Assalamu'alaikum, Wr.Wb.

 

Sampurasun Ua,Mang tur kidulur sadaya anu linggih tur lenggah dina
payuneun Komputer.

Jisim nembean deui ngiring rame di milist kisunda, dumeh dina wanci nu
kapengker kamari jisim aya dina, kasibukan nu teu kahartos, anu
ngajanteunkeun ngadangu tur ngaos naon nu janten pagunem catur ku
kidulur sadaya wungkul.

Dina waktos ayeuna Jisim aya widi ti Illahi hakekatna, seja bade
ngalungkeun hiji permasalahan nu dina dangeut ayeuna nuju haneut di
obrolkeun ku sadaya para wargi, nu ngajanteunkeun Kota bandung nu
kasebatna Kota Parahyiangan tos teu kasebat kota tentrem deui sakumaha
wanci nu kalangkung kapungkur.

Jisim ngaraos isin ku kaayaan kota Bandung dina dangeut ayeuna, nu
janten wacana ku balarea. Mangga ayeuna mah ieu aya kabar mangkukna nu
dialungkeun ku milist tatanggi.

 

Mugia para sesepuh tur kidulur sadaya sugri tiasa maparin pituduh
kersana kanu tiasa ngarapihkeun kaayannna Kota Bandung ayeuna.

Kumargi Jisim uninga, nu ngiringan ieu milist ti para gegeden tur
inohong Patataran Sundana linggih.

 

Baktos,

 

Sulkan.

 

Coretan:

Punten teu di alih basa keun kana basa sunda.

 

        Kamis 25 Oktober 2007, Jam: 9:37:00
        
        BANDUNG (Pos Kota) - Awalnya geng motor hanya kumpulan anak-anak
        remaja yang hobi ngebut dengan motor, baik siang maupun malam 
        hari di Kota Bandung. Mereka melakukan balapan motor alias
        trek-trekan di jalanan umum. Tapi kini, geng motor kini sudah
        meresahkan masyarakat, karena sepak terjangnya makin beringas.
        
        Kelompok ini sekarang sudah menyebar ke berbagai wilayah, meski 
        organisasi induknya tetap berada di Kota Bandung, Jawa Barat.
        
        Untuk mengetahui, kenapa mereka berubah brutal dan jahat, kita
        mesti lebih dulu mengetahui latarbelakang organisasinya dan
        doktrin yang diterapkan saat mereka direkrut yang disebut
sumpah. 
        
        Setiap anggota geng motor dalam sumpahnya, harus berani melawan
        polisi berpangkat komisaris ke bawah. Anggota harus berani
        melawan orangtuanya sendiri. Sumpah terakhir, anggota harus
        bernyali baja dalam melakukan kejahatan. 
        
        Demikian tiga sumpah anggota geng motor di Bandung dalam buku
        putihnya yang ditemukan polisi pada tahun 1999. Dokumen setebal
        20 halaman yang diamankan Kapolwiltabes Bandung saat itu,
Kolonel
        (Kombes-Red) Yusuf Mangga Barani, nampaknya menjadi sumpah atau 
        patokan geng motor selama ini.
        
        4 GENG TERKENAL Berdasarkan penyelidikan, ada empat geng
terkenal
        di Kota Bandung, yakni Exalt To Coitus (XTC), Grab On Road
(GRB),
        Berigadir Seven (Briges) dan Mounraker yang pada hakikatnya 
        memiliki ideologi sama, mencetak anggota dari kalangan siswa SMP
        dan SMA menjadi remaja yang berperilaku jahat dan tak lepas dari
        tiga sumpah di atas. Anggota bukan saja laki-laki, tetapi banyak
        juga remaja putri yang senang ngumpul-ngumpul, berbaur dengan 
        putra.
        
        Merujuk dari tiga poin doktrin geng motor tersebut, dapat
        dimaklumi kalau mereka selalu berbuat jahat karena termotivasi
        doktrin yang ada di kumpulanya itu. Hanya saja, aksi kejahatan
        mereka kini semakin membabi buta. Bukan saja sebatas tawuran
atau 
        merampas sepeda motor, tapi mereka sudah berani merampok dan
        membunuh. Masalah kejahatan inilah yang kini jadi momok warga
        Bandung untuk keluar pada malam hari. Dan sering membuat
        kewalahan polisi untuk memberantasnya. 
        
        POTONG JARI Geng XTC berdiri pada tahun 1982 di Kota Bandung.
        Dengan menancapka bendera putih biru muda bergambarkan lebah itu
        awalnya didirikan sekelompok anak SMA swasta elite di kota ini.
        Rekruitmen anggota terus digenjot kelompok ini. Sehingga pada 
        usia belasan tahun geng ini mampu menarik anak sekolah dan
dengan
        cepat berkembang di daerah-daerah di Jawa Barat.
        
        Exalt To Coitas tercatat beranggotakan di atas 5.000 orang.
        Anggota ini tersebar mulai Kota Bandung, Kabupaten Bandung, 
        Ciamis, Garut, Tasikmlaya, Sumedang, Cianjur, Subang, hingga
        Cirebon dan Kuningan. Sejalan dengan tipe lebah, anggota geng
        tersebut selalu kompak bila ada anggotanya yang disakiti anggota
        geng lain. Bagaikan lebah, ketika disakiti, mereka terus memburu

        musuh-musuhnya yang menggangu kenyaman hidup mereka.
        
        Kami mengakui kalau XTC merupakan geng terbesar di Bandung
        dibanding tiga geng lainnya. Kekuatan semakin besar egonya pun
        tak ketulungan. Walau geng lain tak menggangu, XTC selalu
membuat 
        masalah, kata sejumlah pentolan geng motor yang menolak ditulis
        namanya.
        
        XTC geng motor yang terkuat saat ini. Jumlah anggota semakin
        bertambah, sehingga daerah jajahan nya pun semakin luas. Semula
        XTC hanya menguasai sejumlah ruas jalan di Kota Bandung mulai 
        Jalan Peta, Buahbatu, Gatot Subroto dan Jalan Diponogoro. Namun,
        belakangan, daerah kekuasaan geng ini semakin bertambah dan
mampu
        mencaplok daerah Jalan Dago, Pasteur hingga Kiaracondong.
        
        Dengan adanya eksvansi daerah kekuasaan ternyata banyak 
        menyinggung kewibawaan geng motor lainnya di Kota Bandung.
        Buntunya, percikan pertengkaran dan saling serang menyerang
terus
        terjadi meski harus menumbalkan nyawa anggotanya.
        
        Diakui atau tidak, geng XTC dimusuhi tiga geng lainnya. Ini
bukan 
        impian tapi kenyataan, kata para remaja di Bandung.
        
        Dalam membuat anggota baru, XTC memiliki cara tersendiri. Para
        anggota yang datang dari lingkungan sekolah SMP dan SMA selalu
        digodok di daerah Lembang selama empat hari untuk mengikuti 
        training loyalitas.
        
        Polisi jajaran Polwiltabes Bandung mencatat, training loyalitas
        yang diterapkan bukan berupa pelajaran sekolah, melainkan berupa
        penggojlokan fisik mulai ditendang diinjak dan dipukul. 
        Penyiksaan ala IPDN terhadap praja lebih ringan dibanding
        penyiksdaan di XTC. Dan cuplikan gambar tersebut ada di CD yang
        berhasil diamankan Polwiltabes, kata sejumlah anggota polisi.
        
        Yang lebih parah lagi, semua anggota baru yang lulus dalam uji 
        loyalitas, harus mengikuti tes terakhir ketika mereka pulang ke
        rumah. Tes itu berupa mengendarai sepeda motor Lembang-Bandung
        tanpa harus menggunakan rem. Latihan ini yang kini terus
        dikembang dalam aksi kejahatan perampasan perampokan dan 
        penyerangan di tengah jalan, kata dia. Anggota XTC memiliki
        keunikan tersendiri dalam organisasinya.
        
        Setiap orang mengundurkan diri dari keanggotaanya yang
        bersangkutan diharuskan potong jari kelingking. Upacara ini 
        menandakan kesetiaan seseorang terhadap geng. Luar biasa !
        
        MINUM DARAH ANJING Berbeda dengan geng motor Brigadir Seven
        (Briges) dalam merekrut anggota barunya. Tiga doktrin utama
        seperti musuhi polisi, lawan orang tua, dan berlaku jahat di 
        tengah malam terus dikembangkan pada tubuh geng yang semula
        beranggotakan siswa SMA 7 Bandung. Terhadap anggota baru,
        Komandan Briges terus melakukan uji nyali mulai keterampilan
        dalam beraksi hingga mereka diharuskan minum darah anjing dan 
        ayam. Konon, dua darah ini bisa menubuhhkan rasa berani pada
diri
        seseorang.
        
        Dengan keberaniannya dalam beraksi, Briges mengalami
perkembangan
        cukup lumayan. Di bawah bendera negera Jerman bergambarkan
        kelelawar hitam, Briges terus mengembangkan sayap dalam dunia
        geng hingga mengalami kekuatan kedua setelah XTC.
        
        Dalam dunia pergengan di Bandung, Briges yang berdiri pada tahun
        1980-an menempati posisi kedua dan sekaligus musuh bubuyutan
XTC. 
        
        Beberapa tahun belakangan, Briges berubah arti. Semula Brigadir
        Seven, tiba-tiba pada tahun 1999 berubah menjadi Brigadir
        Gestapu. Ketika nama Gestapu melekat pada kelompok mereka aksi
        brutalnya pun semakin menjadi-jadi. Setiap hari terus tawuran
dan 
        menyerang sekolah-kolah di Bandung. Tak kurang dari seminggu
tiga
        kali, Beriges selalu bentrok dengan XTC.
        
        Dalam pencaturan wilayah kekuasaan, Briges hanya mengendalikan
        beberapa jumlah ruas jalan yang ada di Bandung. Jalan Lengkong 
        Kecil dan Besar, tempat sekolah mereka berdiri, merupakan daerah
        kekuasaan utamanya yang tak bisa diganggu siapapun. Ketika
        nyalinya semakin tinggi, Jalan Asia Afrika berhasil diambilalih
        termasuk Jalan Sudirman kota Bandung. 
        
        Moonraker, geng motor yang beridiri pada tahun 1978. Para
pendiri
        geng ini merupakan siswa SMA yang ada di Jalan Dago yang
        mencintai dunia balapan motor pada waktu itu. Nama geng itu
        sendiri diambil dari judul film James Bond yang sedang naik daun

        pada waktu itu. Dalam pencaturan jumlah anggota geng ini di
bawah
        Briges. Kecilnya anggota bukan jadi ukuran dalam dunia
kejahatan.
        
        Anggota Moonraker sama saja dengan yang lain, beringas, ganas
dan
        selalu siap perang pada malam hari. Di bawah naungan bendera 
        merah putih biru bergambarkan kelelawar, Mounraker mampu
berkuasa
        di kota ini. Sepanjang Jalan Dago, Dipati Ukur dan Dago pojok
        merupakan wilayah kekuasaanya. Belakangan geng ini sering
bentrok
        dengan XTC menyusul sebagian wilayahnya telah dieksvansi geng 
        itu.
        
        Grab On Road (GRB) merupakan geng motor paling bontot di Kota
        Kembang. Anggota mayopritas anak SMP 2 yang memiliki hobi
balapan
        setiap malam. Di bawah bendera merah kining hitam, geng tetap
        berjalan meski anggotanya hanya sedikit dibanding tiga geng 
        lainnya.
        
        Daerah kekuasaan mereka sepanjang Jalan Sunda, Sumatera dan
        sekitarnya.
        
        Geng ini lamban dalam melakukan perkerutan anggota. Hal itu
        tertjadi karena pentolan pengurus masih anak SMP sehingga pola 
        pegembangan organisasdinya cukup lamban. Kejahatan, jangan
        ditanya. Beringasnya sama saja, kata polisi.
        
        INCAR EMPAT GENG Empat geng motor yang terus membuat kisruh di
        Bandung nyatanya turut mengundang amarah polisi. Tak 
        tanggung-tanggung, Kapolrtesta Bandung Tengah AKBP Mashudi
        menegaskan empat geng motor itu yang menjadi inacaran
kepolisian.
        Keempat geng ini incaran kami karena selalu bikin ulah,
        tandasnya.
        
        Polisi mengincar geng motor sangat dimalumi. Pasalnya, dalam dua

        bulan terakhir tercatat tiga warga tewas sia-sia akibat dibantai
        anggota geng motor. Sebut saja Asep siswa SMA tewas dibantai
        kemudian mayatnya dibuang ke sungai di Celenyi Kabupaten
Bandung.
        Kemudian sensi anak SMA tewas dibantai geng motor dan mayatnya 
        dibuang diselokan daerah margahayu raya. Korban ketiga PNS
Kanwil
        Bea Cukai Merak Banten
        
        Putu. Korban ini dibantai ketika sedang silaturahmi ke teannya
di
        Bandung.
        
        Aksi kejahatan yang dilakukan geng motor, lanjut Mashudi, sangat

        monoton. Mereka berkelompok menyergap merampas dan menguras
        hartanya. Bila melawan korban dihabisi. Geng ini tak mau
        bergerak sendirian, tegasnya. Dari fakta yang ada, lanjut dia,
        korban warga biasa (diluar anak sekolah) dibunuh ketiuka mereka 
        melawan. Alasan melakukan pembunuhan sangat enteng yaitu salah
        sasaran.
        
        Jika korban menimpa anak SMA itu murni dibantai karena adanya
        permusuhan antara geng. Korban terpaksa dibantai karena diduga
        menyakiti anggota geng lain, atau mengkhianati geng yang korban 
        masuki. Pengunglapan sangat a lot karena pelajar yang berhasil
        ditangkap selalu tutup mulut untuk ketika ditanya masalah
gengnya
        itu,.
        
        Berdasar bukti yang ada, anggota geng motor merupakan anak dari
        para pejabat yang ada di kota bandung. Melihat status sosial 
        orang tuanya, ada kesan polisi nampak menutup sebelah mata
        terhadap aksi kejahatan geng motor tadi. Namun, Kapolda Jabar
        Irjen Pol Sunarko, memberikan sinyal, supaya geng motor yang
        berulah diproses secara hukum. Tak peduli anak siapa dan 
        darimana, kalau bersalah proises sesuai hokum, tegas kapolda
        kemarin.
        
        BISA MEMBAHAYAKAN KRIMINOLOG Soedjono, berkomentar blak-blakan
        masalah geng motor ini. Dia mengaku blak-blakan atas keburutalan
        mereka. Jangan dibiarkan, bisa-bisa nantinya membahayakan! 
        
        Geng motor kata dia, merupakan wadah yang mampu memberikan
gejala
        watak keberingasan anak muda. Perkembangannya, tak lepas dari
        trend an mode yang sedang berlangsung saat itu. Aksi brutal itu
        perlu diredam. Mulanya berbuat jahat dari yang ringan seperti 
        bolos sekolah, lama-lama mencuri, merampok dan membunuh.
        Lumrahnya jika sudah berani jahat ada indikasi mereka
        mengkonsumsi narkoba, kata dia.
        
        Menyikapi masalah ancaman terhadap polisi, demikian Soedjono, 
        perlu dijadikan alat kaji diri untuk kepolsian. Ancaman mereka
        nampaknya serius karena anggota geng mengakui polisi merupakan
        penghalang utama dalam melakukan kejahatan. Mereka berlaku jahat
        ujung-ujungnya berusurasan dengan polisi. Makanya mereka benci 
        polisi, tuturnya.
        
        Begitu pun membenci melawan orang tua. Mereka sadar karena masih
        sekolah sumber keuangan ada di orang tua. Olehgkarenanya, jika
        orang tua tak memberi uang cukup, mereka terpoaksa membenci dan 
        mengancam orangtuanya tadi. Sedang aksi kejahatan berupa
        perampasan dan perampokan, merupakan jalan lain untuk
        m,endapatkan penghasilan. Pola piker seperti harus segera
        dihentikan,.
        
        Solusi konkret yang perlu ditempuh adalah, kepolisian haruis 
        konsisten memberantas mereka. Kemudian DInas pendidikan dan
        sekolah harus turut bergandeng tangan dengan polri dalam
        meminimalisir aksi kejahatan itu. Jangan ada kesan Diknas cuci
        tangan Karen ada polisi. Cuci tangan ini yang membahayakan, 
        katanya.
        
        TEMBAK DITEMPAT Kebrutalan geng motor bukan saja dirasakan pihak
        kepolisian. Warga pun kini mulai merasa gerah akan ulah mereka.
        Aksi mereka yang dilakukan tengah malam, membuat rasa takut
warga
        Bandung untuk jalan-jalan di malam hari. kami merasa tak nyaman
        malam hari di bandung. Khawatir geng motor nyerang dan merampas
        motor. Olehkarenya kami setuju kalau mereka yang berbuat jahat
        tembak ditempat saja, kata warga, Yunus,45,. 
        
        Hal sama diungkapkan tokoh masyarakat wilayah Bandung Timur. H.
        Muhamad Husein dengan tegas meminta supaya polisi bertyindak
        tegas kepada geng motor ketika melakukan aksi kejahatan. kami
        piker tak perlku pusing kalau sudah cukup bukti dan tertanghkap 
        basah berlaku jahat tembak mati saja, katanya.
        
        Tembak mati atau tembak melumpuhkan, merupakan stimulus jitu
        untuk memberikan efek jera pada meraka. Namun, action polisi
        mengarah ke penembakan itu belum, ada, sehingga ada kesan polri 
        sangat menutup mata akan kejahatan geng motor tadi. Geng motor
        yang diproses di perngadilan tak akan memberikan efek jera.
        Ketika pelaku divonis bebas, rekan-rekannya menyambut dan
        mengelu-eluka. Jika anggota geng motor ditangjap dan diadili
maka 
        anggota itu menjadi pahlawan, tegasnya.
        
        Olehkarenya, untuk memberikan rasa aman pada warga dan tamu luar
        kota yang dating ke bandung, tiondakan tegas kepada anggota geng
        motor harus segera dilakukan. Kami sangat prihatin bila ada tamu

        ke
        
        Bandung kemudian tewas dibantai geng motor. Mereak telah merusak
        citra kota Bandung, katanya, seraya menambahkan, warga luar
kotra
        yang ada di bandung waspadalah bila jalan-jalan pada tengah
        malam.
        
        . 

 

 



.

 
<http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=18550351/grpspId=1705065098/
msgId=4081/stime=1193389814/nc1=4430620/nc2=3848500/nc3=4763758> 




 
--------------------------------------------------------

This message (including any attachments) is only for the use of the person(s) 
for whom it is intended. It may contain Mattel confidential, proprietary and/or 
trade secret information. If you are not the intended recipient, you should not 
copy, distribute or use this information for any purpose, and you should delete 
this message and inform the sender immediately.


[Non-text portions of this message have been removed]



PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke