Punten kang. Metode penelitian nu dimaksad nembe aya di proposal penelitian, ieu kutipanana...
Karena kompleksitas permasalahan maka metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini terdiri dari beberapa metode disesuaikan dengan karakteristik objek kajian. Untuk menelusuri dan menganalisis sumber-sumber kajian konsep estetika budaya rupa Sunda dipakai metode Bujangga Manik[1] (analisis deskriptif), sedang untuk meneliti aspek kesejarahan lokasi studi kasus, dipakai metoda historis. Untuk membuat interpretasi dari makna estetika dari objek yang dikaji, metode penelitian yang dipergunakan adalah kirata, yaitu konsep lokal budaya Sunda untuk hermeunetika. Menurut Ajip Rosidi (Edi S. Ekadjati 1984: 157), kirata adalah cara memberikan tafsiran kepada nama, tempat, peristiwa, benda ataupun sifat. 1.Bujangga Manik (nama aslinya Pangeran Jaya Pakuan atau Amang Layaran, seorang pangeran dari kerajaan Pakuan Pajajaran abad 15 yang melakukan pengembaraan ke seluruh wilayah pulau Jawa dan Bali. Seluruh pengalamannya ia tulis dan naskahnya ditemukan di perpustakaan Oxford Inggris dan kemudian diterjemahkan oleh peneliti budaya Sunda klasik, J.J Noordyun. _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Roza Rahmadjasa Mintaredja Sent: 04 Agustus 2008 2:48 To: [email protected] Subject: Re: [kisunda] bujangga manik nuhun kg MJ, parantos dibukaan..rada baluweng tah di gembolan mana? seratan di media sae tah, wilujeng...upami tiasa mah MJ pang attachment keun atuh, da uin mah rada gaptek yeuh.......oca tea.... http://geocities.com/mangjamal http://mangjamal.multiply.com ------------------------------------ Yahoo! Groups Links http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ Individual Email | Traditional http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join (Yahoo! ID required) mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] http://docs.yahoo.com/info/terms/ _____ [1]Bujangga Manik (nama aslinya Pangeran Jaya Pakuan atau Amang Layaran, seorang pangeran dari kerajaan Pakuan Pajajaran abad 15 yang melakukan pengembaraan ke seluruh wilayah pulau Jawa dan Bali. Seluruh pengalamannya ia tulis dan naskahnya ditemukan di perpustakaan Oxford Inggris dan kemudian diterjemahkan oleh peneliti budaya Sunda klasik, J.J Noordyun.
