Ngeunaan tempe goreng kering bareto diisukeun ieu tempe digoreng make campuran pelastik, jadi ngerekes wae, malahan teu leuleus2 disimpen terbuka sababaraha poe oge. Leres teu ieu teh? Lamun heunteu kunaon resepna bisa ngerekes.
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Waluya Sent: Wednesday, September 15, 2010 10:07 PM To: urangsunda; Kisunda; BarayaSunda Subject: [kisunda] Oleh-Oleh ti Bandung Liburan lebaran sakeudeung deui lekasan. Tah keur nu nganjang ka Bandung atawa ukur ngaliwat, bilih peryogi oleh-oleh Bandung jeung ancer-ancer hargana, ieu aya infona: Tempe-Goreng-Kering Bandung Diburu untuk Oleh-Oleh Lebaran KAMIS, 16 SEPTEMBER 2010 | 11:11 WIB Besar Kecil Normal TEMPO Interaktif, BANDUNG - Selama libur Lebaran, tempe-goreng-kering Bandung diburu pendatang kota ini untuk oleh-oleh pulang mudik. "Produksi hari biasa yang rata-rata pakai 70 potong (balok) tempe (untuk dijual eceran), sekarang jadi sekitar 150 (potong) lebih per hari," ungkap Asep Sofian, produsen tempe goreng Sari Berkah di Jalan Leuwi Panjang Los 1 No. 145, Bandung, kepada Tempo, Kamis (16/9). Menurut dia, produksi tempe goreng untuk stok Idul Fitri sudah dipersiapkan sejak pertengahan Ramadan lalu. Tiga hari mulai Lebaran, persediaan tersebut laris diborong. "Ini juga sedang siap-siap lagi untuk stok Jumat, Sabtu, dan Minggu besok. Soalnya, libur kan bakal selesai," lanjutnya. Kebanyakan konsumen kategori keluarga merupakan pemudik yang sekalian berwisata ke Bandung selama lebaran. Di antaranya berasal dari Jakarta, Bekasi, Cikarang, Cikampek, Purwakarta, dan Padalarang. Sementara untuk kebutuhan konsumen partai besar, yang umumnya berasal dari Lampung dan Palembang, bisa mencapai 400-600 kg. Untuk pemilihan rasa tempe goreng yang dibalut dengan tepung tapioka dan beras itu, sampai sekarang, "Pembeli kebanyakan lebih senang dengan rasa original (kencur)," tutur Asep. Kendati sebenarnya ada juga varian rasa seperti keju, manis, dan pedas. Tempe goreng rasa original ditarif Rp 26.000 per kg, sedangkan tiga rasa lainnya Rp 30.000 per kg. Untuk cemilan saat Lebaran, "Kalau rasa lain kayak tempe goreng keju bosan aja. Kemarin kan banyak makan (kue-kue) rasa keju, jadi makanya pilih yang original," aku Irwan, 36 tahun, dari Cikarang, yang menghabiskan libur lebaran di Bandung. "Lagian, ini khas banget buat oleh-oleh dari Bandung," lanjut ayah dua anak tersebut. Disamping oleh-oleh tempe goreng, di sekitar Jalan Leuwi Panjang itu juga tersedia pilihan lain. Misal, cemilan dari bahan pisang, dodol, oncom dan peuyeum (tapai). "Tapi yang banyak dipesan sih ya tetap, tempe goreng," kata Asep. Bagi yang niat berburu oleh-oleh tempe goreng ini, tak usah khawatir dengan persoalan jam kerja kios. Kios oleh-oleh di dekat Terminal Leuwi Panjang ini, "Buka 24 jam," terang ayah satu putra itu. GILANG MUSTIKA RAMDANI Pilihan oleh-oleh cemilan selain tempe-goreng-kering di Jalan Leuwi Panjang, Bandung: - Sale pisang goreng ambon Rp 24.000/kg - Sale lidah (pisang kepok) Rp 24.000/kg - Sale pisang keju Rp 30.000/kg - Oncom-goreng-kering Rp 26.000/kg - Dodol garut Rp 18.000/kg - Peuyeum (tapai) gantung Bandung Rp 5.000/kg
<<image001.jpg>>
<<image002.jpg>>
