Aya nu dipilari, nembe ngotektak Mang Google. Ana kodehel teh mendakan ieu
"artikel". Sigana mah kolegana Kang Oman ieu teh.
Wallohualam leres heunteuna mah. Etang-etang nambihan informasi bae -- kanu
teu acan. Punten upami tos terang.
Nyanggakeun...
Baktos,
Pun Maman
==========================================================
Maaf diskusi sejarah sejenak, sekedar meluruskan. Harus diwaspadai bahwa
Galuh yang terkenal berlokasi di antara Garut dan Kawali itu adalah sebuah
kerajaan yang pindah dari sekitar lereng Gunung Slamet yang dikenal sebagai
Kerajaan Galuh Purba. Perpindahan ini terjadi sekitar abad ke 6-7 M. Dari
kawasan Garut-Kawali baru mereka pindah ke pusat Padjadjaran pada 1300-an M.
Dua kali perpindahan ini tercatat di Prasasti Bogor. Maka, Galuh bukan
asli Sunda, tetapi asli sekitar Banyumas sekarang. Kalau kita buka peta yang
cukup detail akan banyak tempat dengan nama Galuh di sekitar perbatasan
Jabar-Jateng : Rajagaluh (Cirebon), Galuh (Purbalingga), Galuhtimur
(Bumiayu), Sirahgaluh (Cilacap), bahkan di Kulonprogo dekat perbatasan Kedu ada
desa Samigaluh. Diduga keras bahwa semua tempat tadi pada masa lampaunya
pernah dikuasai Galuh Purba. Van der Meulen (1988) : Indonesia di Ambang
Sejarah - Kanisius, punya tesis bagaimana bangsa Galuh memasuki
Jawa Tengah. Tesisnya ini belum ada yang menentang di kalangan para ahli
sejarah. Katanya, mula2 bangsa Galuh ini adalah pendatang dari Kutei, dari
kerajaan Hindu pertama di Indonesia, atau turunan2 sebelum Mulawarman,
Kudungga - yang bukan Hindu. Bangsa Galuh ini masuk ke Jawa melalui pantai
sekitar Cirebon sebelum abad ke-5. Lalu mereka masuk makin dalam melalui
lereng barat Ciremai, masuk ke aliran Citanduy akhirnya menduduki lereng2
Slamet dan lembah Kali Serayu. Ada yang memilih menetap di sekitar Ciremai,
dan kelak mereka ikut mendirikan budaya Sunda. Tetapi yang di lereng2
Slamet dan lembah Serayu, utara Banyumas, mereka mendirikan Kerajaan Galuh
purba (untuk membedakannya dengan Galuh Garut-Kawali yang merupakan
pindahannya). Sumber2 Cina menyebut kerajaan Galuh Purba ini "Topoteng".
Berdasarkan catatatan resmi Kekaisaran Cina Dinasti Tang, selama periode
627-649 kerajaan Holing (Kalingga - kelak Ratu Sima) di Jawa bersama dengan
dua
kerajaan tetangganya, Topoteng (Galuh Purba) dan Dwapatan (tanpa penjelasan)
mengirim utusan2 ke Cina. Ratu Sima memerintah Kalingga pada 674 M.
Berdasarkan babad Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara (tulisan Pangeran
Wangsakerta dari Cirebon), pada abad ke-7 dan ke-8 ada tiga wangsa :
Kalinggawangsa, Sanjayawangsa, Sailendrawangsa) (keterangan yang sama
disampaikan pula oleh Fruin-Mees : Geschiedenis van Java, 1919, p. 16-20).
Kelihatannya Galuh Purba saat itu sudah menurun pamornya dan mungkin saja sudah
pindah ke Garut-Kawali, tersingkir oleh leluhur Sailendra. salam, awang
Budi Brahmantyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Untuk Kang Yudi dan mas
Edwin... Sebenarnya kerajaan-kerajaan Sunda tidak kalah pamor, lho. Menurut
suatu dokumen bernama Carita Parahyangan (yang belum semua sejarawan mengakui
keotentikannya), Kerajaan di Jawa Barat tidak pernah putus sejak Tarumanegara,
Kendan, Galuh, Sunda dan akhirnya Pajajaran. Bahkan menurut
dokumen itu, Sanjaya pendiri mataram Hindu adalah keturunan Galuh (bapak
Sanjaya adalah anak hasil perselingkuhan permaisuri Galuh, yang kemudian
menikah dengan Ratu Kalingga di Jawa Tengah). Hanya itu tadi, kerajaan2
Sunda tidak banyak membuat prasasti atau candi(atau belum ditemukan; bisa
terkubur lahar, terbawa banjir bandang, longsor, dsb) sehingga sejarahnya
seakan-akan bagai kepingan-kepingan puzzle yang hilang. Bahkan kalau tidak
salah di dalam dokumen itu, Hayam Wuruk berkakek kandung orang Sunda. Itulah
sebabnya Hayam Wuruk tidak berani menganeksasi Sunda karena menghormati
leluhurnya. Tapi Gajah Mada termakan sumpahnya...sehingga terjadilah
pembantaian di lapangan Bubat itu. Menariknya cerita itu direkam pula oleh
orang-orang Bali dalam kidung-kidung Bali yang berjudul "Gaguritan Sunda".
Begitu katanya, entah benar, entah tidak... BB
Maman Gantra
Jalan Salemba Tengah 51,
Jakarta 10440.
0812-940-5441
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
PENTING..!
attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.
dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa
pencabutan membership.
terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu
mengupdate antivirusnya.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/