Makanan Terbaik Penurun Kolesterol 

Bubur gandum, makanan sehat untuk menurunkan kolesterol.   
Rabu, 11 Juni 2008 | 16:55 WIB 

KEBIASAAN dan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari berperan penting
dalam memengaruhi kadar kolesterol darah Anda. Semakin baik pola dan
kualitas makanan Anda sehari-hari, tentu makin terjaga pula keseimbangan
kolesterol dan kesehatan Anda secara keseluruhan . 

Bagi Anda yang ingin terhindar dari masalah kolesterol ada baiknya mulai
mempertimbangkan makanan sehat antikolesterol. Berikut adalah lima makanan
terbaik menurut Mayo Clinic yang membantu menurunkan kolesterol dan
melindungi jantung serta pembuluh darah Anda.

1. Bubur gandum/oatmeal 
Oatmeal mengandung serat  larut (soluble fiber) yang dapat menurunkan
kolesterol buruk (low-density lipoprotein /LDL) Anda. Soluble fiber juga
ditemukan pada jenis makanan lain seperti kacang ginjal (kidney beans),
apel, buah pir, barley, dan buah prune. Serat yang larut diyakini mampu
menurunkan penyerapan kolesterol dalam pencernaan Anda. Mengonsumsi 10 gram
lebih serat larut setiap hari dapat menurunkan kadar  total LDL.  Setiap 1
1/2 cangkir oatmeal matang yang Anda makan mengandung 6 gram serat.  Jika
Anda tambahkan  buah seperti  pisang, Anda menambah 4  gram lebih  serat .  

2. Kacang walnuts, almonds dan jenis lainnya
Berbagai studi menunjukkan, walnut secara signifikan menurunkan kolesterol
dalam darah.  Kacang ini mengandung banyak asam lemak tak jenuh ganda
(polyunsaturated fatty acids) yang dapat membuat pembuluh darah tetap sehat
dan elastis.  Kacang Almond juga memiliki faedah yang tidak terlalu beda, di
mana penurunan kolesterol dapat Anda rasakan setelah sekitar empat minggu.

Diet untuk menurunkan kolesterol dengan 20 persen sumber kalori berasal dari
walnut  diklaim dapat  menurunkan kadar kolesterol LDL hingga 12 persen.
Kacang-kacangan umumnya berkalori tinggi sehingga dengan hanya sekitar
segenggam (tidak lebih dari 2 ons atau 57 gram) akan memberi faedah. 

Namun perlu diingat, ketika Anda mengonsumsinya dengan makanan lain jangan
berlebihan.  Makan berlebih  justru membuat Anda  kegemukan dan memicu
risiko jantung.

3. Ikan dan asam lemak omega-3
Banyak riset yang mendukung manfaat mengonsumsi ikan dalam menurunkan
kolesterol karena ikan kaya kandungan asam lemak omega-3.  Asam lemak
Omega-3 juga  membantu jantung dengan beragam cara seperti menurunkan
tekanan darah  dan menekan risiko pembekuan darah.  Pada pasien yang sudah
mengalami serangan jantung, minyak ikan atau asam lemak omega-3  secara
signifikan menurunkan risiko kematian mendadak .

Para dokter biasanya merekomendasikan untuk memakan ikan minimal dua kali
dalam semingguu. Sumber makanan yang kaya  omega-3 terdapat pada  makarel,
ikan herring, sarden, tuna albacore dan salmon. 

Perlu diingat, untuk mempertahankan faedah ikan bagi kesehatan, sebaiknya
ikan dipanggang atau dibakar dalam oven.  Jika tidak suka ikan,  Anda juga
bisa mempeoleh omega-3 dari makanan lain seperti  ground flaxseed atau
canola oil.

Anda juga dapat memperoleh  omega-3 atau minyak ikan dari suplemen, tetapi
tentu tidak akan mendapatkn semua nutrien penting dalam ikan seperti
selenium. Bila Anda memutuskan memakan suplemen, ingatlah untuk tetap
memperhatikan pola makan Anda dan  makanlah daging yang rendah lemak atau
sayuran untuk menggantikan ikan. 

4. Minyak Zaitun/Olive Oil
Minyak Zaitun atau olive oil mengandung  campuran antioksidan potensial yang
dapat menekan kolesterol tanpa mengganggu kadar kolesterol  baik (HDL) Anda
.

Badan Pengawas Makanan AS (FDA) merekomendasikan untuk mengonsumi sekitar  2
sendok makan (23 gram) olive oil setiap hari untuk menjaga jantung tetap
sehat. Untuk menambah olive oil dalam daftar menu, Anda bisa mencampunya
dengan sayuran, bumbu cair, atau mencampurnya dengan cuka sebagai pelengkap
salad. Anda juga dapat menggunakan olive oil as sebagai pengganti mentega
ketika memoles daging.

Beberapa riset menyarankan bahwa  efek olive oil dalam menurunkan kolesterol
akan lebih besar jika Anda memilih extra-virgin olive oil atau minyak zaitun
ekstra murni. Minyak jenis ini tidak melewati proses pengolahan dan
penambahan zat kimia yang diyakini mengandung lebih banyak antioksidan
menyehatkan. Sebaiknya hindari "light" olive oil karena  biasanya jenis  ini
sudah melewati beragam proses pengolahan sehingga faedahnya tidak akan
maksimal. 

5. Makanan yang difortifikasi atau diperkaya sterol dan stanol tumbuhan.
Banyak makanan yang kini telah difortifikasi dengan sterol atau stanol - zat
dalam tumbuhan yang membantu menahan penyerapan kolesterol.

Margarin, jus jeruk, atau yogurt ada yang sudah difortifikasi dengan sterol
yang bisa menurunkan  LDL kolesterol hingga 10 persen. Jumlah sterol
tumbuhan yang dibutuhkan untuk mencapai target itu sedikitnya 2 gram yang
setara dengan dua porsi (237 mililter) jus jeruk dengan fortifikasi sterol
dalam sehari.

Sterol atau stanol tumbuhan yang ditambahkan dalam makanan  tidak akan
memengaruhi kadar trigliserida atau pun HDL. Sterol atau stanol juga tidak
akan mengganggu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak seperti A, D, E
and K. 

AC 
Sumber : Mayo Clinic 
 

 

<<ATT00002.jpg>>

Kirim email ke