Berpetualang di Tebing Gunung Parang
Sabtu, 5 Juli 2008 | 12:49 WIB

Oleh Mukhamad Kurniawan

Di mana tebing batu andesit tertinggi di Indonesia? Jawabnya adalah di
Gunung Parang, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. Bagi para
petualang panjat tebing, Gunung Parang punya banyak medan yang
menantang untuk ditaklukkan.

Sejak dirintis pada tahun 1978, tiga tower Gunung Parang telah
dipanjat ribuan pemanjat tebing. Tahun 2007, sebanyak 1.875 pemanjat
tercatat datang melalui Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Kecamatan
Tegalwaru, kampung terdekat dengan tebing Gunung Parang.

Menurut Ketua Harian Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten
Purwakarta Deden Putra Darma Bhakti, puncak tower I memiliki
ketinggian 934 meter di atas permukaan laut (dpl) dan medan panjat
lebih dari 600 meter. Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan
tebing batu andesit lain, seperti di Lahat, Sumatera Selatan, yang
memiliki tinggi 630 meter, atau Gunung Unta di Kalimantan Tengah
dengan tinggi 600-an meter.

Tower II Gunung Parang hampir sama tinggi dengan tower I. Bentuknya
meruncing di bagian atas dan mirip senjata parang. Adapun tower III
lebih landai dan terlihat tumpul dari kejauhan.

Dua sisi lereng Gunung Parang memiliki karakter berbeda. Lereng timur
didominasi batu andesit yang curam dan terjal. Adapun lereng barat
lebih landai, berupa kombinasi bebatuan andesit dan cadas.

Akan tetapi, karena strukturnya dinilai rapuh, lereng barat tidak
dianjurkan untuk dipanjat. Lereng ini lebih cocok untuk pendakian
sebab landai dan lebih hijau karena ditumbuhi pohon besar yang dihuni
beraneka jenis kera.

Menantang

Struktur batuan andesit Gunung Parang yang keras dan "miskin" pegangan
terbilang sulit ditaklukkan daripada tebing lain. Pemanjat terkadang
hanya mengandalkan celah-celah air sebagai pegangan.

Medan panjatnya juga memiliki beragam tingkat kesulitan (grade), yaitu
dari 5.8 hingga 5.13. Tingkatan itu dibedakan berdasarkan kemiringan
tebing, pegangan, dan faktor lain yang memengaruhi pemanjatan, seperti
angin, aliran air, atau kontur batu medan panjat.

"Dengan kondisi itu, ada pemeo yang familiar di antara pemanjat
tebing, yaitu seorang pemanjat belum disebut rock climber jika belum
pernah mencoba tebing Parang," ujar Lukman Mulyana, Sekretaris FPTI
Purwakarta yang juga staf Bidang Promosi Badan Pariwisata Purwakarta.

Dengan karakter yang beragam, Gunung Parang sebenarnya menawarkan
lintasan yang bisa dilalui siapa saja, baik pemanjat profesional,
pemula, maupun masyarakat umum. Namun, untuk itu masih dibutuhkan
fasilitas pengaman yang memadai dan tenaga pemandu.

Sayangnya, sejak dirintis 30 tahun lalu, hingga kini belum ada
fasilitas tersebut. Karena itu, hanya kalangan tertentu yang
diperkenankan mencoba tantangan tebing Gunung Parang, atau minimal
para pemanjat pemula harus dipandu oleh tenaga profesional.

Lima jalur

Gunung Parang yang berjarak 28 kilometer dari pusat Purwakarta atau 79
kilometer dari Bandung bisa dicapai melalui lima jalur, empat di
antaranya melalui jalur darat. Jalur pertama melalui jalan Desa
Cilalawi, Kecamatan Sukatani, menuju Desa Panyindangan. Kedua, jalan
desa Cilalawi-Sukamulya yang sebagian berupa jalan setapak.

Ketiga, jalur Batutumpang-Sukamulya. Keempat, jalur
Tegalwaru-Cisarua-Pasanggrahan yang bisa ditempuh dengan kendaraan
bermotor atau mobil off-road. Jalur kelima melalui perairan Waduk Ir H
Djuanda Jatiluhur, yaitu dari Serpis di Desa Jatimekar, Kecamatan
Jatiluhur, menuju perairan Bihbul di Desa Panyindangan, Kecamatan
Sukatani.

Jalur terakhir populer di kalangan pemanjat tebing Gunung Parang pada
era tahun 1980-an atau ketika beberapa jalur darat belum dibuka.
Namun, jalur ini kini juga sering ditawarkan penyedia jasa wisata
adventure di kawasan Jatiluhur sebagai salah satu paket perjalanan
berpetualang.

Citation: 
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/05/12492416/berpetualang.di.tebing.gunung.parang

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke