[UNDIP] "Imam Mahdi dan Dajjal Akan Muncul Saat Kita Lupa"
Ressa Yanuardin Widiyatmoko
Mon, 17 Nov 2003 22:57:52 -0800

M Ihsan Tandjung, da'i:

"Imam Mahdi dan Dajjal Akan Muncul Saat Kita Lupa"

 

  

Umur ummat Islam tinggal beberapa tahun lagi. Kiamat akan segera tiba.

Begitu tema yang sering diceramahkan muballigh muda, Muhammad Ihsan

Arlansyah Tanjung (42). Tema Ma'rifatuz Zamaan atau Mengenal

[tanda-tanda] Zaman itu disebarluaskan terus oleh Ihsan dengan

"berpegang pada Al-Quran dan hadits-hadits shahih," tukasnya.

 

Salah satu contohnya adalah Al-Quran Surat Muhammad ayat 8, "Maka

tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat, (yaitu)

kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba. Karena sesungguhnya telah

datang syarat-syaratnya."

 

Sedangkan syarat atau tanda-tanda (kecil) kiamat di antaranya tercantum

dalam Hadits Riwayat Muslim dari 'Umar bin Khaththab Radhiallaahu 'anhu,

yang diriwayatkan pula oleh Ahmad dari Ibnu 'Abbas. Bunyinya, "Apabila

budak perempuan melahirkan tuannya, dan ketika penggembala kambing yang

telanjang kaki serta kekurangan pakaian tinggal di gedung-gedung tinggi.."

 

Apakah fenomena di atas sudah terjadi saat ini? "Sekarang ini, anak yang

kurang ajar dan suka ngatur orangtua tidak cuma ada di Barat. Di negeri

kita yang mayoritas Muslim pun terjadi, anak menyuruh ibunya begini-begitu. 

Seolah-olah anak itulah tuan, dan si ibu menjadi hamba sahaya," jelas Ihsan.

 

Tanda-tanda lainnya adalah imraatus sibyaan (kekuasaan di tangan

anak-anak). Itu bisa berarti bahwa penguasa di rumah tangga adalah

anak-anak, bukan lagi orang tua. Atau, yang menjadi penguasa di

masyarakat adalah orang yang berkarakter kekanak-kanakan.

 

Selain itu, maraknya pemutusan silaturahim antar sesama Muslim. 

Manusia masa kini rajin menggunakan telepon tetapi untuk urusan bisnis,

bukan menelepon orangtua atau saudara. Alasannya sibuk, cari duit.

Padahal kata Rasulullah, barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya

dan diperpanjang umurnya, maka bersilaturahimlah. "Lucu kan jadinya.

Kita sibuk cari duit tetapi justeru memutus silaturahim," ujar muballigh

yang setiap Senin ba'da Subuh membahas "Tafsir Fii Zhilaalil Qur'an"

karya Sayyid Quthb, di RCTI.

 

Apa dan bagaimana huru-hara akhir zaman itu? Kapan akan terjadinya?

Ihsan Tandjung menguraikan panjang lebar hasil bacaannya dari berbagai

kitab kepada wartawan Majalah Hidayatullah, Pambudi Utomo, dan

kontributor Nuim Hidayat. Selamat mencermati.

 

Melihat fenomena yang terjadi di tengah masyarakat sekarang ini,

tampaknya tanda-tanda kiamat atau akhir zaman sudah terjadi semua ya?

Belum semua. Sudah kira-kira 95 persen, jadi masih ada 5 persen yang

belum terjadi.

 

Kapan akhir zaman itu tiba?

Semenjak diutusnya Muhammad bin Abdullah menjadi Nabi, Allah Subhaanahu

wa ta'ala sudah menvonis bahwa ummat beliau adalah ummat akhir zaman.

Jadi pengertian akhir zaman itu sudah sejak diutusnya Nabi Muhammad

Sallallahu 'Alaihi wa Sallam (Saw) yang merupakan Nabi terakhir.

Kenyataan bahwa kita adalah ummat akhir zaman menunjukkan bahwa kita

saat ini hidup di akhir zaman.

 

Menurut hadits shahih, masa akhir zaman ini terbagi menjadi lima.

Pertama, masa kenabian, saat Rasulullah masih hidup. 

Kedua, masa Khulafaur Rasyidin, mulai Abubakar, Umar, Usman, dan Ali. 

Ketiga, masa raja-raja menggigit (maalikan 'adhan), yaitu masa setelah

wafatnya 

Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'Anhu sampai runtuhnya Daulah Khilafah

Utsmaniyah (1924). 

Keempat, masa maalikan jabariyan (penguasa diktator).

Kelima, masa kembalinya sistem khilafah.

 

Saat ini kita hidup di masa yang mana?

Sekarang masa penguasa diktator, dan sedang hot-hot-nya. Ummat Islam

sedang kalah. Tetapi itu memang sudah sunatullah, bahwa ada kalanya

menang, ada kalanya kalah. Kita pun harus optimis, akan tiba waktunya

ummat Islam memperoleh kemenangan.

 

Kelak penguasa diktator itu bisa dikalahkan kaum Muslimin? Begitulah

menurut hadits. Kita akan berperang melawan Yahudi, dan Yahudi akan

hancur. Yahudi akan diburu sampai manapun, sampai-sampai pohon dan batu

pun bicara, "Hai kaum Muslimin, di belakangku ada Yahudi yang

bersembunyi!" Kecuali pohon gharqad (semacam kaktus) yang merupakan

pohon Yahudi. Jangan heran, sekarang pohon gharqad itu banyak ditanam

oleh orang-orang Israel, untuk berlindung dari serangan kaum Muslimin.

 

Yang dimaksud Yahudi itu khusus di Israel atau juga termasuk di Amerika

Serikat (AS)? Yang pasti Yahudi Israel. Kalaupun kemudian Yahudi-Amerika

pindah ke Israel, wallahu a'lam. Dan Yahudi yang pindah ke Israel itu

berarti menyatakan diri sebagai musuh ummat Islam.

 

Dalam sebuah hadits diriwayatkan, sebelum akhir zaman tiba, kaum

Muslimin akan berdamai dengan Bangsa Rum. Siapa yang dimaksud Rum itu?

Saya cenderung menafsirkan Bangsa Rum adalah Eropa. Alasannya bersifat

historis. Ummat Islam atau Bangsa Arab diapit oleh dua peradaban besar,

yaitu peradaban Barat (Romawi) dan Timur (Persia). Peradaban Barat

dipengaruhi oleh tadisi-tradisi ahli kitab (Yahudi maupun Nasrani).

Timur dipengaruhi oleh kemusyrikan dan paganisme. Memang, sekarang ada

perluasan akibat globalisasi. Pengertian Timur tidak lagi hanya Persia,

tetapi juga China, India, dan lainnya. Mereka kategorinya bukan ahli

kitab tetapi disebut al-Adyaan al-Ardhiyah atau agama-agama bumi yang

banyak sekali dan didominasi paganisme.

 

Apakah sekarang perdamaian itu sudah berlangsung?

Sekarang sedang berjalan, meski semu. Kenapa? Karena yang kini memimpin

dunia bukan amiirul mu'miniin. Pemimpinnya adalah kalangan Rum, yang

mengandalkan tradisi yang campur aduk dengan kebatilan sehingga muncul

kezhaliman dan ketidakadilan. Jadi, perdamaian yang sekarang terjadi

lebih tepat diartikan sebagai "kesepakatan untuk tidak berperang". Ini

terjadi sejak berakhirnya penjajahan resmi oleh Bangsa Rum terhadap

negeri-negeri kaum Muslimin.

 

Tampaknya ada kontradiksi. Kaum Muslimin berdamai dengan Bangsa Rum,

tetapi saat ini Rum justru dekat dengan musuh abadi ummat Islam yaitu

Yahudi? Bukan dekat, tetapi pengertian tentang Bangsa Rum sendiri memang

sudah campur aduk. Ada Nasrani dan Yahudi-nya sehingga sering disebut

Judeo-Christian civilization (peradaban Yahudi-Nasrani).

 

Ada pula hadits yang menyatakan, di akhir zaman, Iraq akan diboikot oleh

Bangsa Rum. Itukah yang terjadi saat ini? Ya, sudah dan sedang berjalan.

 

Apa yang akan terjadi setelah itu?

Kalau mau dirangkai secara kronologis, cukup sulit ya. Tetapi di antara

tanda-tanda menjelang batas akhir tanda kecil adalah mengeringnya sungai

Eufrat dan ditemukannya gunung emas di bawah sungai itu. Nanti akan

berduyun-duyun pasukan dari berbagai bangsa untuk memperebutkan emas

itu. Setiap seratus manusia datang, 99 di antaranya tewas karena

berebut emas. Dan Rasulullah Saw melarang kaum Muslimin ikut dalam

perebutan itu.

 

Apakah itu berupa serangan AS dan sekutu nya terhadap Iraq, seperti yang

terjadi beberapa saat lalu? Kalau itu berebut minyak atau emas hitam.

 

Jadi kelak akan ditemukan emas dalam arti yang sebenarnya, bukan emas

hitam? Saya meyakini itu memang emas yang sebenarnya. Isyarat Nabi tidak

cuma bersifat maknawi tapi juga hakiki. Seperti isyarat akan munculnya

Imam Mahdi, saya yakin itu bukan kiasan. Sosok Imam Mahdi memang ada. 

Begitu juga hadits tentang Dajjal. Dajjal adalah oknum atau person. Saat

ini oknum Dajjal belum muncul, meskipun sistem dajjal sudah bisa kita

rasakan.

 

Apa sistem dajjal itu?

Sistem dajjal adalah sistem kepalsuan, seperti yang berlaku sekarang

ini. Orang menyebutnya sebagai The New World Order (Tata Dunia Baru),

meskipun kenyataannya malah tidak ada tatanan. Yang disebut pejuang hak

asasi manusia justru mereka yang sebenarnya teroris. Sedangkan mereka

yang dituduh teroris justru sebenarnya orang yang mulia di mata Allah

Swt.

 

Apakah yang Anda maksud dengan sistem dajjal itu adalah tatanan

kehidupan yang kini dikomandani oleh AS? Ya. Itu tercermin dalam

lembaran uang satu dollar AS. Bagian depan uang itu bergambar Presiden

AS pertama George Washington, bagian belakang bergambar piramid yang

terpotong. Letak gambar piramid ada di  belakang, sebagai isyarat bahwa

di belakang AS itu ada kekuatan lain. Di atas piramid ada segitiga

bergambar mata satu. Di atasnya ada tulisan annuit coeptis (semoga dia

senang dengan proyek ini). "Dia" yang dimaksud adalah si Mata Satu. Di

bawahnya ada tulisan novus ordo seclorum (tatanan dunia baru). Artinya,

ummat seluruh dunia diharapkan masuk dalam proyek tatanan dunia baru dan

menerima kepemimpinan si Mata Satu.

 

Orang yang familier dengan hadits-hadits Rasulullah akan paham bahwa

yang dimaksud si Mata Satu adalah Dajjal.

 

Kapan sosok Dajjal akan muncul?

Dajjal sudah ada sejak zaman Rasulullah Saw. Hal ini dijelaskan dalam

sebuah hadits shahih yang panjang, diriwayatkan oleh Muslim dari

Fathimah binti Qais. Ada seorang pengembara Nasrani yang terdampar di

sebuah pantai, ia turun dari kapalnya kemudian bertemu dengan binatang

aneh. Binatang itu mengantarkannya ke sebuah biara.

 

Di biara ada seorang lelaki yang terpasung. Si terpasung langsung

bertanya, "Apakah sungai Tiberia sudah mengering? Apakah sudah muncul

seorang lelaki yang bernama Muhammad yang disebut sebagai Nabi akhir

zaman? Apakah lelaki itu sudah diusir oleh penduduk di negerinya

sendiri?" Pengembara Nasrani itu penasaran, kemudian dia menelusuri

Jazirah Arab untuk mencari lelaki yang dimaksud. Dia pun bertemu

Muhammad Saw. Dia bertanya kepada Nabi, "Siapa orang yang dipasung itu?"

 

Nabi kemudian menyatakan bahwa lelaki itu adalah Dajjal. Namun Dajjal

tidak akan muncul sebelum Imam Mahdi keluar.

 

Kapan Imam Mahdi keluar?

Menurut Rasulullah Saw, salah satu tandanya adalah meninggal atau

terbunuhnya seorang khali fah. Namun kekhalifahan sekarang kan sudah

tidak ada. Menurut saya, khalifah yang dimaksud itu adalah seorang

pemimpin negeri Muslim yang sangat nyata. Amin Muhammad Jamaluddin,

penulis buku "Umur Ummat Islam" asal Mesir, menafsirkannya sebagai

pemimpin Kerajaan Arab Saudi. Kalau memang betul itu, berarti sudah

dekat.

 

Anda setuju dengan pendapat itu?

Tidak setuju sepenuhnya. Saya look and see aja. Tetapi saya yakin bahwa

hadits yang menyatakan wafatnya khalifah itu memang benar. Menurut

hadits itu, kelak Al-Mahdi akan muncul lalu dibaiat oleh sekelompok

pemuda di Ka'bah. Penguasa semenanjung Arab akan langsung mengirim

pasukan untuk menangkap para pemuda itu. Tetapi pasukan itu akan

dibenamkan ke dalam bumi oleh Allah Swt, kecuali dua orang saja. 

 

Keduanya sengaja diselamatkan agar bisa menceritakan kepada publik bahwa

teman-teman mereka telah tenggelam ke dalam bumi. Begitu kabar ini

tersiar, semua Mu'min yang paham hadits-hadits shahih tentang munculnya

Al-Mahdi akan sadar bahwa Imam Mahdi telah muncul. Mereka akan

berbondong-bondong untuk berbaiat.

 

Bagaimana jika dihubungkan dengan umur ummat Islam?

Menurut Muhammad Amin Jamaluddin, ketika dia menafsirkan beberapa hadits

mengenai umur ummat Yahudi, Kristen, ummat Islam, diisyaratkan umur

ummat Islam itu 1500 tahun. Sekarang sudah 1424 Hijriah, jadi tinggal 76

tahun lagi. Itu belum dipotong waktu perjuangan Muhammad ketika di

Makkah, yang memakan waktu 13 tahun. Jadi umur ummat Islam tinggal

kira-kira 63 tahun. 

 

Nah, kalau masa kekhalifahan di akhir zaman --yang menurut hadits akan

berlangsung 40 tahun-- terjadi pada masa damai, maka huru-hara besar itu

akan terjadi dalam kurun waktu kurang dari 23 tahun ke depan ini.

Kemunculan khilafah akan didahului oleh terjadinya huru-hara, dimana

kaum Muslimin berada di bawah komando Imam Mahdi.

 

Kemunculan Imam Mahdi juga akan ditandai dengan munculnya bintang

berekor atau komet. Menurut yang saya dengar dari para astronom, komet

akan muncul tahun 2022. Jadi kalau pada saat itu muncul Imam Mahdi,

sebuah perhitungan yang sangat mungkin. Bisa jadi kemunculan Imam Mahdi

justru akan lebih cepat daripada itu.

 

Apa ciri-ciri khusus Imam Mahdi itu?

Menurut Rasulullah Saw, namanya seperti nama Rasulullah dan ayahnya pun

sama dengan ayah Rasulullah. Ia juga disebut-sebut ngomongnya kurang

lancar, sehingga kalau bicara harus menepuk pahanya dulu. Apakah itu

berarti ia gagap, wallahu a'lam.

 

Saat muncul, Imam Mahdi berusia berapa?

Kira-kira seusia Nabi ketika pertama kali perang. Rasulullah pertama

kali perang ketika usianya sekitar 55 tahun, Perang Badar.

 

Kalau begitu, saat ini sebenarnya Imam Mahdi sudah ada ya?

Ya, sudah ada, tapi oleh Allah Swt belum dimunculkan. Kalau sekarang

kita tidak tahu Imam Mahdi itu siapa, bukan hal yang aneh, karena memang

ia fenomena yang akan muncul mendadak.

 

Bukankah sudah ada beberapa orang yang mengaku sebagai Imam Mahdi? 

Tidak bisa. Imam Mahdi itu dibaiat oleh 313 pemuda di Ka'bah. Jumlah itu 

sama dengan pasukan Perang Badar. Baiatnya bersifat terbuka, meskipun

sebenarnya Imam Mahdi enggan dijadikan pemimpin. Kalau ada yang

mengaku-aku Imam Mahdi, itu omong kosong.

 

Apakah kelak Imam Mahdi akan memimpin kekhalifahan Islam?

Ya. Sebelum itu ia akan memimpin beberapa peperangan dalam rangka

meruntuhkan Tatanan Dunia Baru ini. Perang meruntuhkan maalikan

jabariyan (penguasa diktator) ini dimaksudkan untuk mewujudkan The Next

World Order (Tatanan Dunia Kelak).

 

Peperangan apa saja itu?

Ada empat perang besar. Pertama, perang melawan penguasa semenanjung

Arab. Kaum Muslimin menang. Kedua, perang melawan penguasa zhalim

Persia, juga menang. Ketiga, pe rang melawan Rum atau Eropa, juga

menang. Terakhir perang melawan Dajjal dan 70 ribu tentara Yahudi.

 

Ketika Imam Mahdi sedang berkonsolidasi di Damaskus (Suriah), waktu

shalat Shubuh tiba. Iqamat dikumandangkan, lalu Imam Mahdi hendak maju

menjadi imam. Muncul tanda besar kedua akan terjadinya hari kiamat,

yaitu Isa 'Alaihissallam (As) turun di Menara Putih, masjid sebelah

timur Damaskus.

 

Imam Mahdi memohon agar Isa yang menjadi imam shalat. Namun Isa As

menolak, "Demi Allah, inilah kelebihan ummat Muhammad, sebagian engkau

menjadi pemimpin sebagian ummat lainnya. Engkau pemimpin ummat ini,

Imam Mahdi, Engkau yang memimpin shalat. Aku menjadi ma'mum."

 

Sesudah shalat, mereka bertolak menuju hari bertemunya dua pasukan.

Yaitu pasukan kaum Muslimin yang dipimpin Imam Mahdi dan Nabi Isa As,

melawan pasukan Yahudi yang dipimpin Dajjal.

 

Perang ini terjadi dimana?

Persisnya saya tidak tahu, tetapi tidak jauh dari Baitul Maqdis. 

Menurut hadits, ketika melihat Isa As dari kejauhan, Dajjal "mengkerut"

lalu berusaha kabur. Ia dikejar terus oleh Nabi Isa sampai akhirnya

terbunuh di pintu Lod, salah satu pintu masuk ke Baitul Maqdis. Dajjal

tewas tertusuk tombak. Nabi Isa As lalu mengangkat tinggi-tinggi tombak

itu, supaya orang-orang yang selama ini percaya pada Dajjal dan

menganggapnya sebagai Tuhan, menyadari bahwa sikap itu keliru.

 

Kekhalifahan nanti pusatnya dimana?

Pusatnya di Baitul Maqdis.

 

Setelah umur ummat Islam berakhir, apa yang terjadi kemudian? Menurut

hadits, setelah khilafah berdiri, kemakmuran akan terjadi dimana-mana.

Pada masa itu tetap ada orang kafir, sampai pada masa tertentu Allah Swt

mendatangkan tanda akhir zaman, yaitu hembusan angin sepoi-sepoi 

dari arah Yaman (selatan). Itu terjadi setelah wafatnya Isa Ibnu Maryam. 

Semua orang Islam, hatta yang hanya punya keimanan sebiji zarah, 

akan menghirup udara itu dan meninggal dengan damai. 

Ya sudah, selesai. Berakhirlah umur ummat Islam.

 

Di dunia tinggal ummat yang kafir 24 karat. Terjadilah kekacauan dan

kehancuran luar biasa, karena tidak ada lagi amar ma'ruf nahiy munkar.

Nabi menggambarkan, saat itu manusia tak akan malu-malu bersenggama

seperti keledai di jalanan. Makkah dan Madinah dihancurkan, sehingga

datanglah kiamat yang mengerikan. Alhamdulillah, ummat Islam tidak akan

mengalami fase penghancuran yang amat mengerikan itu.

 

Tidak banyak ulama atau ustadz yang concern bicara tentang tema akhir zaman.

 

Ihsan Tandjung pun menyadari hal itu. Bahkan ia kerap mendengar

celoteh masyarakat, yang mengungkapkan ketidaksukaannya kepada muballigh

yang bicara tentang akhir zaman, syurga, dan neraka. "Masyarakat kita

menganggap kehidupan akhir zaman sebagai hal yang tidak penting," 

Ihsan menyimpulkan.

 

Meski begitu, Ihsan tetap percaya diri untuk terus maju. Imam Mahdi,

Dajjal, Armageddon, kiamat, adalah kosakata yang kerap meluncur dari

bibirnya ketika ceramah. "M asyarakat harus terus diingatkan," alasannya.

 

Ihsan juga terus mengingatkan agar kaum Muslimin waspada terhadap fitnah

kaum Yahudi yang mengepung dari segala penjuru. "Dunia saat ini memang

sangat tidak ramah terhadap nilai-nilai keimanan," ujarnya sewaktu

ceramah di sebuah instansi pemerintah di Jakarta.

 

Konflik kaum Muslimin dengan Yahudi memang sudah sunnatullah. Ihsan

menyebutnya sebagai sunnah at-tadafu' al-insany (ketentuan Ilahi berupa

pergolakan antarmanusia). "Konflik antara ummat Islam dan Yahudi 

Adalah konflik hakiki," kata penulis buku "Pertarungan Abadi" ini.

 

Selain tema-tema memahami zaman, Ihsan juga rajin menyerukan digalangnya

ukhuwwah antar harakah Islam. Menurutnya, jika kita menghayati desain

besar Allah untuk mengakhiri zaman ini, maka berbagai friksi dan

ketegangan yang terjadi di antara gerakan Islam menjadi kurang relevan.

"Kita harus semakin rajin merapatkan barisan, seperti pada shalat

berjama'ah," katanya. 

 

Menurut Anda, kenapa tema tentang akhir zaman kurang disukai oleh

masyarakat? Tidak aneh, sebab itu sudah diisyaratkan Nabi sejak

berabad-abad yang lalu. Kata Rasulullah Saw, "Dajjal tidak akan muncul

sebelum ummat manusia lupa membicarakan Dajjal dan imam-imam di mimbar

pun tidak menerangkan lagi tentang Dajjal." 

 

Rasulullah juga sudah menganjurkan agar kita berdoa usai membaca tahiyat

akhir di setiap shalat, seperti diriwayatkan Imam Bukhari. Isi doa itu

adalah permohonan agar kita terhindar dari fitnah jahanam, fitnah dunia,

dan fitnah Dajjal. Sayang, ummat Islam sering mengabaikan masalah ini.

 

Kenapa Anda concern bicara tentang tema ini?

Huru-hara akhir zaman itu sudah sangat dekat. Ummat harus diingatkan.

Kalau tidak, saya khawatir mereka tidak sanggup mengantisipasi huru-

hara atau munculnya Imam Mahdi itu. Misalnya, bila nanti Imam Mahdi

muncul, mereka tidak bergabung tetapi malah mencaci maki. Bisa saja

nanti CNN akan memberitakan bahwa Imam Mahdi itu seorang teroris. Kalau

kita ikut-ikutan, kan repot.

 

Selama ini, tema akhir zaman biasanya cuma menjadi serpihan-serpihan

lepas dari tema yang lain. Padahal Nabi telah menjelaskan kepada kita

akan adanya grand design dari Allah. Mestinya ummat berlomba-lomba untuk

menyesuaikan diri dengan grand design itu, yang pasti akan tetap

berjalan terlepas apakah kita setuju atau tidak.

 

Kita jangan cuma mengandalkan otak sendiri dalam merancang perjuangan.

Kekalahan ummat Islam saat ini sudah amat parah, bagaimana otak kita

akan mengalahkan musuh? Kalau kita di suruh membuat pesawat F-16, Belum

tentu dalam waktu 100 tahun bisa. Tentu saja kita tidak boleh menjadi

fatalis. Kita harus berbuat semaksimal mungkin. Dan ada satu momentum

yang harus diantisipasi. Begitu momentum itu datang, namun kita tolak,

maka berarti kita kehilangan peluang untuk menjemput kemenangan. Kita

harus terlibat di dalamnya.

 

Ada sebagian orang berpendapat, hadits-hadits tentang akhir zaman itu

derajatnya tidak sampai mutawatir. Bagaimana menurut Anda? Saya ini

bukan ahli hadits ya. Tetapi tanda-tanda akhir zaman yang ditulis para

ulama rasa-rasanya tidak pernah luput membahas tentang Imam Mahdi.

 

Apa yang seharusnya dilakukan ulama, berkaitan dengan huru-hara akhir

zaman? Mestinya para ulama banyak berbicara tentang ini, harus bisa

menjadi sumber ilmu bagi kita. Anehnya, justru orang yang menulis

buku-buku akhir zaman berasal dari orang teknik. Misalnya Amin Muhammad

Jamaluddin, penulis buku "Umur Ummat Islam", berlatar belakang insinyur.

Belakangan ia baru menempuh S-2 di Fakultas Da'wah Universitas Al-

Azhar, Kairo. Bukunya itu betul-betul spektakuler dan menjadi

best-seller.

 

Kenapa bukan ulama yang menulis itu? Jangan-jangan ini sebuah isyarat

bahwa kelak ketika Imam Mahdi datang, beberapa ulama akan menolak

sebagaimana pendeta-pendeta Yahudi-Nasrani menolak Nabi Muhammad. 

Tidak mustahil pula ada aktivis harakah yang akan menolak kedatangan

Imam Mahdi itu. Dan sebaliknya, orang Islam yang saat ini masih

bergelimang kemaksiatan tidak mustahil bisa menjadi prajurit-prajurit

yang bergabung dalam barisan Imam Mahdi. Beragama itu bukan urusan ilmu

semata, tapi juga amal.

 

Anda pernah mendiskusikan dengan para ulama tentang kekhawatiran di

atas? Secara formal belum.

 

Anda berencana melakukannya suatu saat?

Pasti. Tapi tunggu dulu lah, sebab sebagian mereka sekarang sedang Sibuk

menyongsong 2004 (sambil tersenyum). Nanti kalau suasananya sudah adem.

 

Dengan tema ceramah futuristik tentang akhir zaman, apakah pernah ada

orang yang menilai Anda sebagai ustadz yang suka menjadi pengkhayal?

Alhamdulillah belum ada. Tetapi banyak yang bertanya, misalnya tentang

kemunculan Isa Al-Masih. Bukankah ini bertentangan dengan dalil Al-

Quran yang menyatakan bahwa Muhammad adalah Nabi terakhir? Tidak, karena

Isa As nanti datang tidak menjadi Nabi yang membawa kitab baru. Ia

menyempurnakan tugas yang belum sempat dikerjakan dulu, yaitu mengajak

kembali ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) untuk masuk Islam.

 

Ada pula sunnah yang belum dikerjakan Isa As, yaitu menikah. Padahal

beliau kan pengikut syariat Muhammad. Ada beberapa hadits shahih yang

berisi tentang Isa as akan menikah.

 

Isa As akan turun dalam usia 33 tahun, persis seperti usia ketika dia

dulu diangkat Allah Swt ribuan tahun lalu. Ibarat tape recorder, Isa  as

sekarang ini sedang "pause", nanti turun akan "play" lagi. Kelak,

menurut hadits, Isa As akan wafat dan dimakamkan di dekat pemakaman

Rasulullah, Abu Bakar, dan Umar di Masjid Nabawi. Saat ini tempat itu

masih kosong, dan memang disediakan untuk Nabi Isa As.

 

Ihsan Tandjung dilahirkan di Kualalumpur (Malaysia), 24 Agustus 1961.

Masa kecil sampai remaja bungsu dari lima bersaudara ini banyak

dihabiskan di luar negeri. Maklum, ayahnya, Zainal Arifin Tandjung

(almarhum) adalah seorang diplomat. Ibunya, Zulhana Nasution. Keluarga

diplomat ini baru bisa tinggal tetap di Jakarta setelah sang kepala

keluarga pensiun. Saat itu Ihsan duduk di bangku SMA. Lulus sekolah

lanjutan atas, Ihsan melanjutkan kuliah di Fakultas Psikologi

Universitas Indonesia.

 

Selama di kampus, pria ramah ini banyak terlibat dalam kegiatan

keruhanian. Namun, karena semakin gelisah berhadapan dengan ilmu

psikologi yang sudah banyak dipengaruhi pemikiran sekuler dan atheis,

Ihsan berhenti kuliah. Ia menekuni bahasa Inggris di universitas yang

sama, dan bahasa Arab di LIPIA, Jakarta.

 

Pada tahun 1984, Ihsan kerap mengisi pembinaan ruhani pelajar SMA di

wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sejak itulah ia terbiasa tampil di atas

mimbar. Bahkan kemudian Ihsan sering diundang ceramah ke luar negeri.

 

Saat ini wajahnya kerap menghiasi layar televisi. Bagi pelanggan

Al-Quran Seluler via telepon genggam, suaranya tentu tak asing lagi.

Sebuah situs berita di internet bernama Eramuslim juga memintanya

menjadi konsultan keluarga. "Yang ini lebih banyak ditangani istri

saya," kata suami Siti Aisyah Nurmi Bachtiar ini.

 

Kini jadwal ceramahnya semakin padat. Tak jarang, dia sudah harus

meninggalkan rumah sebelum Shubuh untuk mengisi ceramah. Bulan Ramadhan

mendatang, jadualnya sudah full. Ketika Hidayatullah mewawancarainya,

Ihsan secara berurutan dalam sehari harus mengisi pengajian di tiga

tempat yang berbeda. Di sela-sela acara itu, Ihsan menyempatkan pulang

sejenak untuk "menyapa" keluarganya. Baru kemudian berangkat ceramah lagi.

 

Ihsan Tandjung tinggal di Kelapa Dua, Depok (Jawa Barat), bersama istri

dan sembilan anak yang sangat dicintai dan mencintainya.

 

Jadwal ceramah Anda cukup padat. Apakah tidak pernah merasa letih untuk

berda'wah? Kalau letih fisik ya jelas dong. Tetapi letih dalam arti

mental, alhamdulillah tidak. Bagi saya, da'wah adalah kegiatan yang

sudah melekat dalam hidup.

 

Apa resepnya agar tetap bersemangat di jalan da'wah?

Terus membuka mata dan telinga. Akan tampak jelas di depan saya, kondisi

masyarakat sangat memprihatinkan. Itu membuat saya berpikir, ternyata

da'wah kita ini belum apa-apa. Malah saat ini aktivis da'wah dituduh

menjadi teroris.

 

Anda juga aktif berda'wah di luar negeri. Punya pengalaman yang

mengesankan? Banyak. Orang-orang Islam di luar negeri ramah-ramah. Saya

pernah bertemu orang Turki di sebuah masjid di Jerman. Ketika dia tahu

bahwa saya orang Indonesia, dia langsung mengajak saya ke sebuah ruangan. 

Dia menunjukkan peta wilayah kekhalifahan Turki Utsmany yang membentang

dari Maroko (Afrika) sampai Maluku (Indonesia). "Inilah wilayah kita,

tapi dulu," begitu katanya.

 

Ketika di Arizona (AS), saya ketemu dengan seorang pemuda yang mengaku

lahir di Palestina. Saya memperkenalkan diri dengan nama panggilan di

rumah, yaitu Abu Izzuddin. Karena salah satu anak saya bernama Izzuddin

Al-Qassam. Dia langsung memeluk saya, erat sekali. "Ketika Anda menyebut

nama salah seorang tokoh pejuang yang betul-betul membela Palestina,

saya jadi yakin bahwa orang seperti Anda inilah yang akan ikut

membebaskan Palestina," katanya.

 

Ada pengalaman yang tidak menyenangkan?

Ada, masih di AS, sekitar tahun 1994. Saya diundang ceramah di Islamic

Centre oleh orang Malaysia di sana. Dia berkata, "Maaf Ustadz, yang

dengerin ceramah cuma orang Indonesia." "Kenapa?" saya tanya. "Kalau

kita mengadakan acara pengajian terbuka, Muslim dari berbagai negara

pasti datang kecuali dari I ndonesia. Kalau ustadznya dari Indonesia 

Dan undangannya dikhususkan untuk orang Indonesia, insya Allah mereka

akan datang." Kenapa bisa begitu? Dia menjawab, "Karena orang Indonesia

jarang ke masjid."

 

Rupanya, orang Indonesia kalau kumpul ya sesama orang Indonesia saja.

Itupun tidak di masjid. Menurut pandangan teman Malaysia itu, orang

Indonesia di luar negeri seperti katak dalam tempurung. Ini fenomena

yang memang sering saya jumpai. Kalau kita ke Islamic Centre atau

masjid, kita akan mudah menjumpai kaum Muslimin dari Arab, Mesir,

Pakistan, Bangladesh, tetapi jarang menemui orang Indonesia. Ini

sekaligus kritik kepada para da'i, termasuk saya. Kita harus lebih

gencar menyerukan kepada orang Indonesia ini agar gemar shalat di masjid.*

 

 

 

 

Ressa Yanuardin Widiyatmoko

Traffic Management, Marketing and Sales Division

PT. Televisi Transformasi Indonesia

Jl. Kapt. P. Tendean Kav 12-14A 

Jakarta 12790 - Indonesia

email : [EMAIL PROTECTED]

 


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 Yahoo! Small Business - Try our new resources site! 

[Non-text portions of this message have been removed]



PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke