aeh, nuhun wa...
hampura uin gaptek tea atuuuuh...
.....oca tea..

--- On Wed, 10/15/08, ua duq <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: ua duq <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [kisunda] Fwd: [Urang Sunda] PRESS RELEASE SARESEHAN BUDAYA DAN 
PERADABAN BARU
To: [email protected]
Date: Wednesday, October 15, 2008, 3:15 AM









nganggo word kang oca, tah tos disalintempel ku kuring di handap:









  PRESS RELEASE
14 Oktober 2008 


Membangun 
Peradaban Baru Menuju Kemandirian Bangsa 

Komunitas Masyarakat 
Baru – forum diskusi yang mengulas masalah-masalah strategis untuk 
mewujudkan bangsa Indonesia yang maju dan mandiri – akan menggelar 
Saresehan Budaya dengan tema Membangun Peradaban Baru Indonesia, di 
Ruang Savoy 1 & 2, Hotel Homann Bandung, Jl. Asia Afrika Bandung, 
Rabu, 15 Oktober 2008. 

Saresehan akan 
menampilkan nara sumber: Prof. Dr. Ganjar Kurnia (Rektor Universitas 
Padjadjaran), Hidayat Suryalaga (tokoh dan budayawan Sunda), dan Soetrisno 
Bachir (politisi dan pengusaha). Dipandu oleh wartawan senior, selaku 
moderator, Dr. Zaim Uchrowi. 

Koordinator 
Komunitas Masyarakat Baru, Guntur Subagja, mengungkapkan, saresehan 
dimaksudkan untuk mencari format dalam membangun peradaban baru bangsa 
Indonesia di tengah negeri ini sedang mengalami krisis ekonomi berkepanjangan, 
krisis sosial, dan krisis budaya. Peradaban yang dibangun tanpa meninggalkan 
nilai luhur budaya asli Indonesia dalam wadah kebhinekaan yang menjadi 
perekat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. 

Keprihatian 
terjadi melihat kondisi bangsa Indonesia yang semakin hari tertinggal 
dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain. Negeri yang pernah disegani 
di dunia dan dijuluki "Macan Asia" ini, kini kalah bersaing dalam 
banyak hal dibandingkan dengan negara-negara jiran. Terutama di bidang 
ekonomi, pendidikan, teknologi, dan kemandirian bangsa. Bila tidak meningkatkan 
diri, Indonesia akan tergilas di tengah perkembangan dunia yang semakin 
terintegrasi. 

Soetrisno Bachir, 
yang akan menjadi pembicara dalam saresehan tersebut, mengungkapkan, 
budaya menjadi penentu utama kemajuan suatu bangsa. Pada dunia yang 
semakin konvergen. "Budaya yang kuat akan mewarnai budaya lainnya 
dalam membangun peradaban, sementara buaya yang lemah akan larut terserap 
oleh budaya yang lebih kuat,''paparnya dalam bukunya bertajuk "Sintesa 
Budaya dan Peradaban Baru Indonesia'. 

Dalam pandangan 
Soetrisno Bachir, budaya bangsa Indonesia perlu ditata kembali agar 
mampu membangun peradaban baru Indonesia yang kuat. "Suatu peradaban 
yang benar-benar bertumpu pada kedaulatan rakyat secara semestinya, 
serta pada kesadaran atas kebhinekaan bangsa ini,"tutur politisi yang 
juga pengusaha tersebut. 

Peradaban yang 
dimaksud adalah peradaban yang membuat seluruh masyarakatnya saling 
hormat, menghargai kerja keras, optimis, produktif, pembelajar, serta 
berorientasi masa depan. "Perdaban yang digerakkan oleh spirit atau 
semangat kuat kebangsaan yang dapat membuat seluruh masyarakat mampu 
melangkah serempat sebagai bangsa. Spirit menjadi kuncu keberhasilan 
bangsa-bangsa maju di dunia,''urai Soetrisno. 


Komunitas Masyarakat 
Baru berencana menggelar saresehan di sejumlah kota. Pada tanggal 7 
Oktober lalu, saresehan diselenggarakan di Yogyakarta dengan nara sumber: 
Djaduk Ferianto (budayawan), Prof. Dr. Suminto A Sayuti (guru besar 
Universitas Negeri Jogja), dan Soetrisno Bachir. 

Nara sumber 
saresehan di Bandung adalah tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki pandangan 
dan visi mewujudkan bangsa yang maju dan mandiri. Prof. Dr. Ganjar Kurnia 
adalah intelektual yang sudah sangat dikenal akan pemikiran-pemikirannya. 
Sementara Hidayat Suryalaga merupakan tokoh budaya Sunda yang mendalami 
dan sangat memahami karakter dan budaya masyarakat Sunda. 


Saresehan tidak 
dipungut biaya. Bagi masyarakat yang berminat mengikuti saresehan tersebut 
dipersilahkan mendaftarkan diri melalui SMS ke nomor 08999093330 atau 
085220094588, email: [EMAIL PROTECTED]

Bila memerlukan 
informasi lebih lanjut dapat mengubungi, Guntur Subagja, 08881638000, 
email: [EMAIL PROTECTED]






2008/10/15 Roza Rahmadjasa Mintaredja <[EMAIL PROTECTED]>

















    
            
kg Oman , mukana make naon sih? 
teu kabuka bae...
....oca tea...

--- 
_,___
        
        
        
        


        


        
        
        
        
        




-- 
d-: dudi herlianto :-q
~sok ngawaraduq sugan wé jadi gas bulao~







      

Kirim email ke