Liburan lebaran sakeudeung deui lekasan. Tah keur nu nganjang ka Bandung atawa
ukur ngaliwat, bilih peryogi oleh-oleh Bandung jeung ancer-ancer hargana, ieu
aya infona:
Tempe-Goreng-Kering Bandung Diburu untuk Oleh-Oleh Lebaran
KAMIS, 16 SEPTEMBER 2010 | 11:11 WIB
Besar Kecil Normal
TEMPO Interaktif, BANDUNG - Selama libur Lebaran, tempe-goreng-kering Bandung
diburu pendatang kota ini untuk oleh-oleh pulang mudik. "Produksi hari biasa
yang rata-rata pakai 70 potong (balok) tempe (untuk dijual eceran), sekarang
jadi sekitar 150 (potong) lebih per hari," ungkap Asep Sofian, produsen tempe
goreng Sari Berkah di Jalan Leuwi Panjang Los 1 No. 145, Bandung, kepada Tempo,
Kamis (16/9).
Menurut dia, produksi tempe goreng untuk stok Idul Fitri sudah dipersiapkan
sejak pertengahan Ramadan lalu. Tiga hari mulai Lebaran, persediaan tersebut
laris diborong.
"Ini juga sedang siap-siap lagi untuk stok Jumat, Sabtu, dan Minggu besok.
Soalnya, libur kan bakal selesai," lanjutnya.
Kebanyakan konsumen kategori keluarga merupakan pemudik yang sekalian berwisata
ke Bandung selama lebaran. Di antaranya berasal dari Jakarta, Bekasi, Cikarang,
Cikampek, Purwakarta, dan Padalarang. Sementara untuk kebutuhan konsumen partai
besar, yang umumnya berasal dari Lampung dan Palembang, bisa mencapai 400-600
kg.
Untuk pemilihan rasa tempe goreng yang dibalut dengan tepung tapioka dan beras
itu, sampai sekarang, "Pembeli kebanyakan lebih senang dengan rasa original
(kencur)," tutur Asep.
Kendati sebenarnya ada juga varian rasa seperti keju, manis, dan pedas. Tempe
goreng rasa original ditarif Rp 26.000 per kg, sedangkan tiga rasa lainnya Rp
30.000 per kg.
Untuk cemilan saat Lebaran, "Kalau rasa lain kayak tempe goreng keju bosan aja.
Kemarin kan banyak makan (kue-kue) rasa keju, jadi makanya pilih yang
original,"
aku Irwan, 36 tahun, dari Cikarang, yang menghabiskan libur lebaran di Bandung.
"Lagian, ini khas banget buat oleh-oleh dari Bandung," lanjut ayah dua anak
tersebut.
Disamping oleh-oleh tempe goreng, di sekitar Jalan Leuwi Panjang itu juga
tersedia pilihan lain. Misal, cemilan dari bahan pisang, dodol, oncom dan
peuyeum (tapai).
"Tapi yang banyak dipesan sih ya tetap, tempe goreng," kata Asep.
Bagi yang niat berburu oleh-oleh tempe goreng ini, tak usah khawatir dengan
persoalan jam kerja kios. Kios oleh-oleh di dekat Terminal Leuwi Panjang ini,
"Buka 24 jam," terang ayah satu putra itu.
GILANG MUSTIKA RAMDANI
Pilihan oleh-oleh cemilan selain tempe-goreng-kering di Jalan Leuwi Panjang,
Bandung:
- Sale pisang goreng ambon Rp 24.000/kg
- Sale lidah (pisang kepok) Rp 24.000/kg
- Sale pisang keju Rp 30.000/kg
- Oncom-goreng-kering Rp 26.000/kg
- Dodol garut Rp 18.000/kg
- Peuyeum (tapai) gantung Bandung Rp 5.000/kg
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/