Sapuk Bah Willy. 
Kuring aya sababaraha kasus perkara ieu. Kuring aya
kawawuhan tatangga di lembur, wanoja pakasaban
wirawasta. Eta si tatangga, salakina urang jawa.
Salaki si tatangga teh, nya sapopoe purah
nganteur-nganteur pamajikanana dagang nguriling. Kasus
lain masih samodel ieu. Kawawuhan kuring oge, hiji
wanoja Sunda, akademisi. Nalika rek kawin ka urang
Jawa, cenah respon keluarga calon salakina kurang
nyugemakeun. Kira-kira alesanana jiga dina artikel
tea. Ari geus prung mah, geuning salakina nu miturut
ka pamajikan. Aya deui kasus lain, balad kuring urang
jawa kawin ka urang jawa. Eta pamajikan balad kuring,
sapenuhna ibu rumah tangga. 

Fakta-fakta jiga di luhur teh, asana leuwih teu cukup
pikeun ngabantah artikel tea. 

Salam,
MH

--- Waluya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Baraya KUSNET sareng kisunda, kuring sabisa-bisa rek
> nyanggah
> artikel dina Majalah "Male Emporium" (= Karajaan
> Jalu?") nu
> judulna "Di Balik Kecantikan Wanita Sunda". Di ME
> online aya
> forum keur ngadiskusikeun eusi majalah ME. Ku kuring
> rek
> dipostingkeun kadinya. Tapi sateuacanana punten
> tulisan sanggahan
> sim kuring dikoreksi atanapi ditambahan heula ku
> baraya. Kuring
> nyebut heula "saya" henteu "kami", margi bilih
> baraya anu sanes
> henteu sapagodos jeung eusi sanggahan sim kuring.
> 
> Kanggo baraya member kisunda, artikelna ku kuring
> dilampirkeun
> panghandapna.
> 
> Baktos,
> WALUYA
> 
> ===========================================
> yth
> Redaksi
> Male Emporium
> 
> 
> Dengan Hormat,
> 
> Setelah membaca artikel "Di Balik Kecantikan Wanita
> Sunda" di
> Majalah saudara, betapa terkejutnya saya, karena isi
> dari artikel
> itu sangat melecehkan kultur etnik sunda, khususnya
> perempuan
> Sunda. Di jaman dimana persatuan Indonesia sudah
> bukan masalah
> lagi, artikel ini malah mengungkit-ngungkit sentimen
> antar etnik,
> terutama sentimen kepada etnik Sunda dari etnik
> lain, sehingga
> bukan tidak mungkin artikel ini, jika tersebar luas,
> akan memicu
> keberangan orang sunda. Kenapa saya berpendapat
> demikian? karena
> kalau kita tinjau isi artikel ini dengan teliti,
> ternyata banyak
> yang ngawurnya daripada benarnya (walaupun berusaha
> sok -
> ilmiah).
> 
> Kalimat-kalimat yang menyebutkan bahwa perempuan
> Sunda pemalas,
> suka berdandan dan dalam berinteraksi dengan pria
> hanya
> mengandalkan keindahan fisik, sangat-sangat
> melecehkan. Saya kira
> perempuan dari etnik lainpun akan tersinggung kalau
> dirinya
> disebut demikian. Dalam menilai perempuan atau
> manusia jenis
> apapun, bukan dilihat dari etniknya, tapi
> individunya
> masing-masing.
> 
> Yang paling ngawur adalah kutipan-kutipan dari oarng
> yang mengaku
> Cendikiawan, yaitu sdr Agus Wiyanto. Mohon maaf
> kepada sdr Agus
> Wiyanto apabila sebenarnya dia tidak mengucapkan
> hal-hal yang
> akan saya bahas disini.
> 
> Yang pertama Sdr Agus Wiyanto menyebutkan
> bahwa budaya Sunda adalah mengandung sisi erotisme
> tinggi dengan
> conntoh tari jaipongan yang banyak mengandalkan
> goyang tubuh. Hal
> ini berlainan dengan kultur jawa yang dalam
> berkesenian tari,
> menunjukkan tarian-tarian bermakna tinggi.
> 
> Disini ngawurnya pendapat ini, bagaimana mungkin
> menilai suatu
> kultur penuh erotisme hanya dari tari-tarian? dan
> betulkan kultur
> jawa terbebaskan dari erotisme?. Saya tidak
> menyangkal bahwa tari
> jaipong itu penuh dengan goyang tubuh, tetapi harus
> diingat
> tarian jaipong itu sebenarnya kreasi baru (sekitar
> awal tahun
> 1970). Jaipong, bagi saya, adalah phenomena  serupa
> dengan
> yang mucul belakang ini, joged-joged menggoyangkan
> tubuh dalam
> musik dangdut, campur sari atau organ tunggal. Dan
> itu bukan
> milik orang Sunda saja. Bukankah Inul itu orang
> Jawa? dan
> bukankah lagu "cucakrawa" yang dinyanyikan dengan
> gaya erotisme
> tinggi itu berbahasa Jawa?. Maaf saya agak
> menyinggung kesenian
> Jawa, karena Agus Wiyanto membandingkan kesenian
> Sunda dengan
> kesenian Jawa. Agus Wiyanto lupa bahwa di Sunda pun
> tarian
> semacam tari kraton di Jawa pun ada, di Sundapun ada
> seni suara
> yang diakui bermutu tinggi yaitu Cianjuran. Maka
> jika ingin
> membandingkan harus dengan yang sebanding. Tari
> pergaulan seperti
> jaipong, ketuk tilu dsb di daerah Sunda bisa
> dibandingkan dengan
> Tayub di Jawa. Baik di Jawa maupun sunda ada
> "ronggeng",
> perempuan yang menari dalam acara kesenian rakyat
> seperti ini.
> Bukankan ada novel "Ronggeng dari Dukuh Paruk" karya
> M. Tohari
> yang menceritakan kehidupan seorang ronggeng di
> pedukuhan di
> Jawa.
> 
> Yang kedua adalah pendapat Agus Wiyanto yang
> menyatakan perempuan
> sunda hanya dirumah, cukup suaminya saja yang
> bekerja disawah dan
> di ladang, juga pendapat yang sangat ngawur.
> Nampaknya Agus
> Wiyanto itu belum pernah pergi ke Jawa Barat,
> buktinya dia belum
> pernah melihat perempuan-perempuan sunda yang
> bekerja di Sawah
> dan di ladang, yang sangat jelas terlihat dari jalan
> Raya ataupun
> waktu naik kereta-api.
> 
> Dan banyak sekali tulisan di artikel ini yang kacau
> balau, Bogor
> disebutkan tempat peristirahatan bangsawan Belanda.
> Baru tahu
> saya kalau ada "menak" belanda suka beristirahat di
> Bogor. Kalau
> pejabat Belanda/VOC yang bekerja di Batavia
> beristirahat di
> Bogor, memang betul, tapi pejabat Hindia Belanda/VOC
> itu belum
> tentu bangsawan Belanda.
> 
> Daerah di Jawa Barat yang banyak jandanya hanya
> Indramayu, tidak
> termasuk Karawang. Dan Indramayu itu adalah daerah
> yang sangat
> kuat dipengaruhi kultur jawa, buktinya bahasanya
> bahasa Jawa
> (atau mirip bahasa Jawa). Jadi kalau bicara kultur
> indramayu,
> jangan hanya kultur sundanya saja, tapi juga kultur
> jawa!
> 
> Terimakasih,
> 
> WALUYA
> 
> 
>
==========================================================
> Ieu Artikelnna :
> 
> Di Balik Kecantikan Wanita Sunda
> 
> Ada kesan umum, bahwa wanita Sunda pemalas dan suka
> berdandan.
> Benarkah demikian?
> 
> Memang susah mencari pasangan atau istri ideal.
> Cantik, pintar
> bekerja, beretika, setia, jujur relegius
> dan feminim. Akan sempurna hidup seorang pria, bila
> mendapatkan
> istri
> seperti ini. Barangkali pula itu hanya padangan
> utopis saja.
> Tapi,
> Amir Hamzah, seorang general manager perusahaan
> asuransi, selalu
> berusaha untuk mendapatkannya.
> 
> Akibatnya, Amir Hamzah sering gontaganti pasangan.
> Sekarang dia
> mempunyai dua kekasih. Pertama, keturunan )awa,
> bekerja sebagai
> coordinator public relations di perusahaan
> elektronik. Secara
> karier
> wanita ini cukup bagus, namun secara fisik kurang
> cantik.
> 
=== message truncated ===


dapur: http://free.angeltowns.com/studio579/

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke