ha33x! Abh.sph...ateul ceuli srg mata teh supaya gancang di'garo'na, 
diantisipasi...
perkawis uga sareng wangsit mah, rupina benten jurusan kggo SOP dina murakna, 
kedah nggo elmu hikmah sapertos metoda  Abh.sph. nya moal nyambung kana 
imagineeringna kg YRA. mun ceuk babasanana ,moal kataekan...
he33x!
....oca tea...

--- On Thu, 10/30/08, Abah Abdurrohman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Abah Abdurrohman <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [kisunda] KONSEP WIPO: SKENARIO GLOBAL UNTUK MEMECAH INDONESIA?
To: [email protected]
Date: Thursday, October 30, 2008, 6:38 AM









Bah Anom Oca, tong jadi arateul ceuli sagala atuh, sok wae soloyongkeun, manawi 
aya anu ngadayung. Tapi kedah anu faktual sareng rasional,na ulah waka kana 
"imaginering"na siga Kang YRA. Maklum ari nyabit-nyabit uga teh sok der weh 
disangka hayang jadi "Prabu"....he--he.. AMS

--- On Thu, 10/30/08, Roza Rahmadjasa Mintaredja <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Roza Rahmadjasa Mintaredja <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [kisunda] KONSEP WIPO: SKENARIO GLOBAL UNTUK MEMECAH INDONESIA?
To: [email protected]
Date: Thursday, October 30, 2008, 4:30 PM








nyaeta kg Emha.
...uin gaptek...kumaha ngalungkeunana? .tilu pemakalah sadaya ti geologi...
1. Prof Kusumahdinata, ngalungkeun sakabeh kecap sunda anu aya disadunya di wid 
Geologi. mani munel
2. Prof Adjat, negeskeun posisi atlantis the sunken land, oge kondisi gn berapi 
saNusantara.
3. Abdurohman ,'abh.sepuh' , AMS anu nyandak elmu hikmah tina data eksisting, 
teuleumaneun urg sarerea, selalu dg comment, why not na...pi ateuleun ceuli, 
mata jeung pikiran,,,

ke uin keur neangan budak anu bisana...padahal kamari aya ngan teu kaburu....
hampura uin,
he33x!.
...oca tea...

--- On Wed, 10/29/08, mh <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: mh <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: Re: [kisunda] KONSEP WIPO: SKENARIO GLOBAL UNTUK MEMECAH INDONESIA?
To: [EMAIL PROTECTED] .com
Date: Wednesday, October 29, 2008, 3:57 PM

Bah Oca, cing atuh alungkeun ka milis, kumaha cenah dongengna eta teh.

salam,
mh

2008/10/29 Roza Rahmadjasa Mintaredja <roza.kalasunda@ yahoo.com>:
> Kg abh sepuh,.....oca tos gaduh soft copyna ti acara kamari tea
> "KASUNDAAN DLM PERSPEKTIF GEOLOGI"
> kenging urg  lebetkeun ka milist urg?
> aya tilu rekaman...
> nuhun bah
> he33x!
> ...oca tea...
>
>
> --- On Tue, 10/28/08, Abah Abdurrohman <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
>
> From: Abah Abdurrohman <[EMAIL PROTECTED] com>
> Subject: Re: [kisunda] KONSEP WIPO: SKENARIO GLOBAL UNTUK MEMECAH
INDONESIA?
> To:
 [EMAIL PROTECTED] .com
> Date: Tuesday, October 28, 2008, 8:13 PM
>
> Terimakasih kepada Kang Lucky Setiawan. Memang ini perlu diwaspadai tidak
> hanya mereka yang bikin kita semakin tersudut. Selain kita kurang atau
tidak
> peduli kepada kekayaan milik bangsa sendiri, di lain pihak di
> lingkungan dalam sendiri ada pihak pihak yang senantiasa mau diakui paling
> besar, paling berjasa, paling luhung, paling berbudaya dan
beradab..... ..dan
> mengecilkan pihak lainnya.
> Nah kelemahan di dalam inilah yang mereka pakai sebagai senjata menyerang
> bangsa kita. Padahal kalau kita urut kebelakang, bangsa kita asalnya
bangsa
> suatu "paparan yang sangat luas", daratan dan pegunungan yang
sangat subur,
> dimana ada dua sungai besar yang mengalir ke Utara dan ke Timur.....Di
> sekitar lereng gunung sungai ke Timur itu (dekat Sangiran sekarang) konon
2
> juta
 tahun
 lalu sebelum ada pulau-pulau Nusantara, sudah ada kelompok
> manusia purba "Pithecantropus Erectus", bahkan disebut sebagai
salah satu
> kemungkinan cikal bakal manusia modern sedunia. Nah tempat berkembangnya
> manusia purba itu disebut oleh para ahli geologi sebagai paparan
"Tanah
> Sunda" (Sunda Land), sungai yang mengalir ke Utara disebut
"North Sunda
> River" yang ke Timur disebutnya "East Sunda River". Dari
istilah itu
> lahirlah istilah geografi "Kepulauan Sunda Besar" dan
"Kepulauan Sunda
> Kecil"...... .entah kenapa istilah itu kurang dikenal bangsa kita..?
Padahal
> istilah-istilah itu murni istilah scientific yang telah diakui dunia....
> Tapi oleh bangsa kita sendiri rasanya sangat kurang dikenali dan bahkan
ada
> kecenderungan mau dihilangkan. .....so what?
> Mulai sekarang kiranya kita harus mencoba menghargai budaya sendiri dengan
> cara kembali
 kepada "jati diri bangsa" yang berasal dari
"jati diri berbagai
> suku bangsa" dan semua itu berasal dari "bangsa Tanah
Sunda" yang tenggelam
> tergenang air laut........ .... bisakah kita akui itu..?
> Wslm, AMS
>
> --- On Tue, 10/28/08, luc_leroy07 <luc_leroy07@ yahoo.com> wrote:
>
> From: luc_leroy07 <luc_leroy07@ yahoo.com>
> Subject: [kisunda] KONSEP WIPO: SKENARIO GLOBAL UNTUK MEMECAH INDONESIA?
> To: [EMAIL PROTECTED] .com
> Date: Tuesday, October 28, 2008, 7:35 AM
>
> Ada ribuan artefak budaya Indonesia yang diklaim oleh pihak asing,
> seperti Batik Adidas, Sambal Balido, Tempe, Lakon Ilagaligo, Ukiran
> Jepara, Kopi Toraja, Kopi Aceh, Reog Ponorogo, Lagu Rasa Sayang
> Sayange, dan lain sebagainya. Fenomena ini tidak hanya terjadi di
> Indonesia, ia juga terdapat di banyak Negara berkembang lainnya.
> Untuk itu, WIPO (World
 Intellectual Property Organization) , lembaga
> Intellectual Property internasional, mengusulkan sebuah alternatif
> penyelesaian. Usulan ini dimuat dalam "Revised Draft Provisions For
> The Protections Of Traditional Cultural Expressions/ Expressions Of
> Folklore".
>
> Inti dari usul tersebut adalah menyerahkan kepemilikan atas ekspresi
> budaya tradisional kepada Kustodian atau komunitas. Ini dapat dilihat
> pada pasal 2 dan pasal 4 pada draft tersebut. Ekspresi budaya
> tradisional "X" yang dipelihara dan dikembangkan oleh komunitas
"Y"
> akan menjadi milik komunitas "Y". Misalnya komunitas batik dari
> Surakarta yang memelihara dan mengembangkan desain parang maka motif
> tersebut akan menjadi milik komunitas tersebut.
>
> Namun dari hasil kajian yang dilakukan oleh Indonesian Archipelago
> Culture Initiatives atau IACI (www.budaya- indonesia. org), konsep
 ini
> membawa ancaman terhadap integritas Negara Kesatuan Republik
> Indonesia.
>
> Yang pertama adalah masalah horizontal. Ia akan memicu konflik antar
> wilayah maupun antar komunitas dalam satu daerah. Orang Sunda tidak
> dapat berkreasi secara bebas mengembangkan Batik Jawa. Orang Jawa
> harus meminta lisensi ke orang Batak untuk dapat mengembangkan ulos.
> Orang Papua tidak merasa memiliki songket dari Palembang, demikian
> seterusnya. Lalu dimanakah posisi persatuan dan kesatuan Indonesia?
>
> Selain mengikis rasa persatuan, konsep ini juga berpotensi konflik
> antar wilayah. Ada banyak artefak budaya Indonesia yang terdapat di
> lebih dari satu wilayah atau suku tertentu. Misalnya, ada sebuah
> motif ukiran tertentu terdapat di dua wilayah atau suku yang berbeda.
> Lalu komunitas yang mana berhak untuk memilikinya? Akibatnya akan
> terjadi konflik
 antar wilayah atau antar suku. Pemekaran wilayah,
> yang hanya melibatkan dimensi pembagian administrasi pemeritahan
> saja, terbukti dapat menyebabkan jatuhnya korban. Apalagi jika
> ditambah dengan persoalan pembagian budaya tradisi. Setiap wilayah
> atau suku akan bertempur untuk mempertahankan warisan nenek moyaknya,
> yang merupakan "harga diri" komunitasnya.
>
> Konflik yang mungkin muncul tidak hanya terjadi antar komunitas. Ia
> juga bisa terjadi di dalam komunitas itu sendiri. Dari sekian banyak
> komunitas Angklung di Bandung misalnya, siapakah yang berhak memiliki
> angklung? Siapa yang berhak memberikan izin lisensi angklung ke pihak
> lain, pimpinan komunitas tersebut atau rapat anggota? Posisi pimpinan
> komunitas budaya, yang pada awalnya hanya memperhatikan faktor
> kebijaksanaan semata, menjadi terpolitisir (akibat adanya faktor
> kekuasaan dan ekonomi
 di dalamnya). Konsep ini beresiko melahirkan
> konflik dan perpecahan pada komunitas-komunitas budaya di Indonesia.
>
> Yang kedua adalah masalah vertikal. Konsep yang dibuat oleh WIPO akan
> mempermudah upaya eksploitasi budaya Indonesia oleh pihak asing.
> Sebuah perusahaan desain kaliber internasional hanya perlu datang
> membeli lisensi ke sebuah komunitas budaya lokal tertentu. Negosiasi
> tersebut tentu saja tidak seimbang. Adidas mungkin hanya perlu
> mengeluarkan beberapa juta rupiah untuk membeli sebuah desain batik
> tertentu, lalu mengkomodifikasi sedemikian rupa dan mendapatkan
> miliaran dolar dari desain tersebut.
>
> Jika terjadi sengketa sengketa hukum, kemampuan untuk melakukan
> pembelaan tentu saja tidak akan seimbang. Apakah semua komunitas
> budaya di Indonesia mampu membayar pengacara untuk menuntut sebuah
> perusahaan raksasa asing dalam
 pengadilan di luar negeri? Selain
> semakin mudah untuk dieksploitasi, kemampuan kita untuk melakukan
> pembelaan juga semakin melemah.
>
> Dari ulasan di atas, kita dapat melihat bahwa konsep yang diusulkan
> oleh WIPO berpotensi untuk mengancam integritas Negara Kesatuan
> Republik Indonesia. Ia memicu konflik antar warga Negara Indonesia.
> Selain itu, ia akan mempercepat proses eksploitasi budaya Indonesia
> oleh pihak asing. Untuk itu kita perlu waspada. Apakah konsep yang
> dibawa oleh WIPO merupakan bagian dari skenario global untuk memecah
> Indonesia?
>
> Untuk melindungi budaya Indonesia, kita membutuhkan sebuah terobosan
> baru. Hal ini dapat kita teladani dari kisah perjuangan Djuanda
> Kartawidjaja di Zona Ekonomi Esklusif (ZEE). Indonesia harus berani
> melawan dan membuat sebuah terobosan baru. Inspirasi inilah yang
> melatarbelakangi lahirnya
 konsep Nusantara Cultural Heritage State
> License atau disingkat NCHSL (http://budaya- indonesia. org/iaci/
> NCHSL), sebagai sebuah alternatif konsep perlindungan budaya
> Indonesia yang diinisiasi oleh Indonesian Archipelago Culture
> Initiatives.
>
> Kita harus waspada terhadap konsep yang diusulkan oleh pihak asing.
> Bisa jadi, ia merupakan sebuah skenario global untuk menghancurkan
> Indonesia. Jangan sampai pemerintah dan DPR meratifikasi konsep yang
> dibawa oleh WIPO tersebut. Kita harus mencegahnya.
>
> Namun selain itu, kita membutuhkan sebuah alternatif solusi.
> Indonesia harus mampu menjadi teladan dalam upaya perlindungan hukum
> terhadap ekspresi budaya tradisional. Untuk itu, saya mengajak rekan-
> rekan sebangsa dan setanah air untuk bersama-sama menyempurnakan dan
> memperjuangkan konsep NCHSL. Rekan-rekan sebangsa dan setanah air
> yang
 memiliki kepedulian (baik bantuan ide, tenaga maupun donasi)
> dapat menggubungi IACI di email: [EMAIL PROTECTED] indonesia. org
>
> Mari kita bersama-sama bersatu dan menjadi bagian dari upaya
> pelestarian budaya Indonesia.
>
> - Lucky Setiawan
>
> nb: Mohon bantuanya untuk menyebarkan pesan ini ke email ke teman,
> mailing-list, situs, atau blog, yang Anda miliki. Mari kita dukung
> upaya pelestarian budaya Indonesia secara online.
>
>
>
> 

------------ --------- --------- ------

Yahoo! Groups Links


    mailto:kisunda- fullfeatured@ yahoogroups. com





      




      

Kirim email ke