Ramai Hanya Saat Lebaran Pesona Curug Cileat, dengan segala kekurangannya, belum sepenuhnya memudar. Untuk hari-hari tertentu, seperti Hari Raya Idulfitri (Lebaran) dan liburan sekolah, Curug Cileat masih menjadi objek tujuan wisata masyarakat Kabupaten Subang dan sekitarnya.
Jika libur Lebaran, tutur Amad, seorang pemilik warung makanan dan minuman di Desa Cibago, pengunjung ke Curug Cileat lumayan banyak. Meskipun masih didominasi kalangan anak muda dan ABG. "Kalau lagi ramai, lahan parkir ini penuh dijejali kendaraan, baik roda dua maupun roda empat," katanya. Akan tetapi, kalau bukan musim liburan, ya sepi pengunjungnya. Kalaupun ada, hanya beberapa orang yang tergabung dalam kelompok pencinta alam. "Kalau masyarakat biasa, setelah berwisata ke Curug Cileat, biasanya jarang yang datang lagi. Mungkin kapok ya," tutur Amad. Apa yang dikatakan Amad mungkin ada benarnya. Betapa tidak, bagi masyarakat biasa, menempuh perjalanan ke Curug Cileat bisa memakan waktu sekitar 4 jam pulang pergi. Pasti, bagi yang tidak memiliki jiwa petualang, perjalanan itu akan merepotkan dan menguras tenaga. Ya wajar kalau sampai ada yang kapok untuk datang kembali. Nah, yang menjadi pokok permasalahan sekarang, bagaimana mengembalikan objek wisata Curug Cileat ini sebagai daerah tujuan wisata. Bisa! Sangat bisa. Peluang untuk melakukan perbaikan masih sangat memungkinkan. (Syamsul Bachri/PDR "Pikiran Rakyat")*** web: http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=149871 2010/7/23 mh <[email protected]> Curug Cileat Merana di "Surga" Wisata > > Curug Cileat memang luar biasa. Sangat eksotik dan penuh pesona. > Keindahannya sulit digambarkan dengan kata-kata. Menakjubkan sekali. > Sepertinya, baru kali ini melihat curug (air terjun-red.) seanggun Cileat. > > Dari ketinggian tebing lebih kurang 135 meter, air nan bening tiada > hentinya terjun membasahi bumi. Suaranya bergemuruh memecah keheningan. > Butiran-butiran airnya beterbangan menyamarkan pemandangan. Harmoni alam > yang begitu sempurna. > >
