ya udah...kan nunggu ijin dari admin/moderator pasti LAMA.... mendingan... personal message aja langsung....(bercinta aja kita berdua mang) hehehehe..........
tapi kalo si emang pengen jadi perhatian orang banyak yah itu seh lain lagu urusannya..........saya kembalikan pada apa yang ingin mang ucup sampaikan..... dan bagaimana moderator mempertimbangkannya......... yang jelas bagi saya..... apapun yang akan mang ucup berikan ke saya...selama bermanfaat akan saya ambil..... ok, mang ucup .... di antos mang..... --- In [email protected], Mang Ucup <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Hatur nuhun kangge komentarna > saran abdi kang Aman kedah belajar "Elmu Ngaluarkeun Sukma" (Out of Body Experience) > Mang Ucup tiasa ngajarkeun elmu ieu, tapi kedah dipasihan ijin heula ku pak moderator > mung abdi teu acan tiasa nulis ngangge basa Sunda nu sae > > Setelah ijin diberikan maka pelajaran Ilmu ini > hanya akan diposting ke milis Sunda saja, tetapi dalam bhs Indonesia > jadi khusus bagi member milis KiSunda just for U only > > WARNING! Bagi yang tidak kuat imannya sebaiknya tidak belajar ilmu ini sebab bahaya ! > > Baktos sim kuring > Mang Ucup > > ----- Ursprüngliche Mail ---- > Von: AmanK Maya Suara <[EMAIL PROTECTED]> > An: [email protected] > Gesendet: Sonntag, den 7. Oktober 2007, 17:51:22 Uhr > Betreff: Balasan: [kisunda] Satu Detik setelah Loe Koit ! - Bag. 3/3 > > mang ucup kalo begitu bagaimana mengetahui alam kematian itu? > > bagaimana sampai kesana selagi kita masih hidup? > > untuk membuktikan kebenaran? > > mangucup88 <[EMAIL PROTECTED] de> wrote: Banyak orang tidak yakin akan adanya jiwa di dalam tubuh kita, > maklum jiwa itu tidak bisa dilihat, tetapi anehnya di Indonesia ada > Dr Jiwa, Rumah Sakit Jiwa maupun Asuransi Jiwa, walaupun belum ada > satu orang pun yang pernah melihat jiwa. > > Pertanyaan saya kapan jiwa/roh dari orang tsb akan keluar > meninggalkan tubuhnya? Apakah setelah ia tidak bernafas lagi? > Menurut beberapa kepercayaan dan pendapat orang, setelah orang itu > mati jiwa/roh dari orang tsb akan tetap berada melayang-layang > disekitar tubuhnya selama 72 jam oleh sebab itulah mereka tidak akan > mau menguburkan mayat tsb sebelum masa 72 jam ini lewat. > > Sedangkan menurut pendapat mang Ucup, orang itu meninggal dunia > (mati) apabila jiwanya sudah tidak bisa balik atau berhubungan lagi > dengan tubuhnya, jadi sudah benar-benar keluar dan putus hubungan > dari tubuh tsb. Kalau kita sudah keluar dari pintu untuk pindah ke > alam baka, kita tidak akan bisa balik lagi masuk kembali melalui > pintu yang sama. Orang yang mati suri pada umumnya belum keluar dari > pintu ini, mereka masih berada di dunia fana, mereka belum melewati > batas pintu kematian. > > Kata jiwa dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa > Sansekerta "jiva" sedangkan kata roh diserap dari bahasa Arab Al- > Ruh. Sedangkan Soul dalam bahasa Inggris diserap dari kata Jerman > Kuno "seula". Sedangkan jiwa sudah meninggalkan raganya dalam bahasa > Indonesia disebut "arwah". > > Jiwa dalam bahasa Arab disebut juga "al-nafs' seperti juga dalam > bahasa Ibrani "nefesy'. Kata ini identis dengan nafas, sebab Sang > Pencipta menciptakan manusia dengan cara meniupkan "nafas" kehidupan > kedalam raga manusiawi. Oleh sebab itu juga kata bernafas dalam > bahasa Jerman "atmen" diserap dari bahasa Sasenkerta "atman" yang > berarti jiwa. Sedangkan dalam bahasa Yunani "Psyche" maka dari itu > jurusan ilmu jiwa disebut Psikologi. > > Keyakinan tentang keberadaannya jiwa bukan dibahas oleh para > agamaist saja melainkan sudah ribuan tahun sebelumnya dibahas dan > diakui juga oleh para filsuf besar Plato, Socrates maupun Rene > Descartes yang mengeluarkan pernyataan bahwa semuanya tidak ada yang > pasti, kecuali kenyataan, bahwa seseorang bisa berpikir. "Aku > berpikir maka aku ada" dalam bahasa Latin "Cogito ergo sum" atau > dalam bhasa Perancis "Je pense donc je suis". > > Mengenai jasad atau tubuh seseorang sudah jelas bahwa ia akan > kembali menjadi debu, tetapi kemana pergi jiwa/roh nya? Menurut > Prof. Dr. Werner von Braun Alm. seorang ilmuwan yang sangat piawai > sekali dalam hal pembuatan roket: "Saya percaya akan adanya > roh/jiwa, karena berdasarkan logika dari ilmu pengetahuan, tidak > mungkin sesuatu akan hilang begitu saja tanpa berbekas, kalau > tadinya ada nyawa di dalam tubuh kita, berarti nyawa tsb akan tetap > ada dan akan tetap hidup terus!" > > Banyak orang sudah berusaha untuk mengukur berdasarkan berat badan > orang hidup dan orang mati dan selisihnya inilah yang mereka > definisikan sebagai beratnya dari jiwa/roh. > > Apakah mungkin jiwa/roh itu merupakan perasaan kita, seperti kasih > sayang, marah, sedih, senang, rasa cemburu? Karena perasaan juga > tidak bisa diukur dan ditimbang, disamping itu belum ada manusia > yang bisa menciptakan atau mendefinisikan secara exact perasaan itu > bagaimana! Kita bisa menciptakan robot yang serba canggih, tetapi > tidak mungkin manusia bisa menciptakan robot yang bisa mempunyai > perasaan, karena robot tidak mempunyai jiwa/roh. Maka dari itu juga > kata nafsu, seperti nafsu birahi, nafsu amarah dalam bahasa > Indonesia, diambil dari kata yang sama seperti jiwa "al-nafs" dalam > bahasa Arab. > > Walaupun demikian ada banyak orang yang berpendapat bahwa perasaan > itu adalah hasil produksi atau output dari daya pikir kita, maka > dari itu kalau otak dari orang tsb mati, maka matilah juga > perasaannya atau dalam arti kata lain tidak ada perasaan lagi > setelah kita mati atau tidak ada lagi kehidupan setelah mati. Aliran > yang mempercayai pendapat ini disebut Epiphänomenalismus. Apakah > bisa dibuktikan bahwa perasaan itu adalah hasil output dari daya > pikir kita? S/d detik ini tidak ada ilmuwan manapun juga yang bisa > melokalisir di bagian otak mana kita merasa senang, sedih ataupun > marah. > > Menurut pendapat mang Ucup, otak kita bisa melaksanakan aktivitas > perasaan seperti menyayangi, senang, susah, sedih maupun marah, > tetapi penyebabnya bukanlah otak kita. Ini sama seperti TV, kita > bisa melihat film karena ada TV, tetapi TV itu sendiri tidak membuat > film, melainkan film dibuat di studio pemancar. Dan program tetap > berjalan terus walaupun TV tsb dipadamkan. Otak kita itu sama > seperti CPU dari computer, tetapi CPU tsb bukanlah programmer nya. > > Kalau jasad dan badan kita mati, berarti yang akan hidup terus ialah > arwah/roh/jiwa. Pertanyaan yang saya ingin ketahui dalam cara > bagaimana roh/jiwa ini bisa hidup terus. > > 1. Apakah seperti dalam keadaan tidur atau seperti dalam keadaan > pingsan, jadi dalam keadaan pasiv? > 2. Apakah seperti pada saat kita lagi mimpi dimana kita bisa aktiv > melakukan kegiatan seperti dalam kehidupan sehari-hari ? > 3. Apakah mengulang lagi masa hidup yang lampau, jadi bisa bertemu > dengan kawan-kawan lama, maupun anggota keluarga yang sudah berada > di alam baka? > 4. Ataukah kita akan dilahirkan dalam bentuk dan wujud baru jadi > memulai sesuatu dari nol lagi? > > Berdasarkan pengalaman dari orang-orang yang pernah, bahkan sering > memanggil arwah, kemungkinan ke tiga lah yang sering dan mudah > dibuktikan. Karena kalau ia sudah dilahirkan kembali pasti arwahnya > tidak akan bisa dipanggil lagi, karena arwah tsb sudah berada di > dalam jasad atau tubuh baru, jadi tidak bisa keluar lagi dari > terminal. > > Sedangkan kalau dalam keadaan tidur alias pasiv, tentu ia tidak akan > bisa aktiv berkomunikasi dengan orang yang memanggilnya. Tetapi > kemungkinan lainnya arwah dari orang yang sudah meninggal bisa > dipanggil kembali, karena mungkin arwah/roh tsb sedang menunggu > di "waitingroom" sebelumnya ia dilahirkan kembali, jadi masih belum > masuk ke tubuh atau jasad baru. Berapa lama ia harus menunggu di > waitingroom? Saya tidak tahu karena dalam soal ini saya belum > berpengalaman. > > Apabila rekan-rekan dan para pembaca belum bosan baca mengenai > masalah kematian; mungkin pada suatu saat, saya akan melanjutkan > untuk menulis pengalaman mereka yang sudah pernah mati alias Mati > Suri atau dalam bahasa Londonya disebut "Near Death Experience" > (NDE). Apa mungkin kita bisa Sightseeing sebagai tourist dengan > ticket PP ke dunia kematian ? Apa yang mereka telah lihat dan alami > disana ? Bagaimana rasanya mati itu ? > > Mang Ucup > Email: [EMAIL PROTECTED] com > http://www.friendst er.com/mangucup > Homepage: www.mangucup. net > > > > > > ------------ --------- --------- --- > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > Wissenswertes zum Thema PC, Zubehör oder Programme. BE A BETTER INTERNET-GURU! www.yahoo.de/clever > > [Non-text portions of this message have been removed] > PENTING..! attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member. dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa pencabutan membership. terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu mengupdate antivirusnya. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
