Korupsi Dicegah Sejak Dini Lewat Rencana Aksi
"Solusi Jabar" Diluncurkan

BANDUNG, (PR).-
Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Kemerdekaan RI
diharapkan mampu mewujudkan peningkatan kualitas hidup dan
kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jabar
Ahmad Heryawan pada upacara peringatan HUT ke-63 Kemerdekaan RI
tingkat Prov. Jabar di Lapangan Gasibu Bandung, Minggu (17/8).

Saat ini, Jabar dan negara Indonesia secara umum masih menghadapi
masalah kemiskinan dan pengangguran, masalah sosial, lingkungan, dan
lainnya. Menurut Gubernur, akar masalah itu adalah kualitas sumber
daya manusia yang katanya akan dibenahi dengan berbagai program pada
APBD 2009 dan program lainnya yang diberi slogan "Solusi Jabar" atau
"Jabar Solution".

Menurut Heryawan, pembenahan itu utamanya akan dilakukan di bidang
pendidikan dan kesehatan. Perbaikan bidang pendidikan diharapkan
tercapai dengan dialokasikannya anggaran minimal 20 persen dari APBD
Jabar 2009. Anggaran itu dialokasikan untuk program-program seperti
"Jabar Bebas Putus Jenjang Sekolah" dan peningkatan kesejahteraan bagi
guru di daerah terpencil dan perbatasan.

Di bidang kesehatan, menurut Heryawan, sasaran utamanya adalah
penurunan angka kematian bayi dan ibu melahirkan. Program yang akan
diterapkan antara lain penambahan penempatan tenaga bidan di daerah
perdesaan.

Ia menjelaskan, untuk mengentaskan kemiskinan akan diupayakan
perluasan penciptaan lapangan kerja melalui pembinaan usaha mikro,
kecil, dan menengah. Selain itu, ia menjanjikan pada 2009 akan
diluncurkan program "Gerakan Multi Aktivitas Agribisnis" (Gemar) yang
diharapkan mendongkrak produktivitas pertanian dan penyerapan tenaga
kerja di sektor pertanian.

Selain itu, ia berjanji akan menghilangkan korupsi yang telah menjadi
sumber utama keterpurukan bangsa. Itu akan dilakukan melalui
pencegahan sejak dini peluang melakukan korupsi yang dituangkan dalam
Rencana Aksi Daerah Pemberantasan Korupsi (RAD-PK) Jabar.

Solusi-solusi itu dikatakannya bisa juga menjadi solusi bangsa untuk
bangkit dari keterpurukan. Itu diharapkan sebagai wujud upaya mengisi
kemerdekaan untuk mencapai kemerdekaan yang hakiki yaitu ketika
seseorang dapat beribadah, merdeka dari rasa lapar, dan merdeka dari
rasa takut.

Untuk itu, ia mengharapkan masyarakat Jabar juga bisa tetap optimistis
dan bisa bersama-sama bekerja. "Kita ajak masyarakat untuk optimistis,
jangan pesimistis. Kalau kita semua berniat baik dan kerja keras,
mudah-mudahan akan ada kemudahan untuk kemajuan Jabar," katanya kepada
wartawan seusai upacara.

Rp 100 juta

Upacara puncak itu dihadiri unsur Muspida Jabar, legiun veteran, dan
masyarakat. Letkol Inf. Sidharta Wisnu Graha yang merupakan Komandan
Sekolah Para Pusdikpassus menjadi Komandan Upacara. Pada malam
menjelang upacara, Sabtu (16/8), Gubernur dan berbagai unsur
masyarakat melakukan pawai obor yang dimulai dari halaman Gedung
Pakuan Jln. Oto Iskandardinata Bandung. Tepat pukul 24.00 WIB, digelar
Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Cikutra
Bandung dengan Inspektur Upacara Kapolda Jabar Irjen Pol. Susno
Duadji.

Seusai upacara puncak, dilakukan penandatanganan sampul hari pertama
pembuatan prangko seri Lambang Provinsi Jabar oleh Gubernur. Selain
Jabar, ada tujuh provinsi lain yang akan memiliki prangko seri lambang
provinsinya masing-masing pada tahun ini.

Pembuatan prangko khas Jabar itu merupakan yang kedua kalinya.
Sebelumnya, Jabar pun telah dibuatkan prangko seri Gedung Sate. Setiap
tahunnya, pembuatan prangko seri lambang provinsi dilakukan bergiliran
dengan provinsi lain di seluruh Indonesia.

Sebelum upacara yang menjadi acara puncak, rangkaian kegiatan itu
telah dilakukan sejak Jumat (15/8). Rangkaian acara pun ditutup dengan
pesta kembang api dan panggung hiburan rakyat. Menurut Kepala Biro
Umum Prov. Jabar Daud Achmad, seluruh rangkaian acara menelan anggaran
Rp 100 juta.

Jakarta

Di Istana Merdeka Jakarta, dentuman meriam sebanyak 17 kali menandai
detik-detik Peringatan HUT ke-63 Kemerdekaan RI, Minggu (17/8) pagi.
Jika tahun sebelumnya para mantan Presiden RI tidak hadir, kali ini
mantan Presiden K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi satu-satunya
yang memenuhi undangan itu.

Gus Dur hadir di Istana Merdeka bersama istrinya, Ny. Sinta Nuriyah.
Gur Dur mengatakan, kehadirannya di Istana Merdeka untuk memenuhi
undangan kenegaraan.

Setiap tahun, Sekretariat Negara melayangkan surat undangan kepada
para mantan presiden dan keluarganya untuk menghadiri upacara
peringatan kemerdekaan. Dari keluarga mantan Presiden Soekarno, ada
Guruh Soekarnoputra dan Rachmawati Soekarnoputri yang menghadiri
upacara peringatan Kemerdekaan RI di Istana Merdeka. Sementara itu,
keluarga mantan Presiden Soeharto tidak ada yang hadir. Begitu juga
mantan Presiden B.J. Habibie tidak hadir pada upacara kemarin. Mantan
Presiden Megawati Soekarnoputri, untuk kesekian kalinya tidak hadir
dalam peringatan Kemerdekaan RI di Istana Merdeka.
(A-160/A-109/A-130)***

Citation: 
http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&id=28499

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke