Tidak lama kemudian Sunan Kalijaga berhasil menjumpainya. Sunan
Kalijaga bersujud menyembah di kaki Sang Prabu. Sang Prabu kemudian
bertanya kepada Sunan Kalijaga,
Quote:
"Sahid! Kamu datang ada apa? Apa perlunya mengikuti aku?"
Sunan Kalijaga berkata,
Quote:
"Hamba diutus putra Paduka, untuk mencari dan menghaturkan sembah
sujud kepada Paduka dimanapun bertemu. Beliau memohon ampun atas
kekhilafannya, sampai lancang berani merebut tahta Paduka, karena
terlena oleh darah mudanya yang tidak tahu tata krama ingin menduduki
tahta memerintah negeri, disembah para bupati. Sekarang putra Paduka
sangat merasa bersalah.
Adapun ayahanda Raja Agung yang menaikkan dan memberi derajat Adipati
di Demak, tak mungkin bisa membalas kebajikan Paduka, Kini putra
Paduka ingat, bahwa Paduka lolos dari istana tidak karuan dimana
tinggalnya. Karena itu putra Paduka merasa pasti akan mendapat kutukan
Tuhan. Karena itulah hamba yang lemah ini diutus utk mencari dimana
Paduka berada. Jika bertemu mohon kembali pulang ke Majapahit,
tetaplah menjadi raja seperti sedia kala, memangku mahligai istana
dijunjung para punggawa, menjadi pusaka dan pedoman yang dijunjung
tinggi para anak cucu dan para sanak keluarga, dihormati dan dimintai
restu keselamatan semua yang di bumi.
Jika Paduka berkenan pulang, putra Paduka akan menyerahkan tahta
Paduka Raja. Putra Paduka menyerahkan hidup dan mati. Itu pun jika
Paduka berkenan. Putra Paduka hanya memohon ampunan Paduka atas
kekhilafan dan memohon tetap sebagai Adipati Demak saja. Adapun
apabila Paduka tidak berkenan memegang tahta lagi, Paduka inginkan
beristirahat dimana, menurut kesenangan Paduka, di gunung mana Paduka
ingin tinggal, putra Paduka memberi busana dan makanan untuk Paduka,
tetapi memohon pusaka Kraton d tanah Jawa, diminta dengan tulus."
Sang Prabu Brawijaya bersabda,
Quote:
"Aku sudah dengar kata-katamu, Sahid! Tetapi aku tidak gagas! Aku
sudah muak bicara dengan santri! Mereka bicara dengan mata tujuh,
lamis semua, maka blero matanya! Menunduk di muka tetapi memukul di
belakang. Kata-katanya hanya manis di bibir, batinnya meraup pasir
ditaburkan ke mata, agar buta mataku ini. Dulu-dulu aku beri hati,
tapi balasannya seperti kenyng buntut ! Apa coba salahku? Mengapa
negaraku dirusak tanpa kesalahan? Tanpa adat dan tata cara manusia,
mengajak perang tanpa tantangan! Apakah mereka memakai tatanan babi,
lupa dengan aturan manusia yang utama!"
Setelah mendengar bersabda Sang Prabu, Sunan Kalijaga merasa sangat
bersalah karena telah ikut menyerang Majapahit. Ia menarik nafas dalam
dan sangat menyesal. Namun yang semua telah terjadi. Maka kemudian ia
berkata lembut,
Quote:
"Mudah-mudahan kemarahan Paduka kepada putra Paduka, menjadi jimat
yang dipegang erat, diikat dipucuk rambut, dimasukkan dalam ubun-ubun,
menambahi cahaya nubuwat yang bening, untuk keselamatan putra cucu
Paduka semua. Karena semua telah terjadi, apalagi yang dimohon lagi,
kecuali hanya ampunan Paduka. Sekarang paduka hendak pergi ke mana?"
Sang Prabu Brawijaya berkata,
Quote:
"Sekarang aku akan ke Pulau Bali, bertemu dengan Prabu Dewa Agung di
Kelungkung. Aku akan beri tahu tingkah si Patah, menyia-nyiakan orang
tua tanpa dosa, dan hendak kuminta menggalang para raja sekitar Jawa
untuk mengambil kembali tahta Majapahit.
Adipati Palembang akan kuberi tahu bahwa kedua anaknya sesampai di
tanah Jawa yang aku angkat menjadi Bupati, tetapi tidak tahu aturan.
Ia berani memusuhi ayah dan rajanya. Aku akan minta kerelaannya untuk
aku bunuh kedua anaknya sekaligus, sebab pertama durhaka kepada ayah
dan kedua kepada raja.
Aku juga hendak memberitahu kepada Hongte di Cina, bahwa putrinya yang
menjadi istriku punya anak laki-laki satu, tetapi tidak tahu jalan,
berani durhaka kepada ayah raja. Ia juga kuminta kerelaan cucunya
hendak aku bunuh, aku minta bantuan prajurit Cina untuk perang. Akan
kuminta agar datang di negeri Bali. Apabila sudah siap semua prajurit,
serta ingat kepada kebaikanku, dan punya belas kasih kepada orang tua
ini, pasti akan datang di Bali siap dengan perlengkapan perang.
Aku ajak menyerang tanah Jawa merebut istanaku. Biarlah terjadi perang
besar ayah melawan anak. Aku tidak malu, karena aku tidak memulai
kejahatan dan meninggalkan tata cara yang mulia."
Sunan Kalijaga sangat prihatin. Ia berkata dalam hati,
Quote:
"Tidak salah dengan dugaan Nyai Ageng Ampelgading, bahwa Eyang Bungkuk
masih gagah mengangkangi negara, tidak tahu diri, kulit kisut punggung
wungkuk. Jika beliau dibiarkan sampai menyeberang ke Pulau Bali,
pasti akan ada perang besar dan pasukan Demak pasti kalah karena dalam
posisi salah, memusuhi raja dan bapa, ketiga pemberi anugerah. Sudah
pasti orang jawa yang belum Islam akan membela raja tua, bersiaga
mengangkat senjata. Pasti akan kalah orang Islam tertumpas dalam
peperangan."
Akhirnya Sunan Kalijaga berkata pelan,
Quote:
"Aduh Gusti Prabu! Apabila Paduka nanti tiba di Bali, kemudian
memanggil para raja, pasti akan terjadi perang besar. Apakah tidak
sayang Negeri Jawa rusak. Sudah dapat dipastikan putra Paduka yang
akan celaka, kemudian Paduka bertahta kembali menjadi raja, tapi tidak
lama kemudian lengser keprabon. Tahta Jawa lalu diambil oleh bukan
darah keturunan Paduka. Jika terjadi demikian ibarat serigala berebut
bangkai, yang berkelahi terus berkelahi hingga tewas dan semua daging
dimakan serigala lainnya."
Balas sang Prabu :
Quote:
"Ini semua kehendak Dewata Yang Maha Lebih. Aku ini raja binatara,
menepati sumpah sejati, tidak memakai dua mata, hanya menepati satu
kebenaran, menurut Hukum dan Undang-Undang para leluhur. Seumpamanya
si Patah menganggap aku sebagai bapaknya, lalu ingin menjadi raja,
diminta dengan baik-baik, istana tana Jawa ini akan kuberikan dengan
baik-baik pula. Aku sudah tua renta, sudah kenyang menjadi raja,
menerima menjadi pendeta bertafakur di gunung. Sedangkan si Patah
meng-aniaya kepadaku. Pastilah aku tidak rela tanah Jawa dirajainya.
Bagaimana pertanggungjawabanku kepada rakyatku di belakang hari nanti?"
Mendengar kemarahan Sang Prabu yang tak tertahankan lagi, Sunan
Kalijaga merasa tidak bisa meredakan lagi, maka kemudian beliau
menyembah kaki Sang Prabu sambil menyerahkan kerisnya dengan berkata,
apabila Sang Prabu tidak bersedia mengikuti sarannya, maka ia mohon
agar dibunuh saja, karena akan malu mengetahui peristiwa yang
menjijikkan itu.
Sang Prabu melihat tingkah Sunan Kalijaga yang demikian tadi, hatinya
tersentuh juga. Sampai lama beliau tidak berkata selalu mengambil
nafas dalam-dalam dengan meneteskan air mata. Berat sabdanya,
Quote:
"Sahid! Duduklah dahulu. Kupikirkan baik-baik, kupertimbangkan
saranmu, benar dan salahnya, baik dan buruknya, karena aku khawatir
apabila kata-katamu itu bohong saja. Ketahuilah Sahid! Seumpama aku
pulang ke Majapahit, si Patah menghadap kepadaku, bencinya tidak bisa
sembuh karena punya ayah Budha kawak kafir kufur. Lain hari lupa, aku
kemudian ditangkap dikebiri, disuruh menunggu pintu belakang. Pagi
sore dibokongi sembahyang, apabila tidak tahu kemudian dicuci di kolam
digosok dengan ilalang kering."
Sang Prabu mengeluh kepada Sunan Kalijaga,
Quote:
"Coba pikirkanlah, Sahid! Alangkah sedih hatiku, orang sudah
tua-renta, lemah tidak berdaya koq akan direndam dalam air."
Sunan Kalijagamemendam senyum dan berkata,
Quote:
"Mustahil jika demikian, besok hamba yang tanggung, hamba yakin tidak
akan tega putra Paduka memperlakukan sia-sia kepada Paduka. Akan
halnya masalah agama hanya terserah sekehendak Paduka, namun lebih
baik jika Paduka berkenan berganti syariat rasul, dan mengucapkan asma
Allah. Akan tetapi jika Paduka tidak berkenan itu tidak masalah. Toh
hanya soal agama. Pedoman orang Islam itu syahadat, meskipun salat
dingklak-dingkluk jika belum paham syahadat itu juga tetap kafir namanya."
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/