Kungsi aya sababaraha artikel nu ngabahas Basa Sunda Kamalayon. Upama teu salah, salah sahijina artikel nu ditulis ku Bah Ajip Rosidi. Geuning dina Basa Indonesia oge aya fenomena nu ampir sarua, Indoglish cenah. Mangga nyanggakeun.
salam, mh ===== Militansi Bahasa untuk Perangi Indoglish Ranesi 12-07-2006 Kebiasaan banyak orang Indonesia, termasuk pejabat dan anggota DPR, mencampur-adukkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, mendapat kecaman. Himpunan Sarjana Kesusasteraan Indonesia HISKI mengkritik pejabat pemerintah yang menggunakan bahasa asing dalam pidato resmi kenegaraan. Yang paling berurusan dengan bahasa para pejabat tidak lain adalah para wartawan. Bagaimana mereka menyikapi pejabat yang sudah mencampuradukkan bahasa? Berikut penjelasan Sapto Nugroho, redaktur bahasa pada mingguan berita Tempo. Diindonesiakan Sapto Nugroho [SN]: Ini termasuk problem, karena memang ada semacam dua pahamlah. Kalau bisa itu sebanyak mungkin diindonesiakan. Cuma ada yang malas untuk melakukan itu, jadi apa adanya, karena gampangnya yang bahasa Inggris langsung ada ditulis apa adanya. Jadi kalau di media kami memang berusaha untuk mengindonesiakan, begitu. Cuma tidak semua melakukan itu, media massa di Indonesia. Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Bagaimana langkah Tempo? Banyak kan pejabat yang memasuk-masukkan kata-kata dalam bahasa Inggris ke dalam ucapan-ucapan mereka. Apakah Tempo kemudian menyalin begitu saja? SN: Enggak. Kalau kira-kira itu tidak mengubah suasana, kita Indonesiakan. Kan kadang-kadang dia ngomongnya latah atau ya itu, karena mereka males berpikir apa Indonesianya untuk bahasa Inggris ini, kemudian langsung diucapkan saja. Yang begitu ya kita Indonesiakan. Tidak kita tulis apa adanya. Kita ubah jadi bahasa Indonesia yang bener. Bahkan kalau dia berbahasa Indonesia yang tidak benar pun dalam tulisan akan kita benarkan. Sulit cari padanannya RNW: Tadi anda sudah menyebut bahwa orangnya malas untuk menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Apakah menurut anda Indoglish ini, campuran bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris, itu hanya karena orangnya malas? SN: Itu tadi ada dua paham. Pertama ada yang malas, karena memang malas. Kemudian ada yang memang sulit dicarikan terjemahannya ke bahasa Indonesia. Nah, yang jadi masalah di Tempo itu yang kedua ini. Kata-katanya memang sulit dicarikan padanannya ke bahasa Indonesia. Misalnya kayak tape recorder, nah itu susah dicarikan bahasa Indonesianya. Karena memang barangnya juga dari asing. Apalagi juga istilah-istilah komputer seperti mouse, keyboard, itu kan susah dicarikan padanannya. Jadi kadang-kadang kita nulisnya bahasa aslinya, gitu. Militan berbahasa Indonesia RNW: 'Begini bung Sapto kalau saya boleh menggoda anda sebentar. Karena kayaknya kalau orang Indonesia itu hanya jerit-jerit soal nasionalisme kalau wilayah mereka ilang, kalau dulu Timtim merdeka, kemudian ada Sipadan dan Ligitan yang diputuskan wilayah Malaysia. Tapi kalau soal bahasa mereka, yang justru merupakan ciri khas keindonesiaan, mereka justru membukanya lebar-lebar. Dimasukkan saja bahasa-bahasa asing. Jadi nasionalisme mereka itu cuma sampai di kulit saja, tidak mendarah daging.' SN: 'Ya, itu yang dikeluhkan oleh orang-orang seperti saya ini yang memperhatikan bahasa Indonesia. Banyak sekali memang. Televisi saja banyak yang memakai judul-judul bahasa Inggris. Itu kan sangat disayangkan. Cuma kami enggak bisa berbuat apa-apa itu terhadap gejala seperti itu.' 'Kalau menurut saya harus dengan kekuasaan. Jadi orang yang atas itu misalnya presiden, atau menteri-menterinya, mereka semacam menyuruh. Ini harus begini, harus begini. Saya kira baru ada gerakan ke bawahnya. Selama ini orang-orang pemerintahan pun sering salah itu berbahasa Indonesianya.' 'Jadi malah yang membetulkan itu orang-orang seperti kita-kita ini. Dan orang seperti saya ini kan cuma sedikit yang ada di Indonesia ini. Jadi memang bangsa Indonesia selalu kurang ada yang militan dalam berbahasa Indonesia.' RNW: 'Ini bahkan presiden SBY sendiri sekarang dalam pidato kenegaraan konon sudah menggunakan kata-kata bahasa Inggris. Lalu disebut bahwa presidennya sudah melanggar UUD. Anda setuju?' SN: 'Mungkin presidennya juga, ya itu tadi, kurang mempedulikan. Dan pidatonya kan biasanya dengan teks, jadi para pembuat pidatonya juga kurang militan tadi dalam berbahasa Indonesia.' RNW: 'Dibutuhkan militansi, militansi bahasa ya?' SN: 'Iya, menurut saya begitu. Dan menurut saya itu harus dilakukan dengan semacam tanda petik kekuasaan itu. Kalau cuma himbauan-himbauan saja, efeknya cuma sedikit sekali dan sangat lambat.' Serba kacau RNW: 'Ini begini, kalau saya bandingkan, misalnya dengan di Belanda atau di Prancis, gitu. Para pejabat kedua negara itu, termasuk anggota parlemen, selalu menggunakan bahasa mereka sebaik-baiknya. Apalagi di Prancis. Mereka selalu menggunakan bahasa Prancis semurni-murninya. Tanpa campuran bahasa apapun juga. Nah, bagaimana menurut anda di Indonesia. Kenapa orang Indonesia itu justru merasa gengsinya naik kalau mencampuradukkan bahasa mereka sendiri dengan bahasa asing. Tidak ada perasaan nasionalisme bahasa, begitu lho.' SN: 'Memang begitu. Saya juga menganggap banyak orang Indonesia yang begitu. Tapi tidak cuma dalam berbahasa Indonesia. Pokoknya dalam berbahasa pada umumnya itu, orang Indonesia kurang hati-hati. Berbahasa Inggris pun mereka kacau. Enggak tepatlah penggunaan kata, tata bahasanya. Bukan hanya berbahasa Indonesia, tetapi dalam berbahasa. Bahasa Inggris juga kacau, bahasa Indonesia, juga kacau. Kayaknya semaunya saja, kalau menurut saya.' ===== Situs: http://www.urang-sunda.or.id/ [Pupuh17, Wawacan, Roesdi Misnem, Al-Quran, Koropak] __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com PENTING..! attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member. dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa pencabutan membership. terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu mengupdate antivirusnya. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
