ah.. biasana mah ngan ukur wacana

--- Pada Kam, 12/8/10, Ii Sumirat <[email protected]> menulis:

Dari: Ii Sumirat <[email protected]>
Judul: [kisunda] Indonesia akan bangun Pusat Keanekaragaman Hayati terbesar di 
Asia
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 12 Agustus, 2010, 7:12 PM







 



  


    
      
      
      







   









Pusat Biodiversitas Terbesar Dibangun



Jakarta, Kompas

- Pemerintah dan badan usaha milik negara sektor kehutanan, Perum

Perhutani, akan membangun pusat biodiversitas terbesar Asia Tenggara di

Kabupaten Karawang dan Purwakarta, Jawa Barat. Kawasan seluas 11.250

hektar tersebut akan menjadi pusat ekowisata dan penelitian kehutanan

internasional soal keanekaragaman hayati Indonesia.



Menteri

Kehutanan Zulkifli Hasan menyampaikan hal ini saat berkunjung ke

Redaksi Kompas di Jakarta, Selasa (10/8). Indonesia dijuluki negara

dengan megabiodiversitas karena memiliki, antara lain, 350 spesies

tumbuhan kayu bernilai komersial dan 1.300 spesies tanaman obat.



â€Kami

sudah meninjau hutan produksi tersebut dari udara dan memang ada

perambah. Saya sudah meminta Perhutani menertibkan mereka secara

persuasif dan menghutankan kembali kawasan itu untuk dijadikan pusat

biodiversitas terbesar di Asia Tenggara,†ujar Zulkifli.



Selasa

pagi, Menhut didampingi Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan Hadi

Daryanto, Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam

Darori, serta Direktur Utama Perum Perhutani Upik Rosalina meninjau

hutan produksi calon pusat biodiversitas. Kawasan hutan yang berbatasan

langsung dengan kompleks pemakaman San Diego Hills dan kawasan industri

di Karawang ini sebagian besar gundul.



Dari pemantauan udara

menggunakan helikopter Polisi Udara Dauphin AS365 N3, tampak

gubuk-gubuk perambah di kawasan hutan. Mereka berladang tanaman

palawija dan ada juga yang mengalihfungsikan hutan menjadi areal

persawahan.



Menhut meminta Perum Perhutani menertibkan perambah

secara persuasif dan melibatkan mereka dalam pengelolaan. â€Kami juga

mengajak perusahaan lain membangun pusat biodiversitas ini,†ujar

Zulkifli.



Upik menyanggupi hal tersebut. Perhutani telah

bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mengajak perambah keluar dari

kawasan hutan tersebut.



Kementerian Kehutanan tengah menyiapkan

peraturan pemerintah yang akan mengizinkan Perum Perhutani mendapat

manfaat dari komersialisasi kawasan hutan di Pulau Jawa. Namun,

Perhutani harus memanfaatkan hasil komersialisasi untuk membeli lahan

kritis rakyat dan menanami lagi. (ham)



-Sumber: Kompas, 11 Agustus 2010, Halaman 18-





 









 










    
     

    
    


 



  





Kirim email ke