Mang, abdi mah langkung percanten ka eyang Bujangga Manik batan ka urang Kuningan dina sual Sangkuriang mah. Saur eyang Bujangga Manik, sasakala Sangkuriang teh ayana di sakuliah Bandung.
Di milis ieu kantos dibahas perkawis Sangkuriang ieu, kalebet rujukan ti Bujangga Manik: Leumpang aing ka baratkeun datang ka Bukit Patenggeng Sakakala Sang Kuriang Mangsa dek nyitu Ci tarum Burung tembey kasiangan ________________________________ From: mh <[EMAIL PROTECTED]> To: kisunda <[email protected]>; [EMAIL PROTECTED]; Urangsunda <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, November 26, 2008 10:17:18 AM Subject: [kisunda] Tangkubanparahu ala Kuningan 5 Jul 2008 20:10 - Ajun Di Kuningan Ada Gunung Tangkubanparahu KUNINGAN : Di Desa/Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan, ada sebuah gunung mirip perahu terbalik (nangkub-Sunda) , sehingga banyak orang menyebutnya Gunung Tangkubanparahu. Gunung itu dikelilingi bukit-bukit kecil seolah meyatu antara bukit yang satu dengan bukit lainnya. Sebut saja Bukit Puterlumbung, Putersari, Kejay, Kandang Kidang, Batukarut, Anggolasi, Batutumpang, Turub Sumbul, Panarikan, Lebak Cipamali, Randegan, Paranje dan Gunung Kohkol. "Boleh orang menyebut di Bandung ada nama yang sama, di sini juga ada dan masyarakat menyebutnya Gunung Tangkubanparahu yang erat kaitannya dengan legenda Sangkuriang, " kata Rusmi (50), warga Desa Cimahi. Bicara Gunung Tangkubanparahu, memang tidak bisa dipisahkan dengan legenda Sangkuriang. Begitu pula halnya Gunung Tangkubanparahu Kuningan, ini didasarkan dengan beberapa bukti yang menggambarkan seolah-olah cerita Sangkuriang itu benar adanya. Seperti diceritakan dalam buku cerita rakyat, sinetron, Sangkuriang adalah seorang anak yang mencintai ibunya.Sangkuriang sendiri tidak tahu bahwa Dayang Sumbi adalah ibunya, karena sejak kecil Sangkuriang diusir ibunya sehingga dia pergi tanpa diketahui rimbanya. Ketika Sangkuriang sudah dewasa, dia bertemu dengan Dayang Sumbi dan jatuh cinta bahkan ingin menikahinya. Sayang Sumbi menolak, karena dia tahu Sangkuriang adalah anaknya. Hal itu, ketika Dayang Sumbi melihat tanda-tanda khusus sdi bagian kepala Sangkuriang. Oleh sebab itu, kata Rusmi, Dayang Sumbi membuat cara agar Sangkuriang tidak menikahinya yakni menyuruh Sangkuriang membuat bendungan lengkap dengan perahunya yang harus selesai satu malam sebelum natahari terbit. Sangkuriang gagal untuk memenuhi permintaan Dayang Sumbi, sehingga dia marah dan perahu yang hampir selesai dibuatnya lantas ditendang hingga menjadi gunung dan sampai saat ini disebut Gunung Tangkubanparahu. (BC-99) Citation: http://www.beritace rbon.com/ berita/2008- 07/di-kuningan- ada-gunung- tangkubanparahu
