Prabu Jimbun (Raden Patah) kembali ke Demak 

Setelah Prabu Jimbun tiba di Demak, para pengikutnya menyambutnya
dengan gembira dan berpesta ria. Para santri bermain rebana dan
berdzikir, mengucap syukur dan sangat gembira atas kemenangan mereka
dan kepulangan Sang Prabu Jimbun atau Raden Patah. 

Sunan Bonang menyambut kepulangan Sang Prabu Jimbun. Sang Raja
kemudian melaporkan kepada Sunan Bonang bahwa Majapahit telah jatuh,
buku-buku agama Buddha sudah dibakari semua, serta melaporkan kalau
ayahandanya dan Raden Gugur lolos. Patih Majapahit   tewas di tengah
peperangan, Putri Cempa sudah diajak menugungsi ke Bonang. 

Pasukan Majapahit yang sudah takhluk kemudian disuruh masuk Islam.
Sunan Bonang mendengar laporan Sang Prabu Jimbun, tersenyum sambil
mengangguk-angguk. Ia mengatakan peristiwa itu cocok dengan perkiraan
batinnya. 

Sang Prabu melaporkan bahwa ia telah mampir ke Ampeldenta (pesantren
Ampel Gading) untuk menghadap Eyang Nyai Ageng Ampel. Kepada Eyang
Nyai Ageng Ampel ia mengatakan kalau baru saja dari Majapahit, serta
memohon izin bertahta menjadi raja tanah Jawa. Akan tetapi di Ampel ia
malah dimarahi dan diumpat-umpat. Ia dikatakan tidak tahu membalas
kebaikan Sang Prabu Brawijaya. Akhirnya ia diperintahkan supaya
mencari dan mohon ampun kepada ayahandanya. Semua kemarahan Nyai Ageng
Ampel dilaporkan kepada Sunan Bonang. 

Mendengar hal itu Sunan Bonang, dalam batin merasa menyesal dan
bersalah karena khilaf akan kebaikan Prabu Brawijaya. Tetapi  rasa
yang demikian tadi ditutupi dengan pura-pura menyalahkan Prabu
Brawijaya dan Patih, karena tidak mau pindah agama Islam. 

 
Sunan Bonang mengatakan agar perintah Nyai Ageng Ampel tidak perlu
dipikirkan benar, karena pertimbangan wanita itu pasti kurang
sempurna, lebih baik penghancuran Majapahit dilanjutkan. 

Jika Prabu Jimbun menuruti perintah Nyai Ampeldanta, Sunan Bonang
lebih baik akan pulang ke Arab. Akhirnya Prabu Jimbun berjanji kepada
Sunan Bonang untuk tidak menjalani perintah Nyai Ampel. 
   

Sunan Bonang memerintahkan kepada Sang Prabu, jika ayahandanya memaksa
pulang ke Majapahit, Sang Prabu diperintahkan menghadap dan meminta
ampun akan semua kesalahannya. Akan tetapi bila beliau ingin bertahta
lagi, jangan di tanah Jawa, karena pasti akan mengganggu orang yang
pindah ke agama Islam. Ia disuruh bertahta di negara lain di luar Jawa. 
 
Sunan Giri kemudian menyambung, agar tidak menganggu pengislaman Jawa,
Prabu Brawijaya dan putranya lebih baik di tenung saja. Karena
membunuh orang kafir itu tidak ada dosanya. Sunan Bonang serta Prabu
Jimbun sudah mengamini pendapat Sunan Giri yang demikian tadi. 


(Redaksi [sumber yang nulis ini: punten sanes sim kuringnya!!]: 
Kisah selanjutnya menceritakan mengenai Sunan Kalijaga yang diutus
Prabu Jimbun mencari ayahnya dan membujuknya dengan cara baik-baik,
mungkin dengan pertimbangan bahwa ayahnya masih memiliki kekuatan,
yaitu kedua anak lainnya Adipati Ponorogo dan Adipati Penging masih
berkuasa di wilayahnya masing-masing dan kalau sampai Prabu Brawijaya
berhasil sampai ke Bali, maka ia dapat meminta bantuan raja Bali untuk
menyerang balik. Dari sumber lain, ditemukan Sunan Kalijaga adalah
seorang petapa yang sering bertapa di sekitar sungai-sungai, dan
mempunyai perangai yang halus. Secara pribadi redaksi berpendapat
bahwa Sunan Kalijaga adalah seorang NEGOSIATOR LICIK JUARA DUNIA!!!) 

 
Sunan Kalijaga  dalam perjalanan mencari Prabu Brawijaya, hanya
diantar dua sahabat. Perjalanannya terlunta-lunta. Tiap desa dihampiri
untuk mencari informasi. Perjalanan Sunan Kalijaga melewati pesisir
timur Pulau Jawa, menurutkan bekas jalan-jalan yang dilalui Prabu
Brawijaya. 

Perjalanan Prabu Brawijaya sampailah di Blambangan. Karena merasa
lelah kemudian berhenti di pinggir mata air. Waktu itu pikiran Sang
Prabu benar-benar gelap. Yang ada di hadapannya hanya abdi berdua,
yaitu Nayagenggong dan Sabdapalon. Kedua abdi tadi tidak pernah
bercanda dan memikirkan peristiwa yang baru saja terjadi. 

 



------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke