Upami benten pendapat masalah Habblum minannas mah sigana tiasa di 
kompromikeun, tapi upami parantos perkawis aqidah mah, urang kedah 
tegas..kapungkur saatosna Rorul Pupus, seueur jalmi anu murtad, nya ku Saidina 
Abu Bakar di perangan geuningan...
komo deui ieu anu parantos ngakukeun aya Nabi deui saatos Nabi Muhammad 
(langkung ti murtad nya ), sareng deui persoalan ieu teh parantos aya tilu 
puluh taunna janten masalah di urang teh, maenya urang kedah cicing wae salami 
30 taun ?? naha henteu cekap kasabaran umat Islam diobok obok ku maranehna 
salami ieu??

Hapunten anu kasuhun
baktos,
tatan




-----Original Message-----
From: DELUN I [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, August 05, 2005 2:35 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [kisunda] Membela Ahmadiyah Adalah Melanggar Pancasila dan
UUD 1945 ???


Simkuring smuslim tapi sanes urang Ahmadiyah...tapi gaduh pendapat kieu: "keun 
bae ari maraneh na (uran ahmadiyah)boga kayakinan kitu, da tiap individu mah 
ngagaduhan rasa, pikiran, kayakinan etc benten-benten. 
Nu penting mah asal masih percaya ka anu hiji nya eta..Allah swt...eta mah arek 
jalan na...kaluhur, kahandap, kenca, katuhu ngapung ceuk paribahasana.

Ngan anu teu dipikaresep ku simkuring mah eta baraya urang keneh anu 
ngalakukeun anarki, ngarusak kampus ahmadiyah cenah. pedahal upami ditinggali 
aranjeuna teh jalmi agamis terang seluk-beluk agama..;naha dina agama islam di 
ajarkeun upami beda pendapat, pandangan atanapi kayakinan langsung diboksen, 
dirusak..?  panginteun aya jalan anu langkung bijak.
 
hatur nuhun,
 
Delun

Dikki <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ass.

Mudah-mudahan cukup membantu... (punten teu ngangge basa sunda)

wass,
Dikki

Sumber: INDO.POS; KAMIS, 4 AGUSTUS 2005
http://search.jawapos.com/index.php?act=detail_s&f_search=esai%20keyakinan&id=183583

ESAI KEYAKINAN
Oleh : A. Mustafa Bisri

Salah satu hak manusia yang paling asasi adalah keyakinan. Kita bisa 
mengajak orang untuk menyakini apa yang kita yakini, tapi tak bisa 
memaksakannya. Nabi Ibrahim as dengan segala kebijaksanaannya tidak 
bisa membuat ayahnya sendiri meyakini keyakinannya, meski keyakinan 
itu benar. 
Nabi Luth as dengan segala kesantunannya tak mampu membuat istrinya 
mengimani apa yang diimaninya, meski keyakinannya tersebut benar. 
Demikian pula, nabi Nuh dengan segala kewibawaannya tak dapat 
membuat istri serta anaknya beriman.
Sebaliknya, Firaun dengan segala kekuasaan dan keganasannya tak 
mampu memaksakan kepercayaan kepada Asiya, istrinya. (Lihat contoh 
yang diberikan Allah dalam Q 66: 10-11)

Disakiti, Lebih Baik Bersabar
Mau contoh lagi?
Nabi Muhamad SAW dengan segala kearifan, kesantunan, kewibawaan, 
keamanahan, kefasihan, dan kasih sayangnya tak mampu membuat 
pamannya beriman. Bahkan, paman yang sekaligus tetangga dekat dan 
pernah berbesanan dua anak ("Utbah Ibn Abdul "Uzza Ibn Abdul 
Muthalib atau yang terkenal dengan Abu Lahab pernah menjadi suami 
Ruqayyah, putri nabi Muhamad SAW, dan anaknya yang lain, "Utaibah 
menjadi suami purti Rasulullah SAW lainnya, Ummi Kultsum. Keduanya 
menceraikan istri-istrinya atas perintah Abu Lahab) sangat memusuhi.
Ketika nabi Muhamad SAW seperti hendak memeriksa "memaksa" karena-
dan dengan -kasih sayangnya yang agung, Allah yang mengutusnya 
justru memperingatkan " Innaka laa tahhdii man 
ahbabta,walaakinallaha yahdii man yasyaa...' sungguh engkau tidak 
dapat memberi hidayah (membuat iman) orang yang engkau sayangi 
(sekalipun); tapi Allah memberi hidayah kepada orang  yang Ia 
kehendaki (Q 28 : 56).
Hidayah adalah hal preogatif Allah. Kita hanya bisa mengajak orang 
meyakini kebenaran yang kita yakini benar. Tapi, apakah orang yang 
kita ajak tersebut terajak atau tidak, itu bukanlah di tangan kita. 
Apabila dengan kasih sayang saja Rosulullah SAW tidak 
mampu "memaksakan" keyakinan kebenaran bahkan kepada orang yang 
paling dekat, apalagi pemaksaan dengan kebencian.
Sebagai orang Islam, saya wajib mengajak orang untuk  meyakini 
kebenaran Islam. Mengajak ke jalan Tuhan Yang Mah Esa. Dan, Allah 
telah memberi arahan cara mengajak kejalan-Nya. Yaitu, dengan 
hikmah, dengan bijaksana, dan nasihat yang baik. Bila perlu 
berbantahan, berbantah dengan cara yang lebih baik.
Tuhan lebih mengetahui tentang siapa yang sesat dari jalan-Nya. 
Apabila disakiti, membalaspun harus sama, tidak berlebih. Namun 
apabila bersabar, justru lebih baik. (baca Q.16: 125-126) 
Saya tidak mungkin bisa mengajak dengan bijaksana apabila saya 
mengedepankan nafsu saya. Saya harus berpikir cermat agar ajakan 
saya tidak justru membuat orang lain lari dari jalan Allah. Satu dan 
lain hal, karena orang tidak hanya mendengarkan tuturan saya, 
melainkan labih melihat kelakuan saya. Meski ajakan saya secara 
lisan benar dan baik, apabila berlawanan dengan ajakan saya 
itu.tentu malah cemoohan yang akan saya dapatkan.
Saya meyakini agama saya adalah agama yang benar, agama yang penuh 
kasih sayang, rahmatan lil 'aalamiin. Tapi, saya tidak cukup hanya 
menggembar gemborkan hal itu kesana kemari, sedangkan perilaku saya 
justru tidak mencerminkan kasih sayang sebagaimana yang dicontohkan 
pemimpin agung saya, Nabi Muhamad SAW.Karena rahmat Allah, Nabi 
Muhamad SAW beperilaku lemah lembut kepada orang. Seandainya beliau 
kaku dan kasar budi, firman Allah, pastilah orang-orang akan lari 
menjauhi beliau (baca Q 3:159). Dan otomatis Islam pun akan dijauhi.
Syukurlah, Rosululaah SAW, seperti dicatat sejarah, adalah pribadi 
yang benar-benar lembut, penuh kasih sayang, pemurah, dan  
perhatian.beliau tidak hanya menebar cahaya kebenaran, tapi juga 
menabur kasih sayang dan menyebar kedamaian. Kedamian beliau benar-
benar rahmatan lil 'aalamiin.
Bagi orang islam, terutama yang ingin mengajak kejalan Allah dan 
memuliakan agama-Nya, tidak ada yang lebih baik daripada mengikuti 
jejak dan contoh Nabi Muhamad SAW. Dan, mengikuti jejak serta 
mencontoh Nabi Muhamad SAW kiranya tidak terlalu sulit bagi mereka 
yang benar-benar manusia, yang mengerti manusia dan memanusiakan 
manusia. Sebab, Rosulullah SAW adalah manusia yang paling manusia, 
yang amat paham manusia, dan sangat memanusiakan manusia.
Karena itu, seandainya pun dalam menegakan kebenaran beliau pernah 
membeci manusia yang tidak benar, tidak pernah  kebenciannya 
membawanya untuk berlaku tidak adil sesuai firman Tuhan yang 
mengutusnya. ("Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian orang-
orang yang selalu menegakan kebenaran karena Allah, mejadi saksi 
dengan adil. Dan, janganlah sekali-kali kebencian kalian terhadap 
sesuatu kaum mendorong kalian untuk berlaku tidak adil...." Q 5:8)
Saya membayangkan, beliau pasti bersedih jika melihat umatnya yang 
mengaku sangat mencintainya dan dengan dalih membelanya melakukan 
tindakan-tindakan yang sama sekali tidak pernah baliau ajarkan serta 
contohkan, apalagi bila  hal itu bisa mencoreng kemuliaan agamanya. 
(*)


> Dari milis sebelah...........................

> Saya mau nanya demikian nich.....:

> Selama ini, isu yang diangkat sebagai reaksi atas fatwa MUI
> adalah konstitusi negar. Apakah mungkin hal-hal berikut ini yg
> membuat MUI aspek constitusional, berani mengeluarkan fatwa melarang
> Ahmadiyah di Indonesia ....???.

> 1-  Dalam pasal 29 ayat(1) UUD 1945 disebutkan bahwa, "Negara
> Berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa. 

> 2-  Dalam TAP MPR. NO: 11/MPR/1978 tentang P4. Dan sesuai dengan
> sila pertama ; sila ketuhan yang Maha Esa. Dan setiap warga negara
> berhak menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Dan tidak
> memaksakan kehendak dan kepercayaan kepada orang lain.

> 3-                    Tetapi, agama yang sah di akui UUD negara
> republik Indonesia, hanya ada lima; Islam, Hindu, Budha, Kristen
> Katolik, dan Kristen protestan. 

> Jelas tidak termaktub bahwa Ahmadiyah adalah sah sesuai dengan
> UUD dan Pancasila. (Kecuali Ahmadiyah menyatakan diri bagian dari
> Islam).

> Persoalannya. Selama ini, sudah maklum, mayoritas pengamat
> keagaaman(di luar Liberalisme) menyatakan "bahwa Ahmadiyah bukan
> bagian dari Islam tapi memproklamirkan diri sebagai agama Independen
> dengan nabinya Mirza Gulam Ahmad dan kitabnya Tadzkiroh".

> Kawan-kawan......Jadi, mungkin hal inikah yang menjadi payung
> hukum MUI membubarkan Ahmadiyah di Indonesia ???........... 

> Di sisi lain. Kalau yang jadi barometer adalah reaksi groups
> habib Riziq atau fundamentalisme lainnya, tanpa fatwa demikian dari
> MUI juga, dari dulu jelas mereka senangnya ribut-ribut, alias
> seperti golongan orang yang paling suci dan paling benar. Termasuk
> dulu, mereka itu pernah menyatakan "bentuk ibadah di pesantren
> Lirboyo Kediri Jawa Timur, adalah batal".

> Begitu enggak kira-kira ....???

> Jangan salah paham lho.....ini hanya pertanyaan.  Tolong jawab yach...

> Makasih.................

> Pertanyaan Nasrul Afandi di Maroko.








PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.




---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 


    Visit your group "kisunda" on the web.
  
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
  
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


---------------------------------



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links



 






PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke