Bagea Kang Datiparang,

Aeh kantenan wae manfaatna mah Kang informasi ti kanca salira teh.
Diantarana, nyelang sakeudeung, ka Kang Idrus anu nimu rumus Hydrasil jeung
Grammor. Salah sahiji alesan anjeunna henteu ngurus paten eta timuan
ilmiah/produk teh kusabab sieun direbut ku batur rumusna. Persis sakumaha
padungdengan salira sareng kanca-kanca.

Hatur nuhun infona Kang.

Saterasna, hapunten Kang Neng Ina (tadi prostes dina YM) eta padamelanana
sanes di "Low Office" saurna (da sanes tim lo atawa how lo can you go
hehehe--ceuk abdi anu era eta mah). Tuda kapangaruhan ku Kang Ndoel asana
mah anu ngamimitian nulis "Low Office" teh. Ngarah aman, Neng Ina teh damel
di kantor pengacara Kemalsyah & Patner, Jakarta.

baktos,
manAR



On 11/9/06, datiparang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   hihi kapiheulaan euy..
> mang oge baraya lianna, kuring ge meunang inpo ngeunaan hak paten ieu tina
> guneman di milis ipb-link, tapi keukeuh hayang dipostingkeun, sugan we
> ngadumanis jeung nu ti mang oman. nyanggakeun, teu disundakeun ah da hoream!
>
>
> dh
> ---
>
>
> On 10/29/06, Didiek HaGe <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sorry ikutan nimbrung karena ada domain yang mungkin perlu pencerahan ….
>
> Soal paten yang disinggung Cak DRM ini kok kayaknya ada yang misleading
> ..'ilegal kok mendapatkan hak paten' …  Perlu dipahami bahwa, sebuah
> invensi (bukan inovasi) layak memperoleh perlindungan hak paten menurut
> undang2 adalah jika dan hanya jika memenuhi tiga syarat utama: (1) Novelty –
> artinya baru dan belum ada produk sejenis di pasaran, (2) Inventive steps –
> artinya invensi (produk atau proses) yang diajukan harus lebih baik daripada
> teknologi yang ada di pasaran, dan (3) Industrialisable – artinya dapat
> diproduksi secara missal.  Salah satu dari syarat ini gagal dipehuhi, maka
> pengajuannya ditolak.  Dalam hal waktu perolehan perlindungan hak, dulu
> untuk Paten Sederhana bisa 1,5 hingga 2 tahun.  Tapi skema Paten sederhana
> ini sudah ditiadakan dan sebagai gantinya dapat ditempuh perlindungan via
> Disain Industri (biaya jauh lebih murah, waktu hanya 6 bulan, dan berlaku
> perlindungannya sama dengan Paten).  Untuk Paten Biasa, prosesnya minimal
> 3 (tiga) tahun untuk produk2 yang tidak menyangkut kesehatan manusia.  Orang
> sering keliru, bahwa mendaftarkan (memasukkan aplikasi perlindungan hak
> Paten) ke Ditjen HKI sudah dianggap mendapatkan perlindungan Hak 
> Paten(granted).  Padahal prosesnya masih cukup panjang dan berliku.  Bagian
> pendaftaran hanya mencatat administrasi pendaftaran dan memberikan no
> pendaftaran saja (biasanya dgn kode P- …..).  alo sudah granted no nya
> berubah jadi ID ……. Dst.
>
> Walaupun belum granted, No pendaftaran tersebut cukup 'sakti' dalam
> melindungi originalitas invensi terhadap produk2 sejenis yang didaftarkan
> belakangan.  Di Direktorat Paten, data pendaftaran ditulis tidak hanya
> hari dan tanggal, tapi juga jam, menit dan detik.  Hal ini dilakukan karena
> Indonesia menganut system First to Apply, bukan seperti AS yang pake First
> to Invent.  Nach, bisa saja bahwa produk controversial seperti ini
> didaftarkan, tapi ketika nanti (dua tahun lagi) ada hal2 yang dianggap tidak
> memenuhi syarat (misal data ilmiah uji coba) pada saat pemeriksaan
> substantive, pengajuan dikembalikan untuk diperbaharui.  Pengalaman pribadi
> saya, granted patent right saya terima antara 3-5 tahun setelah aplikasi
> untuk Paten Biasa.  Saya agak lupa, dalam undang2 paten kita, jelas ada
> pasal/ayat yang menyebutkan bahwa invensi yang menimbulkan bahaya (misalnya
> formula bom atom) harus dipegang oleh Negara, tanpa mengurang hak manfaat
> bagi inventornya, tetapi apakah invensi yang menimbulkan kontroversi di
> masyarakat juga ada aturannya.
>
>  Ooops .. Maaf agak panjang, karena ini bagian materi Kuliah Tamu di MMA
> IPB hihihi …..
>
>
>
> Salam,
>
> Didiek HaGe
>
> Ketua Umum Asosiasi Inventor Indonesia
>
> (1999-kini)
>
> ----
>
> *From:* [EMAIL PROTECTED] s.com [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On
> Behalf Of *Nursyamsu M
> *Sent:* Sunday, October 29, 2006 7:09 PM
> *To:* [EMAIL PROTECTED]
> *Subject:* Re: [linkers] Mekanisme perolehan perlindungan hak paten
>
>
>
> Maaf Mas Didiek, ini kan Indonesia, siapa yang jamin sesuatu yang
> dipatenkan itu tidak malahan ditiru orang lain, karena arsipnya bocor.
> Peniruan dilakukan dengan ide yang sama tapi ada bagian yg dirubah sedikit,
> maka si peniru terbebas dari tuduhan jiplak, kan tidak 100% sama.
>
>
>
> Konon karena itulah Coca Cola tidak pernah mau mematenkan rahasia formula
> minumannya.
>
>
>
> Salam,
>
> Nursyamsu Mahyuddin/ Ucu
>
> F-18
>
> ----
>
> On 10/29/06, Didiek HaGe <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Baguuus …
>
>
>
> Cak DRM rupanya anda sudah 'melek' sedikit tentang ekses dari system
> perlindungan Hak Paten, khususnya di Indonesia.  Sebuah dokumen patenketika 
> sudah granted, maka itu menjadi public domain.  Jadi tidak ada
> istilah bocor Cak.  Setiap orang bisa akses membacanya.  Esensi dokumen yang
> demikian adalah memang diarahkan untuk memacu invensi dalam system
> persaingan sehat.  Dokumen paten salah satu fungsinya adalah sumber
> informasi terbuka tentang state of the art teknologi terkait.  Tidak menjadi
> masalah bahwa invensi baru dikembangkan dari dokumen yang telah ada, namun
> jika terbukti bahwa ybs menggunakan invensi lama sebagai dasar modifikasi
> maka ia terikat dengan etika ilmiah meminta ijin dan/atau etika bisnis
> membayar royalty.  Oleh sebab itu, seperti yang anda sebutkan (dan itu
> sering benarnya di Indonesia) sebagian inventor lebih memilih jalur
> perlindungan Rahasia Dagang (Trade Secret) seperti halnya Coca Cola.  Tiga
> sub-formula Coca Cola dipegang oleh tiga orang yang berbeda yang tidak
> saling tahu menahu, dan mereka dilarang terbang dalam satu flight jika harus
> bepergian bersama.
>
>
> Saya pernah jadi saksi ahli di PN Jakarta Pusat tentang dua produk pupuk
> yang sejenis tetapi prosesnya berbeda.  Yang penting bhw invensi terbaru
> harus bisa memenuhi 3 persyaratan utama, bukan hanya asal beda saja.  Tapi
> itulah tantangannya di Negara berkembang seperti di kita, diberitahu bahwa
> Klaim dlm dokumen paten itu adalah materi yang dilindungi oleh hukum,
> tetapi di Indonesia hal2 yang dilarang sering malah seperti disuruh
> huahahaha …….. Tapi undang2 sudah jelas memberikan sangsi kepada patent
> infringers sehingga tinggal law enforcementnya yg terus harus diefektifkan.
>
>
>
> Salam,
>
> Didiek HaGe
>
> *(Catetan jigana kang didik salah nyangka nursamsyu disangka drm)
> *
>
> * -------------------------*
> On 11/9/06, oman abdurahman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >    Baraya,
> >
> > Kaparengkeun sora ieu si kuring (o_arahman) bisa chatting jeung Neng Ina
> > Ratnawulan (sarjana hukum jebolan UI; cubitus1975) ) anu damel di Kemalsyah
> > Low Office - Jakarta.
> > Kasanggakeun di handap ieu hasil catetan hasil obrolanana kalawan cateta
> > ti neng Ina (oge ti kuring) :
> > "Ieu mah obrolan & tukar pikiran ceuk nu awam da sumber bahasanna oge
> > teu pati jelas. Hapunten bilih kurang nyugemakeun".
> >
> >
>
>
>
> --
> ::daluangmahtipapadaurang::
>
> 
>


[Non-text portions of this message have been removed]



PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke