nganggo word kang oca, tah tos disalintempel ku kuring di handap: *PRESS RELEASE*
*14 Oktober 2008* *Membangun Peradaban Baru Menuju Kemandirian Bangsa* Komunitas Masyarakat Baru – forum diskusi yang mengulas masalah-masalah strategis untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang maju dan mandiri – akan menggelar Saresehan Budaya dengan tema Membangun Peradaban Baru Indonesia, di Ruang Savoy 1 & 2, Hotel Homann Bandung, Jl. Asia Afrika Bandung, Rabu, 15 Oktober 2008. Saresehan akan menampilkan nara sumber: Prof. Dr. Ganjar Kurnia (Rektor Universitas Padjadjaran), Hidayat Suryalaga (tokoh dan budayawan Sunda), dan Soetrisno Bachir (politisi dan pengusaha). Dipandu oleh wartawan senior, selaku moderator, Dr. Zaim Uchrowi. Koordinator Komunitas Masyarakat Baru, Guntur Subagja, mengungkapkan, saresehan dimaksudkan untuk mencari format dalam membangun peradaban baru bangsa Indonesia di tengah negeri ini sedang mengalami krisis ekonomi berkepanjangan, krisis sosial, dan krisis budaya. Peradaban yang dibangun tanpa meninggalkan nilai luhur budaya asli Indonesia dalam wadah kebhinekaan yang menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Keprihatian terjadi melihat kondisi bangsa Indonesia yang semakin hari tertinggal dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain. Negeri yang pernah disegani di dunia dan dijuluki "Macan Asia" ini, kini kalah bersaing dalam banyak hal dibandingkan dengan negara-negara jiran. Terutama di bidang ekonomi, pendidikan, teknologi, dan kemandirian bangsa. Bila tidak meningkatkan diri, Indonesia akan tergilas di tengah perkembangan dunia yang semakin terintegrasi. Soetrisno Bachir, yang akan menjadi pembicara dalam saresehan tersebut, mengungkapkan, budaya menjadi penentu utama kemajuan suatu bangsa. Pada dunia yang semakin konvergen. "Budaya yang kuat akan mewarnai budaya lainnya dalam membangun peradaban, sementara buaya yang lemah akan larut terserap oleh budaya yang lebih kuat,''paparnya dalam bukunya bertajuk "Sintesa Budaya dan Peradaban Baru Indonesia'. Dalam pandangan Soetrisno Bachir, budaya bangsa Indonesia perlu ditata kembali agar mampu membangun peradaban baru Indonesia yang kuat. "Suatu peradaban yang benar-benar bertumpu pada kedaulatan rakyat secara semestinya, serta pada kesadaran atas kebhinekaan bangsa ini,"tutur politisi yang juga pengusaha tersebut. Peradaban yang dimaksud adalah peradaban yang membuat seluruh masyarakatnya saling hormat, menghargai kerja keras, optimis, produktif, pembelajar, serta berorientasi masa depan. "Perdaban yang digerakkan oleh spirit atau semangat kuat kebangsaan yang dapat membuat seluruh masyarakat mampu melangkah serempat sebagai bangsa. Spirit menjadi kuncu keberhasilan bangsa-bangsa maju di dunia,''urai Soetrisno. Komunitas Masyarakat Baru berencana menggelar saresehan di sejumlah kota. Pada tanggal 7 Oktober lalu, saresehan diselenggarakan di Yogyakarta dengan nara sumber: Djaduk Ferianto (budayawan), Prof. Dr. Suminto A Sayuti (guru besar Universitas Negeri Jogja), dan Soetrisno Bachir. Nara sumber saresehan di Bandung adalah tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki pandangan dan visi mewujudkan bangsa yang maju dan mandiri. Prof. Dr. Ganjar Kurnia adalah intelektual yang sudah sangat dikenal akan pemikiran-pemikirannya. Sementara Hidayat Suryalaga merupakan tokoh budaya Sunda yang mendalami dan sangat memahami karakter dan budaya masyarakat Sunda. Saresehan tidak dipungut biaya. Bagi masyarakat yang berminat mengikuti saresehan tersebut dipersilahkan mendaftarkan diri melalui SMS ke nomor 08999093330 atau 085220094588, email: [EMAIL PROTECTED] *Bila memerlukan informasi lebih lanjut dapat mengubungi, Guntur Subagja, 08881638000, email: [EMAIL PROTECTED] 2008/10/15 Roza Rahmadjasa Mintaredja <[EMAIL PROTECTED]> > kg Oman , mukana make naon sih? > teu kabuka bae... > ...oca tea... > > --- > _,___ > -- d-: dudi herlianto :-q ~sok ngawaraduq sugan wé jadi gas bulao~
