Laksamana Cheng Ho (1371-1433) atau lebih dikenal dengan nama Sam Pho Kong  
berasal dari propinsi Yunan yang lahir dengan nama Ma Ho/Ma He dari pasangan Ma 
Hazhie dan Wen, sebagai anak kedua. Kata Hazhie (ha-tche) ini identik dengan 
lafal kata "haji" (Haji Ma). Sedangkan nama Ma Ho diambil dari nama Nabi 
Muhammad SAW.
 
Kata Sam Pho Kong itu sendiri sebenarnya diserap dari gelar yang dimiliki oleh 
Cheng Ho. Sebab ia mendapat penghargaan dengan diangkat menjadi Thai Kam dengan 
gelar San Bao dlm dialek hokkian atau Sam Po. Seorang Thai Kam adalah seorang 
pejabat yang dekat dengan keluarga Kaisar. Sejak saat itulah Cheng Ho lebih 
dikenal dengan sebutan Sam Po Thai kam atau juga Sam Po Tay Djien atau Sam Po 
Toa Lang. Tay Djien /Toa Lang artinya orang berpangkat.
 
1415 M, dengan didampingi antara lain oleh Ma Huan seorang Muslim Tionghoa, 
mereka singgah dahulu di Kerawang, yang pada saat itu masih bernama 
"Kerawan-an" dalam bahasa Sunda, satu pelabuhan di muara sungai Citarum. 
Pelabuhan tsb merupakan pintu gerbang masuk utama dari laut untuk kerajaan 
Pajajaran yang memerintah dari abad VIII s/d XVI M, penerus dari pemerintahan 
kerajaan Tarumanegara.
 
Apabila dahulu kapal berlabuh maka kebutuhan yang paling pokok adalah "air" 
tawar untuk persediaan minum mereka, maka dari itulah permohonan pertama dari 
pihak anak buah Cheng Ho adalah air yang dalam bahasa Tionghoa adalah "cui", 
karena lafalnya orang Tionghoa sehingga kedengarannya oleh penduduk Sunda jadi 
"cai" yang s/d saat ini perkataan tsb. masih terus dipakai. Sedangkan air 
sungai Tarum, disebut "cui-tarum", mulailah dari situlah adanya nama sungai 
Ci-tarum, yang berakibat juga bagi nama sungai-sungai lainnya di Jawa Barat 
yang kebanyakan diawali dengan unsur kata "Ci", Ciliwung, Cikapundung, Cimanuk 
dsb.
 
Cheng Ho dan para anak buahnya yang pertama kalinya mengajarkan tatacara 
pertanian, perikanan, perternakan & pertukangan, sehingga dengan mana otomatis 
banyak kata-kata bahasa Tionghoa yang diambil alih seperti: pacul, woluku, 
seka, anglo dsb-nya, begitu dengan nama-nama sayuran seperti: cingcau, tauge, 
kangkung, tahu, pecai, mie, lobak, taoco, bakpau, baso, kecap, kwaci, bahkan 
untuk makanan utama Indonesia "sate" juga sebenarnya berasal dari kata bahasa 
Tionghoa yang berarti "tiga tingkat". Istilah "jung"  juga berasal dari kata 
"chuan" yang berarti perahu. Chia-kah = kaki telanjang tanpa sepatu.

Apabila diperkenankan oleh Moderator saya bersedia memposting artikel mengenai 
sejarah dan asal muasal kata-kata dalam Bahasa Indonesia, maklum tidak ditulis 
dalam bahasa Sunga

Mang Ucup
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net


        __________________________________  Ihr erstes Baby? Holen Sie sich 
Tipps von anderen Eltern.  www.yahoo.de/clever

Sikandar: Wayahna, Mang Ucup. Ti semet dieu mah kuring ngawajibkeun Mang Ucup 
posting dina basa Sunda. Mun Mang Ucup keukeuh posting dina basa Indonesia, ku 
kuring moal diloloskeun, duka pami diloloskeun ku nu sanes.


PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke