Wilujeng kanggo Kang Oman saparakanca, mugia hal ieu tiasa nyandak kamulyaan 
kanggo urang sadaya. 

wassalam
dudi_ss

  ----- Original Message ----- 
  From: Roza Rahmadjasa Mintaredja 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, October 21, 2008 2:32 PM
  Subject: Re: [kisunda] Unicode Aksara Sunda


        wilujeng  Bah Oman, saparakanca...!!!
        aksara Sunda geus muncul ka dunya...
        kunaon telat? 
        tibatan tilu aksara dulur urg di Nusantara?
        Bali, bugis dan Rejang? 
        anu leuwih aheng deui, 
        sakitu suku Jawa anu panggedena
        sa Nusantara naha lain nu kahiji/mimiti?
        Patarosan ieu hal anu wajar
        tapi nu utami mah , kg Oman geus prak...
        dina gerakka Sundaan, salian tinu sejenna.
        teuing kumaha aksarana...
        pokona mah prung heula ....
        panyampurnaan bisa sambil berjalan...
        viva Sunda...
        he33x!.
        ..oca tea...  


        --- On Mon, 10/20/08, Aschev Schuraschev <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

          From: Aschev Schuraschev <[EMAIL PROTECTED]>
          Subject: Re: [kisunda] Unicode Aksara Sunda
          To: [email protected]
          Date: Monday, October 20, 2008, 11:09 PM


          Alhamdulillah, saparantos ngantos dua taun tos aya hasilna. Wilujeng 
kanggo kang Oman, kang Dian saparakanca.
           





          ----- Original Message ----
          From: Waluya <[EMAIL PROTECTED]>
          To: Urangsunda <[EMAIL PROTECTED]>; [email protected]; Baraya 
Sunda <[EMAIL PROTECTED]>
          Sent: Tuesday, October 21, 2008 12:50:13 PM
          Subject: [kisunda] Unicode Aksara Sunda


          Program Unicode untuk Aksara Sunda
          http://tekno. kompas.com/ read/xml/ 2008/10/21/ 07220845/ 
program.unicode. untuk.aksara. sunda.

          Selasa, 21 Oktober 2008 | 07:22 WIB

          BANDUNG, SELASA - Aksara Sunda mulai distandardisasi dengan aplikasi 
program 
          Unicode. Hal ini bertujuan mempermudah akses mempelajari aksara Sunda 
          sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat.

          Hal itu dikatakan Perwakilan Konsorsium Unicode, Michael Iverson, 
dalam 
          peluncuran program Unicode untuk aksara Sunda di Aula Hardjakusumah, 
          Universitas Padjadjaran Bandung, Senin (20/10). Aksara Sunda menjadi 
bahasa 
          yang keempat setelah bahasa Bugis, Bali, dan Rejang. Dalam acara ini 
juga 
          turut diperkenalkan peluncuran buku berjudul Direktori Aksara Sunda 
untuk 
          Unicode.

          Menurut Iverson, standar industri mengizinkan teks dan simbol tulisan 
          ditampilkan secara konsisten oleh komputer. Hanya dengan menuliskan 
kalimat 
          atau kata tertentu, selanjutnya program ini menerjemahkannya ke 
aksara 
          Sunda. Tujuannya, selain mempermudah membaca naskah aksara Sunda, ia 
          mengharapkan agar program ini bisa membuat masyarakat Sunda semakin 
akrab 
          dan sering menggunakannya.

          "Akan tetapi, yang terpenting dari ini semua, masyarakat semakin 
sering 
          menggunakan aksara Sunda. Bisa dimulai melalui nama jalan, desain 
kaus 
          komersial, atau kartu nama dan bisnis," katanya.

          Ciri khas daerah
          Ketua Tim Pelaksana Program Unicode bagi Aksara Sunda, Oman 
Abdurahman, 
          mengharapkan agar ini bisa menjadi salah satu media memelihara aksara 
Sunda. 
          Sangat disayangkan apabila sebagai ciri khas daerah, aksara Sunda 
lambat 
          laun menghilang karena jarang digunakan.

          Oman juga berharap agar memelihara aksara Sunda tidak berhenti pada 
          pengodean atau penerbitan buku panduan. Alasannya, apabila tidak 
digunakan 
          dalam keseharian, program ini akan kehilangan tujuan awalnya.

          Salah seorang anggota Tim Program Unicode bagi Aksara Sunda, Dian 
Nugraha, 
          mengatakan, masih ada hal yang harus disempurnakan dari program ini. 
Untuk 
          jangka pendek, pihaknya akan melakukan standardisasi dan implementasi 
pola 
          pasangan dalam huruf Sunda. Misalnya, pada pola pasangan yang belum 
          distandardisasi, seperti "sy" atau "kh". Selain itu, akan dilakukan 
juga 
          standardisasi huruf yang belum masuk. Saat ini, baru 53 aksara Sunda 
yang 
          sudah masuk dalam program ini.

          Menanggapi hal ini, Rektor Universitas Padjadjaran Ganjar Kurnia 
yakin, 
          program ini bisa menjembatani eksistensi aksara Sunda. Baik sebagai 
program 
          penelitian atau sekadar memberikan pengetahuan dan merangsang 
keingintahuan 
          masyarakat luas tentang aksara Sunda.

          "Saat ini, di Jabar, masih ada sekitar 600 naskah dengan aksara 
Sunda," kata 
          Ganjar. (KOMPAS/CHE) 




          __________________________________________________
          Do You Yahoo!?
          Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
          http://mail.yahoo.com  



   

Kirim email ke