Hal anu lumrah jeung bisa kaharti kalayan jelas, upama nomong soal kamiskinan make angka-angka. Jigana para pamingpin urang can biasa upama landasan/dadasar kawijakanana make statitik data/angka. Padahal jaman kiwari sagala kudu "terarah dan terukur". Jiga hasil pilkada, bisa diprediksi kalayan akurat ku lembaga survey. Contona, pan aya alat ukur kasejahteraan hiji propinsi, nyaeta HDI (Human Develompent Index). Gubernur kudu wani ngomong taun hareup angka pangangguran bisa turun jadi 12 %. Jadi jelas alat ukur jeung pencapaian hiji program. Lamun sakadar ngomong wae mah, sarua jeung wadul, teu bisa dipertanggung jawabkeun. jang naon atuh di lingkungan birokrasi loba jalma pinter (doktor, magister), tapi teu bisa "memprediksi" sacara akurat program-program anu rek dilaksanakeun. Kudu siga "ugeran" urang Kanekes atuh dina cara berpikirna, "panjang teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung". baktos, mrachmatrawyani
--- On Wed, 8/20/08, Tirta widjaja <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Tirta widjaja <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [kisunda] "SOLUSI Jabar"? To: [email protected] Date: Wednesday, August 20, 2008, 8:14 AM Syukur lah geus gaduh program, jadi boga arah, jelas nu rek diudag, kantun sasarengan masihan kontribusi.. ...sugan mun Jabar unggul nepa ka Banten terus ka western of the Central of Java. wilujeng ~ experientia docet sapientiam ~ ----- Original Message ---- From: mh <[EMAIL PROTECTED] com> To: kisunda <[EMAIL PROTECTED] .com>; baraya_sunda@ yahoogroups. com; [EMAIL PROTECTED] ups.com Sent: Sunday, August 17, 2008 17:38:30 Subject: [kisunda] "SOLUSI Jabar"? Korupsi Dicegah Sejak Dini Lewat Rencana Aksi "Solusi Jabar" Diluncurkan BANDUNG, (PR).- Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Kemerdekaan RI diharapkan mampu mewujudkan peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan pada upacara peringatan HUT ke-63 Kemerdekaan RI tingkat Prov. Jabar di Lapangan Gasibu Bandung, Minggu (17/8). Saat ini, Jabar dan negara Indonesia secara umum masih menghadapi masalah kemiskinan dan pengangguran, masalah sosial, lingkungan, dan lainnya. Menurut Gubernur, akar masalah itu adalah kualitas sumber daya manusia yang katanya akan dibenahi dengan berbagai program pada APBD 2009 dan program lainnya yang diberi slogan "Solusi Jabar" atau "Jabar Solution". Menurut Heryawan, pembenahan itu utamanya akan dilakukan di bidang pendidikan dan kesehatan. Perbaikan bidang pendidikan diharapkan tercapai dengan dialokasikannya anggaran minimal 20 persen dari APBD Jabar 2009. Anggaran itu dialokasikan untuk program-program seperti "Jabar Bebas Putus Jenjang Sekolah" dan peningkatan kesejahteraan bagi guru di daerah terpencil dan perbatasan. Di bidang kesehatan, menurut Heryawan, sasaran utamanya adalah penurunan angka kematian bayi dan ibu melahirkan. Program yang akan diterapkan antara lain penambahan penempatan tenaga bidan di daerah perdesaan. Ia menjelaskan, untuk mengentaskan kemiskinan akan diupayakan perluasan penciptaan lapangan kerja melalui pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah. Selain itu, ia menjanjikan pada 2009 akan diluncurkan program "Gerakan Multi Aktivitas Agribisnis" (Gemar) yang diharapkan mendongkrak produktivitas pertanian dan penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian. Selain itu, ia berjanji akan menghilangkan korupsi yang telah menjadi sumber utama keterpurukan bangsa. Itu akan dilakukan melalui pencegahan sejak dini peluang melakukan korupsi yang dituangkan dalam Rencana Aksi Daerah Pemberantasan Korupsi (RAD-PK) Jabar. Solusi-solusi itu dikatakannya bisa juga menjadi solusi bangsa untuk bangkit dari keterpurukan. Itu diharapkan sebagai wujud upaya mengisi kemerdekaan untuk mencapai kemerdekaan yang hakiki yaitu ketika seseorang dapat beribadah, merdeka dari rasa lapar, dan merdeka dari rasa takut. Untuk itu, ia mengharapkan masyarakat Jabar juga bisa tetap optimistis dan bisa bersama-sama bekerja. "Kita ajak masyarakat untuk optimistis, jangan pesimistis. Kalau kita semua berniat baik dan kerja keras, mudah-mudahan akan ada kemudahan untuk kemajuan Jabar," katanya kepada wartawan seusai upacara. Rp 100 juta Upacara puncak itu dihadiri unsur Muspida Jabar, legiun veteran, dan masyarakat. Letkol Inf. Sidharta Wisnu Graha yang merupakan Komandan Sekolah Para Pusdikpassus menjadi Komandan Upacara. Pada malam menjelang upacara, Sabtu (16/8), Gubernur dan berbagai unsur masyarakat melakukan pawai obor yang dimulai dari halaman Gedung Pakuan Jln. Oto Iskandardinata Bandung. Tepat pukul 24.00 WIB, digelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Cikutra Bandung dengan Inspektur Upacara Kapolda Jabar Irjen Pol. Susno Duadji. Seusai upacara puncak, dilakukan penandatanganan sampul hari pertama pembuatan prangko seri Lambang Provinsi Jabar oleh Gubernur. Selain Jabar, ada tujuh provinsi lain yang akan memiliki prangko seri lambang provinsinya masing-masing pada tahun ini. Pembuatan prangko khas Jabar itu merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, Jabar pun telah dibuatkan prangko seri Gedung Sate. Setiap tahunnya, pembuatan prangko seri lambang provinsi dilakukan bergiliran dengan provinsi lain di seluruh Indonesia. Sebelum upacara yang menjadi acara puncak, rangkaian kegiatan itu telah dilakukan sejak Jumat (15/8). Rangkaian acara pun ditutup dengan pesta kembang api dan panggung hiburan rakyat. Menurut Kepala Biro Umum Prov. Jabar Daud Achmad, seluruh rangkaian acara menelan anggaran Rp 100 juta. Jakarta Di Istana Merdeka Jakarta, dentuman meriam sebanyak 17 kali menandai detik-detik Peringatan HUT ke-63 Kemerdekaan RI, Minggu (17/8) pagi. Jika tahun sebelumnya para mantan Presiden RI tidak hadir, kali ini mantan Presiden K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi satu-satunya yang memenuhi undangan itu. Gus Dur hadir di Istana Merdeka bersama istrinya, Ny. Sinta Nuriyah. Gur Dur mengatakan, kehadirannya di Istana Merdeka untuk memenuhi undangan kenegaraan. Setiap tahun, Sekretariat Negara melayangkan surat undangan kepada para mantan presiden dan keluarganya untuk menghadiri upacara peringatan kemerdekaan. Dari keluarga mantan Presiden Soekarno, ada Guruh Soekarnoputra dan Rachmawati Soekarnoputri yang menghadiri upacara peringatan Kemerdekaan RI di Istana Merdeka. Sementara itu, keluarga mantan Presiden Soeharto tidak ada yang hadir. Begitu juga mantan Presiden B.J. Habibie tidak hadir pada upacara kemarin. Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, untuk kesekian kalinya tidak hadir dalam peringatan Kemerdekaan RI di Istana Merdeka. (A-160/A-109/ A-130)*** Citation: http://newspaper. pikiran-rakyat. co.id/prprint. php?mib=beritade tail&id=28499 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com
