Eksotika Pulau Peucang HAMPARAN pasir pantai nan putih, debur ombak kecil yang memecah buih di bibir pantai, dengan air jernih dan sepoi angin menyapu wajah. Mungkin penggambaran ini sering kita temui dalam cerita-cerita pendek ataupun imaji saja. Namun, semua itu terasa nyata ketika kaki saya menjejak di Pulau Peucang.
Peucang merupakan sebuah pulau yang terdapat di Selat Panaitan. Secara administratif, pulau itu masuk ke dalam wilayah Kabupaten Pandeglang (Banten). Peucang juga masuk dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Dermaga kecil dengan semerbak aroma laut menyambut saya, seketika itu penat perjalanan dari Jakarta yang ditempuh kurang lebih tujuh jam sampai di Desa Sumur dan kapal selama tiga jam, terbayar sudah. Eksotika Pulau Peucang membuat kita ingin berlama-lama duduk di hamparan putihnya pasir pantai dan mengabadikan setiap aktivitas bongkar muat kapal yang membawa serombongan pemancing dan wisatawan yang datang silih berganti. Namun, godaan perut untuk segera diisi membuat saya harus segera bergabung dengan rombongan trip yang dikomandoi dari Next Level Adventure. Sembari menyantap makan siang khas pesisir, mata ini juga disuguhi pemandangan hamparan laut yang tampak indah, terlebih siang itu cuaca begitu bersahabat dengan matahari memancarkan sinar dan di langit gerombolan awan putih berarakan. Sungguh luar biasa makan siang kali ini. Pulau Peucang seperti surga di ujung barat Pulau Jawa. Posisinya yang sedikit tersembunyi, layak masuk ke dalam catatan kunjungan akhir pekan. Kondisi geografis Peucang membuatnya dianugerahi laut yang tak berombak, sangat tenang sehingga aman untuk berenang. Butir pasir putih dan gradasi warna laut kehijauan, biru hingga biru tua sangat memanjakan kedua bola mata. Hijau hutan dengan pepohonan terjaga menjadikan Peucang sungguh menawan. Berdasarkan cerita, Peucang adalah nama sejenis siput yang banyak ditemukan di pantai pulau itu. Penduduk desa menyebutnya dengan nama lain, mata peuncang. Versi lain, Peucang adalah nama sejenis rusa yang mendiami pulau itu. Daya tarik lain dari pulau seluas 450 hektare ini adalah hadirnya kawanan rusa (Cervus timorensis), lutung (Trachypithecus auratus auratus), babi hutan (Sus verrucosus), elang jawa, dan biawak. Kawanan hewan ini cukup jinak, tetapi kita tetap harus berhati-hati. Menjelang sore kawanan rusa dan lutung tampak ramai menyebar di lapangan penginapan di pulau ini. Kawasan ini cocok untuk wisata edukasi berbau riset ataupun observasi langsung karena hutan Pulau Peucang merupakan salah satu ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah. Sebagai ekosistem hutan hujan tropis tentunya kawasan ini kaya akan flora seperti merbau (Intsia bijuga), palahlar (Dipterocarpus haseltii), bungur (Lagerstroemia speciosa), cerlang (Pterospermum diversifolium), dan ki hujan (Engelhardia serrata). Selain itu juga ada pohon ara pencekik, tumbuhan parasit yang melilit pohon lain untuk hidup. Biasanya pohon inangnya akan mati jika aranya menjadi dewasa. Menjelang pagi, pesona matahari terbit dapat disaksikan di sisi timur pulau. Lokasinya tidak terlalu jauh dari dermaga tempat kapal tertambat. Pagi itu air sedang pasang, jadi dengan sedikit menyusuri bibir pantai dan dengan rela berbasah-basah, kita bisa menyaksikan keindahan sunrise. Alhasil beberapa visual berhasil saya abadikan. Suasana pagi terasa mengasyikkan tatkala kita menyaksikan ribuan ikan berenang mengelilingi kapal yang bersandar di dermaga. Beberapa ikan kuwe/gerong berukuran besar tampak diantara gerombolan ikan kecil. Airnya yang jernih dan kawanan ikan membuat beberapa rekan saya langsung mengambil perlengkapan snorkling. Peucang layak mendapat tempat di hati karena keindahan alamnya menggugah citra visual. Nah, tidak salah jika meluangkan waktu untuk mendatangi pulau ini. Namun, sebagai catatan untuk berkunjung kita harus mempersiapkan diri dengan perbekalan yang cukup seperti air minum dan makanan karena di kawasan ini tidak akan ditemui warung ataupun sejenisnya. Apabila kita tidak mau dipusingkan dengan hal semacam ini, saya menyarankan untuk mengikuti trip wisata yang diadakan oleh berbagai macam penyedia layanan wisata dan mudah dicari di internet dengan kata kunci "trip Pulau Peucang". (Prakoso Bhairawa Putera, "blogger" dan peminat fotografi wisata)*** web: http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=149007
