salian kawentar ku tahuna, nu mindeng kadenge perkara sumedang cenah
peletna, "pelet": marongge.
duka teuing enye aya henteuna mah eta pelet teh, da rumasa teu kungsi melet,
jeung teu pernah kapelet. hehehe.
ngan wae keur lalayaran di jagat maya, kabeneran manggih artikel nu pakait,
geuning marongge teh ngaran
tempat, tepatna mah ngaran kuburan nu aya di sumedang.

========
MAKAM MARONGGE WISATA BUDAYA SUMEDANG
Rabu, 21 Jul 2010 17:02:38| BRAGA25 | Dibaca 71 kali
Sumedang, 21/7 (ANTARA) - Makam Marongge tetap menjadi tempat wisata budaya
andalan Kabupaten Sumedang, khususnya setiap bulan, pada Jumat kliwon makam
keramat ini ramai dikunjungi peziarah dari dalam dan luar kota.

Wakil Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kab. Sumedang, Engkos Kosasih di
Sumendang, mengatakan itu, Rabu, dan menyebutkan makam Marongge sudah sejak
lama tersohor.

"Banyak yang percaya bahwa jika berziarah ke makam Marongge sudah terkabul
keinginannya. Hanya saja memang kekhasan para pengunjung yang berziarah
kebanyakan yang ingin mendapatkan jodoh," jelasnya.

Para peziarah setiap malam Jumat kliwon, setelah melakukan ritual kemudian
beramai-ramai mandi di sebuah kali yang jaraknya tidak jauh, di bawah makam
Marongge.

Selain malam Jumat Kliwon pun makam ini ada saja yang mengunjungi, namun
tidak sebanyak pada malam Jumat Kliwon.

Menurut sejarahnya makam Marongge, adalah makam embah Gabug dan tiga
saudaranya bernama, embah Sedayu, embah Naibah dan embah Naidah putri raja
yang meninggal sebelum mereka mendapatkan jodohnya.

Keempat putri tersebut sangat cantik, anggun dan menarik serta sakti,
sehingga seluruh raja-raja ingin meminangnya dan menjadikan sebagai
permasuri.

Keempat putri tersebut kemudian mengadakan sayembara, barang siapa yang bisa
menarik kembali sebuah 'kukuk' (buah labu) yang dihanyutkan di sungai, maka
orang itulah yang akan menjadi suaminya.

Ternyata, tak seorang pun raja yang berhasil memenangkan sayembara tersebut.
Para raja tidak bisa mengalahkan kesaktian para keempat putri raja tersebut.

Karena kesaktian keempat putri itulah, akhirnya makam mereka dikeramatkan
dan diberi nama Marongge. Oleh Pemda kabupaten Sumedang pun Makam Marongge
telah ditetapkan sebagai Wisata Budaya dan Wisata ziarah. ***4***

web:
http://www.antarajawabarat.com/lihat/berita/24946/makam-marongge-wisata-budaya-sumedang

Kirim email ke