Malam Sadar Budaya Bersama Ki Entus Minggu, 26 September 2010 23:52 *Spektakuler,* pagelaran seni wayang golek yang dibawakan oleh Ki Entus Susmono di depan Gedung Kanzus Sholawat benar-benar heboh. Sabtu malam, 26/09 Ki Entus dengan rombongannya; Satria Laras tidak hanya menghibur tetapi juga mengembalikan spirit universal dari sebuah kesenian. Tak salah jika acara yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia yang dilaksankan di Jl. Dr. Wahidin itu sebagai momen ‘sadar budaya’.
“Kemampuan Kiai Entus…’ Al Habib menyebut dalang yang memiliki pemahaman agama yang sangat kuat itu. ‘…dalam mengeksplorai gending Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat dalam satu instrument merupakan satu perlambang bagaimana kesatuan dan persatuan yang berangkat dari keaneka regaman itu indah…”, disampaikan Al Habib Luthfi dalam sambutannya. Pagelaran seni wayang ini disukseskan oleh GP. Ansor Jawa tenga, dan Banser Kota Pekalongan dan Kota Tegal. Acara ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai media sosialisasi ‘ciri-ciri uang asli dan uang palsu’. Yang menarik, pada acara ramah tamah sebelum acara di mulai, Al Habib Luthfi yang malam itu menggunakan baju tradsional dan memakai blangkon menjelaskan asal mula wayang Jawa Barat-an dan Jawa Tenga-han bersumberkan dari Mahabarata yang di ejawantahkan oleh Kalijogo menjadi wayang Karangan dan Carangan, beliau juga menjelaskan sanepo-sanepo jawa seperti ‘topo udo’, tapa telanjang dan lainnya. Hal itu membuat yang hadir terheran-heran darimana Al Habib bisa memiliki pemahaman tentang wayang sejauh itu. Sementara Ki Entus Susumono, sang Dalang asik mencatat apa yang di jelaskan Al Habib Luthfi, ‘ seebelum manggung kulaan se dateng Habibe…’, sebelum memulai wayang belanja bahan dulu dari Abah Habib, ujar Ki Dalang. Wayang dengan judul ‘pusaka merah delima’ yang dimulai pukul sembilan itu berakhir pukul dua dini hari. Pagelaran wayang yang heboh itu selain meneguhkan ‘kemampuan ki Dalang yang tidak di ragukan lagi, juga meneguhkan bahwa seni adalah bahasa budaya yang menunjukan bahwa ke-binekaan dalam ritme kebersamaan tu indah adanya. (Tsi) http://www.habibluthfiyahya.net/index.php?option=com_content&view=article&id=160%3Amalam-sadar-budaya-bersama-ki-entus&catid=34%3Aberita&Itemid=18&lang=id
