Sae pisan. Pulau sesa pangamukan G. Krakatua - Kang Oki nyebut ieu gunung:
"pilar-pilar Hercules" yang dimaksud oleh Plato - di ujung barat Tatar
Sunda, saena tetep wae sina alami. Hiji-hijina kagiatan pangwangunan anu
dimeunangkeun di ieu pulau: konservasi & wisata lingkungan terbatas/wisata
alam minat khusus.

manar

2010/7/18 mh <[email protected]>

>
>
> Eksotika Pulau Peucang
>
> HAMPARAN pasir pantai nan putih, debur ombak kecil yang memecah buih di
> bibir pantai, dengan air jernih dan sepoi angin menyapu wajah. Mungkin
> penggambaran ini sering kita temui dalam cerita-cerita pendek ataupun imaji
> saja. Namun, semua itu terasa nyata ketika kaki saya menjejak di Pulau
> Peucang.
>
> Peucang merupakan sebuah pulau yang terdapat di Selat Panaitan. Secara
> administratif, pulau itu masuk ke dalam wilayah Kabupaten Pandeglang
> (Banten). Peucang juga masuk dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.
>
> Dermaga kecil dengan semerbak aroma laut menyambut saya, seketika itu penat
> perjalanan dari Jakarta yang ditempuh kurang lebih tujuh jam sampai di Desa
> Sumur dan kapal selama tiga jam, terbayar sudah. Eksotika Pulau Peucang
> membuat kita ingin berlama-lama duduk di hamparan putihnya pasir pantai dan
> mengabadikan setiap aktivitas bongkar muat kapal yang membawa serombongan
> pemancing dan wisatawan yang datang silih berganti. Namun, godaan perut
> untuk segera diisi membuat saya harus segera bergabung dengan rombongan trip
> yang dikomandoi dari Next Level Adventure.
>
> Sembari menyantap makan siang khas pesisir, mata ini juga disuguhi
> pemandangan hamparan laut yang tampak indah, terlebih siang itu cuaca begitu
> bersahabat dengan matahari memancarkan sinar dan di langit gerombolan awan
> putih berarakan. Sungguh luar biasa makan siang kali ini.
>
> Pulau Peucang seperti surga di ujung barat Pulau Jawa. Posisinya yang
> sedikit tersembunyi, layak masuk ke dalam catatan kunjungan akhir pekan.
> Kondisi geografis Peucang membuatnya dianugerahi laut yang tak berombak,
> sangat tenang sehingga aman untuk berenang. Butir pasir putih dan gradasi
> warna laut kehijauan, biru hingga biru tua sangat memanjakan kedua bola
> mata. Hijau hutan dengan pepohonan terjaga menjadikan Peucang sungguh
> menawan.
>
> Berdasarkan cerita, Peucang adalah nama sejenis siput yang banyak ditemukan
> di pantai pulau itu. Penduduk desa menyebutnya dengan nama lain, mata
> peuncang. Versi lain, Peucang adalah nama sejenis rusa yang mendiami pulau
> itu.
>
> Daya tarik lain dari pulau seluas 450 hektare ini adalah hadirnya kawanan
> rusa (Cervus timorensis), lutung (Trachypithecus auratus auratus), babi
> hutan (Sus verrucosus), elang jawa, dan biawak. Kawanan hewan ini cukup
> jinak, tetapi kita tetap harus berhati-hati. Menjelang sore kawanan rusa dan
> lutung tampak ramai menyebar di lapangan penginapan di pulau ini.
>
> Kawasan ini cocok untuk wisata edukasi berbau riset ataupun observasi
> langsung karena hutan Pulau Peucang merupakan salah satu ekosistem hutan
> hujan tropis dataran rendah. Sebagai ekosistem hutan hujan tropis tentunya
> kawasan ini kaya akan flora seperti merbau (Intsia bijuga), palahlar
> (Dipterocarpus haseltii), bungur (Lagerstroemia speciosa), cerlang
> (Pterospermum diversifolium), dan ki hujan (Engelhardia serrata). Selain itu
> juga ada pohon ara pencekik, tumbuhan parasit yang melilit pohon lain untuk
> hidup. Biasanya pohon inangnya akan mati jika aranya menjadi dewasa.
>
> Menjelang pagi, pesona matahari terbit dapat disaksikan di sisi timur
> pulau. Lokasinya tidak terlalu jauh dari dermaga tempat kapal tertambat.
> Pagi itu air sedang pasang, jadi dengan sedikit menyusuri bibir pantai dan
> dengan rela berbasah-basah, kita bisa menyaksikan keindahan sunrise. Alhasil
> beberapa visual berhasil saya abadikan.
>
> Suasana pagi terasa mengasyikkan tatkala kita menyaksikan ribuan ikan
> berenang mengelilingi kapal yang bersandar di dermaga. Beberapa ikan
> kuwe/gerong berukuran besar tampak diantara gerombolan ikan kecil. Airnya
> yang jernih dan kawanan ikan membuat beberapa rekan saya langsung mengambil
> perlengkapan snorkling.
>
> Peucang layak mendapat tempat di hati karena keindahan alamnya menggugah
> citra visual. Nah, tidak salah jika meluangkan waktu untuk mendatangi pulau
> ini. Namun, sebagai catatan untuk berkunjung kita harus mempersiapkan diri
> dengan perbekalan yang cukup seperti air minum dan makanan karena di kawasan
> ini tidak akan ditemui warung ataupun sejenisnya. Apabila kita tidak mau
> dipusingkan dengan hal semacam ini, saya menyarankan untuk mengikuti trip
> wisata yang diadakan oleh berbagai macam penyedia layanan wisata dan mudah
> dicari di internet dengan kata kunci "trip Pulau Peucang". (Prakoso Bhairawa
> Putera, "blogger" dan peminat fotografi wisata)***
>
> web:
> http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=149007
>
>
>  
>

Kirim email ke