ah, ieu teh carita non atuh..?
ngabasakeun roh, ruh, arwah, jiwa, nafs teh teu puguh geuningan...

'roh', bahasa indonesia, asalna tina 'ruh' bahasa 'arab'.
ari 'arwah' jamak na 'ruh'.
tah ieu nu salah kaprah di bahasa indonesia.

terus ari istilah 'arwah' nu ditulis ku mang Ucup timana sumber na nya..?
naha bet nyebutkeun ari 'arwah' teh nyaeta jiwa nu geus ninggalkeun raga na?
"Sedangkan jiwa sudah meninggalkan raganya dalam bahasa Indonesia disebut 
"arwah".

salam...
ramdan
:-)




  ----- Original Message ----- 
  From: mangucup88 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, October 07, 2007 1:03 AM
  Subject: [kisunda] Satu Detik setelah Loe Koit ! - Bag. 3/3


  Banyak orang tidak yakin akan adanya jiwa di dalam tubuh kita, 
  maklum jiwa itu tidak bisa dilihat, tetapi anehnya di Indonesia ada 
  Dr Jiwa, Rumah Sakit Jiwa maupun Asuransi Jiwa, walaupun belum ada 
  satu orang pun yang pernah melihat jiwa. 

  Pertanyaan saya kapan jiwa/roh dari orang tsb akan keluar 
  meninggalkan tubuhnya? Apakah setelah ia tidak bernafas lagi? 
  Menurut beberapa kepercayaan dan pendapat orang, setelah orang itu 
  mati jiwa/roh dari orang tsb akan tetap berada melayang-layang 
  disekitar tubuhnya selama 72 jam oleh sebab itulah mereka tidak akan 
  mau menguburkan mayat tsb sebelum masa 72 jam ini lewat.

  Sedangkan menurut pendapat mang Ucup, orang itu meninggal dunia 
  (mati) apabila jiwanya sudah tidak bisa balik atau berhubungan lagi 
  dengan tubuhnya, jadi sudah benar-benar keluar dan putus hubungan 
  dari tubuh tsb. Kalau kita sudah keluar dari pintu untuk pindah ke 
  alam baka, kita tidak akan bisa balik lagi masuk kembali melalui 
  pintu yang sama. Orang yang mati suri pada umumnya belum keluar dari 
  pintu ini, mereka masih berada di dunia fana, mereka belum melewati 
  batas pintu kematian. 

  Kata jiwa dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa 
  Sansekerta "jiva" sedangkan kata roh diserap dari bahasa Arab Al-
  Ruh. Sedangkan Soul dalam bahasa Inggris diserap dari kata Jerman 
  Kuno "seula". Sedangkan jiwa sudah meninggalkan raganya dalam bahasa 
  Indonesia disebut "arwah".

  Jiwa dalam bahasa Arab disebut juga "al-nafs' seperti juga dalam 
  bahasa Ibrani "nefesy'. Kata ini identis dengan nafas, sebab Sang 
  Pencipta menciptakan manusia dengan cara meniupkan "nafas" kehidupan 
  kedalam raga manusiawi. Oleh sebab itu juga kata bernafas dalam 
  bahasa Jerman "atmen" diserap dari bahasa Sasenkerta "atman" yang 
  berarti jiwa. Sedangkan dalam bahasa Yunani "Psyche" maka dari itu 
  jurusan ilmu jiwa disebut Psikologi. 

  Keyakinan tentang keberadaannya jiwa bukan dibahas oleh para 
  agamaist saja melainkan sudah ribuan tahun sebelumnya dibahas dan 
  diakui juga oleh para filsuf besar Plato, Socrates maupun Rene 
  Descartes yang mengeluarkan pernyataan bahwa semuanya tidak ada yang 
  pasti, kecuali kenyataan, bahwa seseorang bisa berpikir. "Aku 
  berpikir maka aku ada" dalam bahasa Latin "Cogito ergo sum" atau 
  dalam bhasa Perancis "Je pense donc je suis".

  Mengenai jasad atau tubuh seseorang sudah jelas bahwa ia akan 
  kembali menjadi debu, tetapi kemana pergi jiwa/roh nya? Menurut 
  Prof. Dr. Werner von Braun Alm. seorang ilmuwan yang sangat piawai 
  sekali dalam hal pembuatan roket: "Saya percaya akan adanya 
  roh/jiwa, karena berdasarkan logika dari ilmu pengetahuan, tidak 
  mungkin sesuatu akan hilang begitu saja tanpa berbekas, kalau 
  tadinya ada nyawa di dalam tubuh kita, berarti nyawa tsb akan tetap 
  ada dan akan tetap hidup terus!"

  Banyak orang sudah berusaha untuk mengukur berdasarkan berat badan 
  orang hidup dan orang mati dan selisihnya inilah yang mereka 
  definisikan sebagai beratnya dari jiwa/roh. 

  Apakah mungkin jiwa/roh itu merupakan perasaan kita, seperti kasih 
  sayang, marah, sedih, senang, rasa cemburu? Karena perasaan juga 
  tidak bisa diukur dan ditimbang, disamping itu belum ada manusia 
  yang bisa menciptakan atau mendefinisikan secara exact perasaan itu 
  bagaimana! Kita bisa menciptakan robot yang serba canggih, tetapi 
  tidak mungkin manusia bisa menciptakan robot yang bisa mempunyai 
  perasaan, karena robot tidak mempunyai jiwa/roh. Maka dari itu juga 
  kata nafsu, seperti nafsu birahi, nafsu amarah dalam bahasa 
  Indonesia, diambil dari kata yang sama seperti jiwa "al-nafs" dalam 
  bahasa Arab.

  Walaupun demikian ada banyak orang yang berpendapat bahwa perasaan 
  itu adalah hasil produksi atau output dari daya pikir kita, maka 
  dari itu kalau otak dari orang tsb mati, maka matilah juga 
  perasaannya atau dalam arti kata lain tidak ada perasaan lagi 
  setelah kita mati atau tidak ada lagi kehidupan setelah mati. Aliran 
  yang mempercayai pendapat ini disebut Epiphänomenalismus. Apakah 
  bisa dibuktikan bahwa perasaan itu adalah hasil output dari daya 
  pikir kita? S/d detik ini tidak ada ilmuwan manapun juga yang bisa 
  melokalisir di bagian otak mana kita merasa senang, sedih ataupun 
  marah. 

  Menurut pendapat mang Ucup, otak kita bisa melaksanakan aktivitas 
  perasaan seperti menyayangi, senang, susah, sedih maupun marah, 
  tetapi penyebabnya bukanlah otak kita. Ini sama seperti TV, kita 
  bisa melihat film karena ada TV, tetapi TV itu sendiri tidak membuat 
  film, melainkan film dibuat di studio pemancar. Dan program tetap 
  berjalan terus walaupun TV tsb dipadamkan. Otak kita itu sama 
  seperti CPU dari computer, tetapi CPU tsb bukanlah programmer nya.

  Kalau jasad dan badan kita mati, berarti yang akan hidup terus ialah 
  arwah/roh/jiwa. Pertanyaan yang saya ingin ketahui dalam cara 
  bagaimana roh/jiwa ini bisa hidup terus.

  1. Apakah seperti dalam keadaan tidur atau seperti dalam keadaan 
  pingsan, jadi dalam keadaan pasiv?
  2. Apakah seperti pada saat kita lagi mimpi dimana kita bisa aktiv 
  melakukan kegiatan seperti dalam kehidupan sehari-hari ?
  3. Apakah mengulang lagi masa hidup yang lampau, jadi bisa bertemu 
  dengan kawan-kawan lama, maupun anggota keluarga yang sudah berada 
  di alam baka?
  4. Ataukah kita akan dilahirkan dalam bentuk dan wujud baru jadi 
  memulai sesuatu dari nol lagi?

  Berdasarkan pengalaman dari orang-orang yang pernah, bahkan sering 
  memanggil arwah, kemungkinan ke tiga lah yang sering dan mudah 
  dibuktikan. Karena kalau ia sudah dilahirkan kembali pasti arwahnya 
  tidak akan bisa dipanggil lagi, karena arwah tsb sudah berada di 
  dalam jasad atau tubuh baru, jadi tidak bisa keluar lagi dari 
  terminal. 

  Sedangkan kalau dalam keadaan tidur alias pasiv, tentu ia tidak akan 
  bisa aktiv berkomunikasi dengan orang yang memanggilnya. Tetapi 
  kemungkinan lainnya arwah dari orang yang sudah meninggal bisa 
  dipanggil kembali, karena mungkin arwah/roh tsb sedang menunggu 
  di "waitingroom" sebelumnya ia dilahirkan kembali, jadi masih belum 
  masuk ke tubuh atau jasad baru. Berapa lama ia harus menunggu di 
  waitingroom? Saya tidak tahu karena dalam soal ini saya belum 
  berpengalaman.

  Apabila rekan-rekan dan para pembaca belum bosan baca mengenai 
  masalah kematian; mungkin pada suatu saat, saya akan melanjutkan 
  untuk menulis pengalaman mereka yang sudah pernah mati alias Mati 
  Suri atau dalam bahasa Londonya disebut "Near Death Experience" 
  (NDE). Apa mungkin kita bisa Sightseeing sebagai tourist dengan 
  ticket PP ke dunia kematian ? Apa yang mereka telah lihat dan alami 
  disana ? Bagaimana rasanya mati itu ? 

  Mang Ucup
  Email: [EMAIL PROTECTED]
  http://www.friendster.com/mangucup
  Homepage: www.mangucup.net



   

[Non-text portions of this message have been removed]



PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke