran tapi �harga� nya hanya tujuh 
ratus rupiah. 


Ganjar Kurnia



PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke