Geuning anu dipasihan Kang Oca sareng kang Agus Nucinta teh model barangbang 
semplak.  Akang-akang kumaha cara ngiket nu model sanesna, punten atuh pang 
masihan keurseusna .... Nyaan poekeun da apal teh damel segi tilu heula teras 
we maen buntel he...he....asa rek maen calung...
 
baktos

~ Jalak Pakuan ~


Mencari Identitas Sunda Lewat Iket





 

Kompas/Anita Yossihara
Warga suku adat Baduy mendengarkan dialog para pimpinan adat dengan Gubernur 
Banten Ratu Atut Chosiyah dan Wakil Gubernur M Masduki, Minggu 22 April silam. 
Salah satu ciri khas pria Baduy adalah mengenakan iket di kepala. 





/




Kamis, 20 November 2008 | 22:02 WIB

Oleh Cornelius Helmy dan Rony Ariyanto Nugroho
"Saya pernah disangka penjual batu ali dan orang Baduy karena memakai iket," 
kata Agus Bebeng (30), pewarta foto lembaga kantor berita nasional Antara. 
Bebeng adalah salah seorang yang memilih identitas Sunda dalam penampilan 
sehari-hari.
"Memakai iket juga seperti menebus dosa budaya dan tanda cinta saya pada budaya 
Sunda. Dulu saya lebih memilih menggunakan mode Barat. Untuk penutup kepala, 
contohnya, saya memilih menggunakan slayer corak modern," kata Bebeng.
Bebeng mulai menggunakan iket dari kain tahun 1997. Saat itu, ia terinspirasi 
masyarakat salah satu kampung adat. Keinginan memakai iket semakin besar ketika 
salah seorang tetua adat memberikannya selembar iket.
Hal serupa dialami Fachrul Rozi (27), fotografer lepas, yang sempat dianggap 
aneh ketika ada seorang ibu meminta foto bareng. Ibu itu menyangka ia adalah 
masyarakat desa adat.
Ia mempelajari lima teknik pemasangan iket. Teknik iket barangbang semplak 
lazim digunakan kusir dan jawara; koncer digunakan abdi dalem dan juragan; 
lohen digunakan pasangan pengantin; parekos digunakan pedagang dan petani; dan 
kuda mencar digunakan anak-anak.
"Tidak sekadar aksesori, iket ternyata juga menjadi lambang status sosial," 
kata Rozi. Gaya dan "nyunda"
Ria Ellysa Mifelsa (29), penggiat komunitas teater Laskar Panggung, Bandung, 
mengaku, pertama kali menggunakan iket sepuluh tahun lalu hanya sekadar 
bergaya. Namun, lama kelamaan, itu justru menjadi kebiasaan yang sulit 
dilepaskan, khususnya ketika menghadiri acara tradisi Sunda.
Ia juga mempelajari bentuk iket berbagai macam daerah, filosofi, dan 
perkembangannya. Iket, disebutnya, multifungsi antara lain sebagai pelindung 
kepala, pembawa barang, dan status sosial. "Sama sekali tidak salah bila 
sebagian pengguna tidak tahu filosofinya. Saya sendiri tidak terlalu paham. 
Setidaknya kami menjadi bagian orang yang mencintai budaya Sunda," katanya.
Menurut seniman Herry Dim, tidak dapat dimungkiri, khususnya di kota, iket 
menjadi sebuah gaya hidup. Seseorang ingin terlihat nyunda sehingga ia 
berpakaian Sunda. Namun, pandangan ini tidak bisa disalahkan. Menurut dia, 
semakin banyak orang menggunakannya, itu akan sangat berguna untuk melestarikan 
budaya Sunda.
Menurut dosen antroplogi Universitas Padjadjaran, Ira Indrawardhana, bagi 
masyarakat Sunda, iket bisa menjadi identitas. Dalam iket terkandung pesan 
antara lain menghormati orang tua dan selalu menempatkan kepentingan orang lain 
di atas keinginan sendiri.
Namun, meski sudah menjadi mode, iket kerap dilupakan masyarakat Sunda. 
Penggunaannya kerap dikatakan kuno, ketinggalan zaman. Menurut Ira, itu 
merupakan pandangan keliru. Alasannya, masalah cocok atau tidak hanya berputar 
pada sering atau tidaknya suatu hal digunakan banyak orang. Ia mencontohkan 
peci yang dipopulerkan Soekarno atau kafiyeh yang dipopulerkan Yasser Arafat. 
Semakin banyak orang menggunakannya, masyarakat akan semakin mengenal dan 
menggunakannya.
Ira tidak mempermasalahkan iket digunakan sekadar mengikuti mode. Alasannya, 
selama iket digunakan dan dilihat banyak orang, itu tentunya menjadi promosi 
kuat bagi budaya Sunda.
"Saya pribadi memilih menggunakan iket cetak dengan gaya yang paling banyak 
digunakan, yaitu barangbang semplak. Penggunanya tidak perlu mengikat sendiri, 
tetapi disiapkan bentuk jadi sehingga tidak rumit," katanya.















      Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. 
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke