aeh,....hampura ka kg nDUD.... teu katoel rasa Varian kahijina... cigana munn digabung jg rasa melamin... pasti dijamin leuwih murilit... kiiiitu kg Emha... he33x! ....oca tea..
--- On Wed, 10/29/08, Roza Rahmadjasa Mintaredja <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Roza Rahmadjasa Mintaredja <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [kisunda] Endog Rasa Melamin To: [email protected] Date: Wednesday, October 29, 2008, 2:45 PM taaaah....aya deui Ambuuuu... si ambu mah rasa purilit mutilasi... ari ieu...nu ieu....aya-aya wae.. rasa Melamin.....??? Asa teu pararuguh ieu teh, kumaaaaha Kg Emhaaa...? kumahaaa kg Uciiir, kg Waluuuy...? Untung aya kg Yana... anu puguh karasa pidusa na.... he33x! ...oca tea... --- On Wed, 10/29/08, mh <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: mh <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [kisunda] Endog Rasa Melamin To: "kisunda" <[email protected]>, [EMAIL PROTECTED], "Urangsunda" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Wednesday, October 29, 2008, 2:05 PM Telur Bermelamin Terus Diselidiki Kamis, 30 Oktober 2008 , 00:04:00 BEIJING, (PRLM).- Pemerintah Cina, Rabu (29/10) menginvestigasi sejumlah kemungkinan yang menyebabkan telur terkontaminasi oleh bahan industri kimia. Bahan kimia yang sama yang telah mengontaminasi susu. Skandal telur bermelamin ini menambah kekhawatiran konsumsi pangan asal Cina setelah sebelumnya skandal susu Cina bermelamin telah menyebabkan 4 bayi tewas dan 54.000 lainnya sakit. Skandal telur bermelamin yang sudah meluas di Hong Kong dan sebagian besar Cina telah menelan korban sekitar 3.600 anak sakit. Telur terkontaminasi melamin itu terungkap setelah badan pengamanan pangan Hong Kong menemukan kadar melamin berlebih dalam telur yang diproduksi oleh perusahaan Hanwei Enterprise Grup, perusahaan Cina yang bermarkas di Dalian. Pemerintah daerah (pemda) Dalian mengatakan, skandal telur bermelamin sebenarnya sudah terjadi sejak sebulan yang lalu, namun entah mengapa hal itu terpublikasi terlambat ke masyarakat. Pemda Dalian mengaku menemukan telur bermelamin pada 27 September lalu melalui pengujian yang dilakukan biro konsumen Provinsi Liaoning. Biro tersebut menemukan melamin dalam telur-telur produksi Hanwei yang akan diekspor. Setelah mengetahui penemuan itu, pemerintah daerah memerintahkan penarikan kembali telur-telur terkontaminasi tersebut walaupun sebagian sudah ada yang diekspor. (AP/A-151/A-147)*** http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=40064 ------------------------------------ Yahoo! Groups Links mailto:[EMAIL PROTECTED]
