GANITRI

Kedua mata Prof I Nyoman Kabinawa terpejam. Ia duduk bersila
mengenakan pakaian putih. Bibirnya merapalkan doa. Pada saat
bersamaan, jari manis tangan kanannya memutar biji mala seukuran buah
kersen hingga 108 kali. Telunjuk dan kelingking terlarang menyentuh
mala yang tersusun dari biji buah ganitri.

Itulah ritual Prof I Nyoman Kabinawa dan penganut Hindu lain saat
bermeditasi. Dalam ritual itu, ganitri elemen penting lantaran
mempunyai nilai mitos tinggi. 'Sebelum digunakan untuk meditasi,
ganitri mesti diberi mantra agar memiliki kekuatan,' kata Kabinawa,
periset Pusat Penelitian Bioteknologi, LIPI. Dengan kekuatan itu, doa
yang dipanjatkan pun sampai ke Sang Hyang Widi.

Rudraksa-sebutan ganitri di India-tanaman setinggi 25-30 m dengan
batang tegak dan bulat berwarna cokelat. Sepanjang tepi daunnya
bergerigi dan meruncing di bagian ujung. Dalam bahasa India, rudraksa
berasal dari kata rudra berarti Dewa Siwa dan aksa berarti mata.
Sehingga arti keseluruhan: mata Siwa. Sesuai namanya, orang Hindu
meyakini rudraksa sebagai air mata Dewa yang menitik ke bumi. Tetesan
air mata itu tumbuh menjadi pohon rudraksa.

Mata Siwa

Di Indonesia, biji titisan Dewa Siwa itu populer dengan nama ganitri,
genitri, atau jenitri. 'Indonesia paling banyak produksinya di dunia,'
kata Yana Sumarna, peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan
Kehutanan, Bogor. Pohon Elaeocarpus ganitrus banyak ditanam di Jawa
Tengah, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Timor. Indonesia memasok 70%
kebutuhan ganitri yang diekspor dalam bentuk butiran biji. Sebanyak
20% pasokan lainnya dari Nepal. Sedangkan India, negara paling banyak
menggunakan rudaksa hanya memproduksi 5%.
Jenitri (Elaeocarpus sphaericus Schum) termasuk famili
Elaeocarpaceae.Pohon, tinggi 15-30 m. Daun, lanset, tangkai 2-12 mm;
pangkal helaian beralih demi sedikit menjadi tangkai, 6-18 x 2-6 cm,
akhirnya gundul, seperti kulit, bergerigi beringgit tidak dalam,
berbintik hitam, 10-15 tulang daun samping pada kedua belah sisi dari
tulang daun utama. Tangkai bunga ±0,5 cm; daun kelopak bulat telur
memanjang, runcing, hijau pucat atau kemerahan, dari luar berambut;
daun mahkota kuning atau putih kehijauan, ke atas tidak melebar,
panjang ±1,3 cm. Tonjolan dasar bunga berambut kasar, bakal buah
bentuk telur, berambut rapat; kepala putik tidak melebar. Buah, bentuk
bola, boleh dikatakan gundul, biru tua, diameter ±2 cm.
Jenitri dimanfaatkan sebagai tanaman penghijauan hutan kota. Buahnya
sering dimakan oleh bermacam-macam binatang. Inti batunya dipakai
untuk membuat rantai, kalung, buah baju, dsb (Steenis, 1975). Buah
jenitri berkhasiat untuk peluruh lemak badan dan juga digunakan
sebagai bahan penyamak kulit. Daun, kulit batang dan buah jenitri
mengandung polifenol, sedangkan daun dan kulit batangnya mengandung
saponin.'Biji-biji ganitri keras dan awet, bisa digunakan untuk 8
generasi,' kata Komari. Kecuali ukuran, setiap biji memiliki jumlah
lekukan atau mukhis berbeda. Jumlahnya bervariasi mulai dari 1 hingga
21 mukhis yang memiliki perbedaan arti. Semakin banyak mukhis harganya
kian tinggi.

Manfaat ganitri bukan sekadar alat 'hitung' dalam berdoa laiknya
tasbih bagi kaum Muslim atau rosario bagi umat Nasrani. Biji ganitri
juga berfungsi menghilangkan stres. Itu dibuktikan oleh Dr Suhas Roy
dari Benaras Hindu University. Penelitiannya mengungkap utrasum
bead-sebutan ganitri di Amerika-biji ganitri mengirimkan sinyal secara
beraturan ke jantung ketika digunakan sebagai kalung. Ia mengatur
aktivitas otak yang mengarah pada kesehatan tubuh.

Efek itu diperoleh lantaran biji sima-sebutan ganitri di Sulawesi
Selatan-memiliki sifat kimia dan fisik berupa induksi listrik,
kapasitansi listrik, pergerakan listrik, dan elektromagnetik. Karena
itu biji ganitri mempengaruhi sistem otak pusat saat menyebarkan
rangsangan bioelektrokimia. Hasilnya, otak merasa tenang dan
menghasilkan pikiran positif.

Sebetulnya, komposisi kimia ganitri tak beda jauh dengan buah lainnya.
Antara lain 50,024% karbon, 17,798% hidrogen, 0,9461% nitrogen, dan
30,4531% oksigen. Beberapa elemen mikro dalam biji tanaman anggota
famili Elaeocarpaceae itu adalah aluminum, kalsium, klorin, tembaga,
kobalt, nikel, besi, magnesium, mangan, dan fosfor.

Panasea

Pembeda ganitri dan buah lain terungkap melalui riset Institut
Teknologi India. Ganitri memiliki nilai spesifik gravitasi sebesar 1,2
dengan pH 4,48. Saat digunakan untuk berdoa, misalnya, ganitri
memiliki daya elektromagnetik sebesar 10.000 gauss pada keseimbangan
Faraday, hasil konduksi elektron alkalin. Gara-gara itulah ganitri
dipercaya mengontrol tekanan darah, stres, serta berbagai penyakit
mental.

Ganitri juga dipercaya menyembuhkan epilepsi, asma, hipertensi, radang
sendi, dan penyakit hati. Ia berguna saat dikalungkan di leher ataupun
diminum air rebusan. Caranya? Biji ganitri direndam semalam lalu
diminum saat perut kosong. Itu terbukti efektif meredam hipertensi dan
menghasilkan perasaan tenang dan damai. Dalam 7 hari, tekanan darah
turun bila dibarengi dengan mengalungkan ganitri di leher. Khasiat
lain, ganitri berfungsi sebagai pelindung tubuh dari bakteri, kanker,
dan pembengkakan.

Begitulah riset sahih Singh RK dari Departemen Farmakologi, Banaras
Hindu University, India. Ia menggunakan berbagai larutan seperti
petroleum eter, benzena, kloroform, asetone, dan etanol untuk
melarutkan 200 mg/kg buah ganitri kering. Larutan ganitri hasil
perendaman selama 30-45 menit itu menunjukkan sifat antipembengkakan
radang akut dan nonakut pada tikus yang dilukai. Di luar itu, ganitri
menghilangkan sakit kepala alias antidepresan dan antiborok pada tikus
terinjeksi.

Uji praklinis yang melibatkan babi sebagai satwa percobaan,
membuktikan ganitri mencegah kerusakan paru-paru. Sebelumnya, babi
diinduksi pemicu luka, histamin, dan asetilkoline aerosol. Meski
diberi zat perusak paru-paru, organ pernapasan babi-babi itu tetap
baik.
Duduk perkaranya karena glikosida, steroid, alkaloid, dan flavonoid
yang terkandung dalam ganitri melindungi paru-paru. Keempat zat
organik itu juga bersifat antibakteri. Terhitung 28 jenis bakteri gram
positif dan negatif enyah oleh ekstrak ganitri antara lain Salmonella
typhimurium, Morganella morganii, Plesiomonas shigelloides, Shigella
flexnerii, dan Shigela sonneii.

Menurut A B. Ray dari Department of Medicinal Chemistry, Banaras Hindu
University, India, alkaloid yang terkandung dalam ganitri:
pseudoepi-isoelaeocarpilin, rudrakine, elaeocarpine, isoelaeocarpine,
dan elaeocarpiline. Senyawa itu berkhasiat meluruhkan lemak badan.
Caranya, 25 gram buah Elaeocarpus ganitrus kering, dicuci dan direbus
dalam 1 gelas air sampai air rebusan tersisa separuh. Setelah air
rebusan dingin, saring, lalu minum sekaligus.

Pengisap polutan

Cuma itu faedah genitri? Ada lagi peran lain yang dimainkan oleh
genitri sebagaimana hasil riset Dwiarum Setyoningtyas dari Sekolah
Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung: ganitri sebagai
penyerap polutan. Ia membandingkan konsentrasi gas sulfur oksida,
nitrogen oksida, dan karbon monoksida dalam kotak kaca berisi tumbuhan
ganatri dengan kotak tanpa tumbuhan.

Ke dalam kedua kotak kaca diembuskan emisi gas buang dari hasil
pembakaran tiga jenis bahan bakar yang memiliki kandungan biodiesel
yang berbeda. Yaitu 10% biodiesel (B-10), 5% biodiesel (B-5), dan 0%
biodiesel (B-0) sebagai pembanding. Hasilnya, tingkat pencemaran dari
ketiga jenis emisi bahan bakar dalam kotak kaca berisi ganitri
tercatat lebih rendah (sulfur oksida 0,81 ? 0,38 ppm, nitrogen oksida
0,49 ? 0,01 ppm, dan karbon monoksida 1,36 ? 0,71 ppm).

Bandingkan dengan kotak kaca tanpa ganitri yang pencemarannya lebih
tinggi. Untuk ke-3 zat kimia itu masing-masing 5,15 ? 1,77 ppm, 0,75 ?
0,15 ppm, dan 2,34 ? 1,36 ppm. Kesimpulannya genitri berperan
menurunkan tingkat pencemaran. Itu sebabnya, 'Ganitri digunakan
sebagai pohon pelindung di sepanjang jalan Bandung-Lembang,' kata Eka
Budianta, budayawan. (Vina Fitriani/Peliput: Andretha Helmina).

Citation:http://podoluhur.blogspot.com/2008/03/sekolah-katrok-po-ngetren.html

------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke