ceuk mas achmad urang jabar, dki, jeung banten bakal ngarasa rugi, mun ibukota pindah ti jakarta pindah ka palangka. naha enya ngan urang jabar, banten, jeung dki nu ngarasa dirugikeun? atawa ukur tudingan mas achmad, neumbleuhkeun ka urang jabar?
Pemindahan Ibu Kota Cenderung Direspon Negatif Selasa, 03/08/2010 - 16:35 YOGYAKARTA, (PRLM).-Gagasan pemindahan ibu kota keluar dari Jakarta diperkirakan cenderung direspon negatif oleh pihak-pihak berkepentingan di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Pertimbangannya pemindahan ibu kota bisa menjauhkan akses politik kawasan tersebut. “Selama ini daerah tersebut sangat diuntungkan oleh akses politik yang dekat. Jika ibu kota berpindah maka akses politik mereka akan semakin jauh,” kata pengamat politik Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc, Selasa (3/8). Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (IP-UMY) menyatakan pemindahan ibu kota sebenarnya positif untuk pemerataan pembangunan. Syaratnya, pemindahan ibu kota bukan memindahkan kawasan bisnis. Ibu Kota Jakarta harus tetap menjadi kota bisnis, bukan sebaliknya diboyong ke ibu kota baru. Jika kota bisnis dipindah sekota dengan ibu kota, itu sama halnya tidak mengatasi masalah perkotaan yang melanda Jakarta. “Kalau hal itu terjadi sama saja akan terjadi situasi kota yang sangat crowded. “katanya. Jika pilihannya Palangkaraya, Kalimatan Tengah, sebagai ibu kota, maka kota ini dikhususkan untuk ibu kota, bukan disulap menjadi kota bisnis seperti Jakarta. Kondisi geografisnya tepat berada ditengah Indonesia dan secara geologis relatif aman dari bencana alam. “Palangkaraya cenderung aman dari gempa dan banjir dibandingkan kota lain,”ujar dia. Persoalan yang harus diperhitungkan, kata dia, kesiapan penduduk. Biaya pemindahan ini sangat mahal, bisa mencapai Rp 100 triliun. Jika penduduk setempat tidak siap, itu menjadi masalah di belakang hari. Maka persiapannya tidak sebatas fasilitas infrastruktur kota, masyarakat harus disiapkan. Jangan memindahkan ibu kota justru membikin masalah baru, penduduk lokal terpinggirkan dan pendatang menjadi raja, itu sangat rawan konflik. (A-84/kur)*** web: http://www.pikiran-rakyat.com/node/119147
