Curug Cileat Merana di "Surga" Wisata Curug Cileat memang luar biasa. Sangat eksotik dan penuh pesona. Keindahannya sulit digambarkan dengan kata-kata. Menakjubkan sekali. Sepertinya, baru kali ini melihat curug (air terjun-red.) seanggun Cileat.
Dari ketinggian tebing lebih kurang 135 meter, air nan bening tiada hentinya terjun membasahi bumi. Suaranya bergemuruh memecah keheningan. Butiran-butiran airnya beterbangan menyamarkan pemandangan. Harmoni alam yang begitu sempurna. Hawa basah dan sejuk begitu terasa. Merasuk hingga ke seluruh tubuh. Seolah sedang berada di ruangan ber-AC. Rasa lelah setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam berjalan kaki langsung lenyap begitu tiba di Curug Cileat. Segar dan bugar kembali. Sejenak pandangan mata tak berkedip, begitu menyaksikan keelokan air yang terjun bebas dari Curug Cileat. Tak berlebihan jika kawasan objek wisata Curug Cileat diibaratkan "surga" yang berada di belantara hutan Subang. Lima "curug" Perjalanan menuju Curug Cileat, bagi yang belum biasa, memang sangat melelahkan. Perlu perjuangan, kesabaran, kehati-hatian, dan tenaga ekstra. Dari Desa Cibago yang merupakan pos retribusi atau tempat parkir kendaraan, masih harus menempuh perjalanan kurang lebih 10 km untuk sampai di Curug Cileat. Medan yang harus dilalui lumayan terjal. Kondisinya masih berupa jalan tanah setapak. Jika pas musim hujan, jalannya lumayan licin. Di ruas-ruas tertentu, jalannya agak sulit dilalui, karena harus meniti batu-batuan yang menutupi jalan. Meskipun medannya lumayan berat, tetapi sebanding dengan suguhan panorama alam yang indah sepanjang perjalanan menuju Curug Cileat. Hutan, sawah terasering, dan aliran sungai, menjadi obat lelah selama di perjalanan. Sebelum sampai di Curug Cileat -- kurang lebih setiap 3 km perjalanan, akan ditemui tiga curug yang tak kalah anggun dari Curug Cileat. Yaitu, Curug Citorok yang memiliki ketinggian 80 meter, Curug Cimuncang 90 meter, dan Curug Cimuncang Pasir 100 meter. Yang harus diingat, jika bukan musim liburan, dari Desa Cibago hingga Curug Cileat, jangan harap menemukan pedagang makanan atau minuman. Oleh karena itu, persiapkanlah perbekalan secukupnya, terutama air minum. Jangan terlalu banyak membawa perbekalan, sebab akan merepotkan Anda sendiri di perjalanan. Apalagi, medan menuju Curug Cileat lumayan berat, jadi beban bawaan usahakan tak terlalu berat. Untuk mencapai Desa Cibago, dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan empat. Jalannya lumayan beraspal, meskipun masih banyak bolong-bolong. Yang harus diwaspadai para pengendara adalah jalannya yang sempit dan berkelok. Curug Cileat ini tepatnya berada di Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Sekitar 10 km dari Desa Mayang, lebih kurang 20 km dari Terminal Cisalak, dan sekitar 10 km dari Patung Nanas atau Jalan Cagak. Dari Subang kota sekitar 30 km dan 45 km dari Kabupaten Sumedang. Kawasan objek wisata Curug Cileat ini termasuk wilayah KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Bandung Utara dan BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan) Cisalak Subang. Tak terurus Keanggunan dan keindahan Curug Cileat kini sedikit terusik oleh orang-orang yang tak punya rasa memiliki. Keindahan dan keasrian alamnya tercoreng oleh kekumuhan lingkungan sekitarnya. Di sekitar limpahan air Curug Cileat sampah-sampah plastik berserakan, baik sampah bekas makanan maupun minuman kemasan. Diperparah dengan kondisi bangunan permanen yang sangat memprihatinkan. Sudah tidak layak pakai, malah membawa kesan kumuh. Bangku-bangku kayu tempat istirahat sambil menikmati keindahan curug pun sudah tidak ada yang bisa digunakan, hancur semuanya. Kenapa bisa begitu? Akankah Curug Cileat yang penuh pesona ini bernasib sama dengan objek wisata curug lainnya yang telantar dan ditelantarkan? Semoga saja tidak. (Syamsul Bachri/ PDR "Pikiran Rakyat")*** web: http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=149872
