Abdi sapagodos sareng kang Oman.
 
Tarum

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari



Tarum





Klasifikasi ilmiah





Kerajaan:
Plantae


Divisi:
Magnoliophyta


Kelas:
Magnoliopsida


Ordo:
Fabales


Famili:
Fabaceae


Subfamili:
Faboideae


Bangsa:
Indigofereae


Genus:
Indigofera


Spesies:
I. tinctoria


Nama binomial

Indigofera tinctoria
L.

Tarum (dari bahasa Sunda), nila, atau indigo (Indigofera, suku polong-polongan 
atau Fabaceae) merupakan tumbuhan penghasil warna biru alami. Orang Jawa 
menyebutnya sebagai tom. Penggunaan zat pewarna pakaian ini terutama dilakukan 
dalam pembuatan batik atau tenun ikat tradisional dari Nusantara. Zat pewarna 
indigo, sebagai produk dari tumbuhan ini, juga merupakan komoditi dagang yang 
penting.
 
Tarum digunakan untuk berbagai jenis tumbuhan penghasil warna biru, kebanyakan 
dari marga Indigofera. Tarum yang sejati adalah I. tinctoria. Warna biru indigo 
diperoleh dari rendaman daun (dalam jumlah banyak). Akar tarum atau tarum areuy 
yang juga sering dipakai orang adalah Marsdenia tinctoria.
 
Warna biru dihasilkan dari perendaman daun selama semalam. Setelah semalam akan 
terbentuk lapisan di atas yang berwarna hijau atau biru. Cairan ini lalu 
direbus, lalu dijemur hingga kering.
 
Tumbuhan ini sangat baik karena menyuburkan tanah dan dapat menahan erosi.

Batik dan tarum
Pada mulanya para pengusaha batik menggunakan pewarna alami untuk mewarnai kain 
batik mereka, yang terbesar berasal dari warna tarum. Kemudian zat pewarna 
buatan didatangkan dan diperkenalkan kepada para pengusaha batik. Di luar 
dugaan, pengusaha batik lebih memilih untuk menggunakan pewarna buatan. Ketika 
pemerintah kolonial Belanda menghentikan impor pewarna buatan pada tahun 1914, 
reaksi keras datang dari pengusaha batik. Sejak tahun 1914/1915 itulah, pamor 
tarum terus merosot dan tidak ada yang berusaha mengolah tarum secara lebih 
mudah. Bahkan kini, di bumi tarum sendiri, di Pataruman, di kawasan eks 
Tarumanagara, termasuk Sungai Citarum, tak ada lagi tumbuhan tarum sehingga 
masyarakatnya tak mengenalinya lagi.

Budidaya Tarum
Masyarakat di Tatar Sunda membudidayakan tarum di tegalan atau di sawah. 
Setelah dicangkul lalu ditanam steknya. Stek yang digunakan diambil dari cabang 
yang paling kuat pertumbuhannya, dipotong sepanjang 30 cm dengan pisau yang 
tajam agar tidak sobek.
Setelah dipotong, disimpan di tempat yang dingin dengan ujung stek diletakkan 
di bagian atas, dibiarkan selama 1-3 hari sampai permukaan potongan stek 
kering. Setelah itu, barulah 2-3 stek ditaman dalam satu lubang. Tunas tampak 
setelah 2 minggu.
 
Jika yang ditanam bijinya, tiap lubang ditanami 3-4 butir, atau disemai 
terlebih dahulu. Semaian baru dipindahkan pada umur 1-1,5 bulan. Setelah itu, 
mulai disiangi dan barisan tanahnya dibentuk menjadi semacam pematang. Satu 
bulan kemudian disiangi dan ditinggikan lagi. Baru pada usia 4-5 bulan, tarum 
dapat dipotong.
 
Menentukan waktu panen yang tepat memang agak sulit karena sulit berharap daun 
merata hijaunya. Sementara itu, bila daunnya yang berwarna hijau tua itu mulai 
layu dan menguning, hasil indigo menjadi kurang.
 
Petani yang berpengalaman cukup meremas daunnya dengan jari, ia dapat 
menentukan waktu panen dengan melihat warna daun yang diremas dan aroma bau 
daunnya. Pengumpulan daun tarum dilakukan pagi hari dengan cara memotong cabang 
dekat batang.

Pranala luar

Situs web tanaman perkebunan 
 

 


--- On Fri, 8/15/08, oman abdurahman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: oman abdurahman <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [kisunda] Tarum, Pataruman, Tarumanagara? Citarum?
To: [email protected]
Date: Friday, August 15, 2008, 11:32 AM







Nilik kana sakitu "jugalana" walungan Citarum, jeung asal-usul aranna
anu diturunkeun tina aran hiji tangkal anu kasebut 'Tarum", mangka
hade pisan lamun tangkal Tarum dibudidayakeun deui, minimal keur
pangeling-ngeling, disagigireun keur nyalindungan unak-anik tutuwuhan
(keanekaragaman hayati), yen eta tangkal dina hiji mangsa baheula
(once upon a time) kungsi sakitu gede jasana keur masyarakat Urang.
Payusna mah - sakumaha usulan ti heula - penangkaran tangkal Tarum teh
di payuneun Gedong Sate.

Cag.
manAR





Recent Activity


 6
New MembersVisit Your Group 


Moderator Central
Get answers to
your questions about
running Y! Groups.

Special K Group
on Yahoo! Groups
Learn how others
are losing pounds.

Y! Messenger
Want a quick chat?
Chat over IM with
group members.
. 
 














      

Kirim email ke