Salah satu kegiatan pengajian wargi PWS - Medan

Katakanlah, 

''Siapakah yang dapat melindungi kamu dari takdir Allah jika Dia menghendaki 
bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?'' Dan orang-orang munafik 
itu tidak memperoleh pelindung dan penolong selain Allah.'' (QS Al-Ahzab [33]: 
17).

Setiap peristiwa yang terjadi di muka bumi ini, entah itu bencana maupun 
rahmat, disikapi dengan berbeda-beda antara orang satu dan lainnya. Banyak yang 
mengeluh, tapi tak kurang juga yang bersyukur. 

Paling tidak ada tiga sikap yang selayaknya dijalani, bukan sebagian, tapi 
semuanya. 

Pertama, mempercayai bahwa apa yang terjadi adalah takdir Allah. Ketika hal ini 
yang kita lakukan, semestinya tidak ada lagi keluhan dan protes. Sekaligus 
mengukuhkan keimanan dengan percaya pada qada dan qadar. 

Takdir Allah adalah apa yang terjadi terhadap tiap-tiap manusia yang telah 
ditulis di Lauhul Mahfudz. 

Sikap mempercayai kejadian sebagai takdir dari Allah SWT, sebaiknya diteruskan 
dengan sikap kedua.

Yakni, mengambil hikmah kejadian. 
Allah SAW bersabda, 

''Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidaklah 
pula sama orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh dengan 
orang-orang yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil hikmah (pelajaran).'' 
(QS Al-Mu'min [40]: 58).

Setiap kejadian, selain takdir, pasti mempunyai hikmah. Ketika kita kalah dalam 
kompetisi sebuah jabatan, misalnya, selain takdir, kita harus bisa mengambil 
hikmah dari semuanya. 

Ketika kalah, kita bisa lebih mengingat Allah SWT. 
Ketika kalah, sesungguhnya kita diselamatkan Allah dari banyak masalah yang 
bakal kita terima ketika menang. 

Sungguh Allah telah menyiapkan berbagai hikmah kehidupan, bagi orang-orang yang 
berpikir.

Ketiga, melakukan pembelajaran. Sebagai makhluk Allah yang paling sempurna, 
kita bisa mengevaluasi apakah 'strategi ' hidup kita sudah benar? 

Seluruh pertanyaan tersebut harus dijawab dengan jujur untuk pembelajaran dan 
perubahan. 

Bukankah Allah telah berjanji.'

'.... Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga 
mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah 
menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat 
menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.'' (QS 
Ar-Ra'd [13]:11). 

Wallahu a'lam bish-shawab. 

Paguyuban Wargi Sunda - Medan
http://www.pwsmedan.blogspot.com/
 
 
 <marquee>Paguyuban Wargi Sunda - Medan      


      

Kirim email ke