Numutkeun simkuring dukun ahli barangtuang, upami nikah Ping 10 bulan 10 jam 
10.10 taun 2010, pas pisan:
=> Tgl 10 duit gajih can seep ( upami teu acan dibayarkeun hutang)
=> Jam 10.10. cekap waktu kanggo mumuluk
=> bulan Sapuluh + Tahun 2010 ..... rada lieur teu acan aya wacana... ?
Komo mun kaluarga anu sapuluhy ( sabondoroyot ) dicandakmah matak untung kana 
pabeasan.

he.... he..... lumayan lah.....
 Wassalam, 
Baktos Simkuring 




Asep S. Zahro




________________________________
Dari: mh <[email protected]>
Kepada: Ki Sunda <[email protected]>
Terkirim: Sab, 9 Oktober, 2010 03:21:23
Judul: [kisunda] Selingan - Mitos 10-10-10?

  


Tanggal Unik
Pernikahan 10-10-10
Tiga kali Bubun Bunyamin dan kekasihnya Ria Maryam  Ulfah mendatangi rumah amil 
(petugas pembantu pencatatan pernikahan)  Burhan (48) di Kelurahan Sukamah, 
Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.  Pasangan kekasih yang akan segera naik ke 
pelaminan itu terus meminta  kepastian kepada Burhan agar akad nikah mereka 
tepat pukul 10.10 WIB.
"Semula pernikahan Bubun dengan Ria dijadwalkan pukul  8.00 WIB. Akan tetapi, 
mereka ingin menikah tepat pukul 10.10 WIB. Oleh  karena itu, mereka datang 
terus ke rumah saya untuk menyesuaikan waktu  akad. Semua ingin serba sepuluh," 
kata Burhan.
Maksud serba sepuluh, karena pernikahan pasangan  Bubun dan Ria dijadwalkan 
Minggu, tanggal 10 bulan 10 tahun 2010.  Sementara akad nikahnya ingin tepat 
pukul 10.10 WIB. 

"Sekarang sudah siap, tinggal pelaksanaannya. Saya sudah sesuaikan semuanya, 
agar tepat pukul 10.10 WIB," ujarnya.
Pertimbangan Bubun untuk menikah pada Minggu, tepat  tanggal 10, bulan 10, 
tahun 
2010 karena menurut dia, angka serba sepuluh  itu unik. Menikah menjadi momen 
penting dalam hidupnya yang akan selalu  dikenang. Dengan angka yang unik itu, 
Bubun dan pasangannya akan mudah  mengenang momen terindah mereka.
Bukan hanya Bubun yang memilih untuk menikah pada  tanggal unik 10-10-2010. 
Sejumlah pasangan yang akan menikah di Kota  Tasikmalaya juga memilih tanggal 
itu. Pasangan calon pengantin Mohammad  Sabar Jamil dan Indri Silviani, 
misalnya, juga memilih paduan angka unik  itu sebagai hari pernikahannya. 
Pernikahan mereka akan dilangsungkan di  Masjid Jami Pondok Pesantren Cipasung, 
Kec. Singaparna, Kab.  Tasikmalaya.
Menurut Mohammad, berdasarkan hitung-hitungan yang  dilakukan keluarga kedua 
belah pihak, tanggal 10, bulan 10, tahun 2010  itu ternyata merupakan hari baik 
bagi pasangan calon pengantin itu.  "Saya lahir Kamis dan calon istri Selasa. 
Katanya, berdasarkan hitungan  hari baiknya buat kami adalah Minggu. Oleh 
karena 
itu, kami memilih  menikah hari Minggu," ujarnya.
Setelah itu, barulah mereka mencari waktu dan tanggal yang tepat. Akhirnya, 
disepakati pada 10-10-2010. 

Kartu undangan pernikahan pun didesain dengan  menonjolkan angka unik 
"10.10.10" 
sebagai pertanda bahwa pernikahan  dilakukan tanggal 10, bulan 10, tahun 2010. 
Meski sudah memilih angka  serbasepuluh, Mohammad tidak menyesuaikan waktu akad 
yang harus pukul  10.10, seperti yang dilakukan pasangan Bubun Bunyamin-Ria 
Maryam Ulfah. "  Akadnya belum tentu tepat pukul 10.00 WIB. Kami memulai acara 
akad  nikah pukul 08.00 WIB, syukur kalau nanti akadnya bisa pukul 10.00 WIB,"  
kata putra Ir. H. Abdul Chobir tersebut.
Maman asal Kawalu, Kota Tasikmalaya, juga memilih  tanggal 10-10-2010. Menurut 
Maman, dia tidak akan mungkin lagi menemukan  tanggal pernikahan yang semuanya 
serba sepuluh. "Kebetulan saya juga  lahir tanggal 10, meskipun bulannya bukan 
Oktober," ujarnya.
Berdasarkan catatan Kantor Urusan Agama (KUA) Kawalu,  ada tujuh pasangan yang 
akan menikah pada Minggu (10/10). "Sampai Senin  (4/10) dari daerah Kawalu yang 
mendaftar untuk menikah Minggu, 10  Oktober 2010, tercatat tujuh pasangan. 
Kabarnya, akan ada calon  pengantin lain yang juga mendaftar untuk menikah pada 
tanggal itu.  Tanggal 10 Oktober ternyata cukup banyak peminatnya," kata Hasan, 
 
petugas KUA Kawalu.
Di KUA Cipedes, Kota Tasikmalaya tercatat sudah  sepuluh pasang yang akan 
menikah pada tanggal 10. Pasangan yang akan  menikah hari itu kemungkinan 
bertambah, karena biasanya ada pasangan  yang datang mendadak.
Ahmudin, amil dari Panglayungan, Kota Tasikmalaya,  akan menikahkan tiga pasang 
pengantin pada Minggu (10/10). Diantaranya,  ada yang minta secara khusus 
dinikahkan tepat pukul 10.00 WIB. 

Sejumlah gedung pernikahan di Kota Tasikmalaya, pada  tanggal unik itu sudah 
di-booking untuk resepsi pernikahan. Menurut  salah seorang pengelola gedung 
pertemuan, H. Aa, peminat yang menyewa  gedung untuk menikah pada 10 Oktober 
lumayan banyak. Pasangan yang  akhirnya bisa melangsungkan resepsi pada 10 
Oktober adalah pasangan yang  sudah booking tempat sejak tiga bulan sebelumnya.
**
Kelatahan orang memilih hari pernikahan pada Minggu,  10 Oktober tahun ini juga 
terjadi di Kota Bandung. Gedung pernikahan,  yang jumlahnya puluhan, ludes 
terpesan sejak jauh-jauh hari baik untuk  perayaan pada siang hari maupun pada 
malamnya. Karena cuma bisa  menyelenggarakan pernikahan dua kali dalam sehari, 
pengelola menolak  banyak pesanan. 

Di Balai Sartika Convention Hall, Jalan Suryalaya  Buahbatu misalnya, bakal 
digelar dua pernikahan pada Minggu besok. Kedua  pasang mempelai telah memesan 
tanggal ini sejak setahun lalu.  Akibatnya, pengelola menolak keinginan tak 
kurang dari sepuluh pasangan  yang ingin melangsungkan pesta pernikahan pada 
tanggal itu. "Tanggal ini  memang jadi favorit para calon pengantin. Katanya 
sih 
karena mudah  diingat," kata Mamad Arafli Awaludin, petugas pemesanan Balai 
Sartika. 

Gedung Mohammad Toha Komando Logistik Daerah Kodam  (Kologdam) III Siliwangi, 
dulunya Jaarbeurs, di Jalan Aceh, sama  penuhnya. Dua pesta pernikahan di 
bangunan berumur satu abad itu sudah  terdaftar sejak setahun lalu. "Yang 
ditolak sudah tidak terhitung.  Banyak sekali," ujar petugas pemesanan, Iwan 
Ridwan. 

Penolakan juga dilakukan pengelola Gedung Prof. Dr.  Satrio Seskoad (Sekolah 
Staf dan Komando Angkatan Darat), di Jalan Gatot  Subroto. "Saya juga heran 
kenapa orang berebutan memilih tanggal itu  untuk menikah. Katanya memang 
karena 
tanggal itu mudah diingat. Mereka  percaya itu hari baik. Akan tetapi, setiap 
kali mengobrol dengan calon  pengantin saya selalu katakan kalau semua hari itu 
baik," ucap Sudirlan,  Ketua Gedung. 

Begitulah, Minggu dengan tiga angka 10 besok akan  menjadi harinya para 
pengantin baru. Tak hanya gedung-gedung pernikahan  yang dibuat sibuk sekaligus 
panen rezeki. Hal sama dialami banyak orang  mulai dari pemilik usaha katering, 
penyewaan aksesori pernikahan, awak  wedding organizer, sampai petugas parkir. 
Sebagian orang boleh saja  menganggap kepercayaan pada tiga deret angka 10 ini 
semacam klenik yang  tak memberi manfaat apa-apa, tetapi bagi mereka yang 
terlibat dan meraup  rezeki, tanggal ini memang sungguh-sungguh memberi berkah. 
(Undang  Sudrajat/Ag. Tri Joko Her Riadi /"PR") ***
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=159305


 

Kirim email ke