Hehehe...parebut Galuh eung jeung urang Banyumas. Nya mangga, bade nu mana wae anu mimiti, sigana ga penting banget" ceuk si sujang abg kuring. Ngan, memang dina seratan Kang Danasasmita saparakanca anu sumberna tina Naskah Wangsakerta tea, asal-usul karajaan Ratu Sima teu pate dieceskeun. Ujug-ujug disebut-sebut nalika incu Wreti Kandayun (Raja Galuh kadua versi urang Banyumas), Sanjaya, nikah ka puteri katurunan Ratu Sima.
Hurip Sunda! baktos, manAR On 1/5/07, Maman Gantra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Aya nu dipilari, nembe ngotektak Mang Google. Ana kodehel teh mendakan ieu > "artikel". Sigana mah kolegana Kang Oman ieu teh. > > Wallohualam leres heunteuna mah. Etang-etang nambihan informasi bae -- > kanu teu acan. Punten upami tos terang. > > Nyanggakeun... > > Baktos, > Pun Maman > ========================================================== > > Maaf diskusi sejarah sejenak, sekedar meluruskan. Harus diwaspadai bahwa > Galuh yang terkenal berlokasi di antara Garut dan Kawali itu adalah sebuah > kerajaan yang pindah dari sekitar lereng Gunung Slamet yang dikenal sebagai > Kerajaan Galuh Purba. Perpindahan ini terjadi sekitar abad ke 6-7 M. Dari > kawasan Garut-Kawali baru mereka pindah ke pusat Padjadjaran pada 1300-an M. > Dua kali perpindahan ini tercatat di Prasasti Bogor. Maka, Galuh bukan asli > Sunda, tetapi asli sekitar Banyumas sekarang. Kalau kita buka peta yang > cukup detail akan banyak tempat dengan nama Galuh di sekitar perbatasan > Jabar-Jateng : Rajagaluh (Cirebon), Galuh (Purbalingga), Galuhtimur > (Bumiayu), Sirahgaluh (Cilacap), bahkan di Kulonprogo dekat perbatasan Kedu > ada desa Samigaluh. Diduga keras bahwa semua tempat tadi pada masa lampaunya > pernah dikuasai Galuh Purba. Van der Meulen (1988) : Indonesia di Ambang > Sejarah - Kanisius, punya tesis bagaimana bangsa Galuh memasuki > Jawa Tengah. Tesisnya ini belum ada yang menentang di kalangan para ahli > sejarah. Katanya, mula2 bangsa Galuh ini adalah pendatang dari Kutei, dari > kerajaan Hindu pertama di Indonesia, atau turunan2 sebelum Mulawarman, > Kudungga - yang bukan Hindu. Bangsa Galuh ini masuk ke Jawa melalui pantai > sekitar Cirebon sebelum abad ke-5. Lalu mereka masuk makin dalam melalui > lereng barat Ciremai, masuk ke aliran Citanduy akhirnya menduduki lereng2 > Slamet dan lembah Kali Serayu. Ada yang memilih menetap di sekitar Ciremai, > dan kelak mereka ikut mendirikan budaya Sunda. Tetapi yang di lereng2 Slamet > dan lembah Serayu, utara Banyumas, mereka mendirikan Kerajaan Galuh purba > (untuk membedakannya dengan Galuh Garut-Kawali yang merupakan pindahannya). > Sumber2 Cina menyebut kerajaan Galuh Purba ini "Topoteng". Berdasarkan > catatatan resmi Kekaisaran Cina Dinasti Tang, selama periode 627-649 > kerajaan Holing (Kalingga - kelak Ratu Sima) di Jawa bersama dengan dua > kerajaan tetangganya, Topoteng (Galuh Purba) dan Dwapatan (tanpa > penjelasan) mengirim utusan2 ke Cina. Ratu Sima memerintah Kalingga pada 674 > M. Berdasarkan babad Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara (tulisan Pangeran > Wangsakerta dari Cirebon), pada abad ke-7 dan ke-8 ada tiga wangsa : > Kalinggawangsa, Sanjayawangsa, Sailendrawangsa) (keterangan yang sama > disampaikan pula oleh Fruin-Mees : Geschiedenis van Java, 1919, p. 16-20). > Kelihatannya Galuh Purba saat itu sudah menurun pamornya dan mungkin saja > sudah pindah ke Garut-Kawali, tersingkir oleh leluhur Sailendra. salam, > awang Budi Brahmantyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Untuk Kang Yudi dan mas > Edwin... Sebenarnya kerajaan-kerajaan Sunda tidak kalah pamor, lho. Menurut > suatu dokumen bernama Carita Parahyangan (yang belum semua sejarawan > mengakui keotentikannya), Kerajaan di Jawa Barat tidak pernah putus sejak > Tarumanegara, Kendan, Galuh, Sunda dan akhirnya Pajajaran. Bahkan menurut > dokumen itu, Sanjaya pendiri mataram Hindu adalah keturunan Galuh (bapak > Sanjaya adalah anak hasil perselingkuhan permaisuri Galuh, yang kemudian > menikah dengan Ratu Kalingga di Jawa Tengah). Hanya itu tadi, kerajaan2 > Sunda tidak banyak membuat prasasti atau candi(atau belum ditemukan; bisa > terkubur lahar, terbawa banjir bandang, longsor, dsb) sehingga sejarahnya > seakan-akan bagai kepingan-kepingan puzzle yang hilang. Bahkan kalau tidak > salah di dalam dokumen itu, Hayam Wuruk berkakek kandung orang Sunda. Itulah > sebabnya Hayam Wuruk tidak berani menganeksasi Sunda karena menghormati > leluhurnya. Tapi Gajah Mada termakan sumpahnya...sehingga terjadilah > pembantaian di lapangan Bubat itu. Menariknya cerita itu direkam pula oleh > orang-orang Bali dalam kidung-kidung Bali yang berjudul "Gaguritan Sunda". > Begitu katanya, entah benar, entah tidak... BB > > Maman Gantra > Jalan Salemba Tengah 51, > Jakarta 10440. > 0812-940-5441 > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed] PENTING..! attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member. dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa pencabutan membership. terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu mengupdate antivirusnya. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
