Tanggal Unik
Pernikahan 10-10-10

Tiga kali Bubun Bunyamin dan kekasihnya Ria Maryam Ulfah mendatangi rumah
amil (petugas pembantu pencatatan pernikahan) Burhan (48) di Kelurahan
Sukamah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Pasangan kekasih yang akan
segera naik ke pelaminan itu terus meminta kepastian kepada Burhan agar akad
nikah mereka tepat pukul 10.10 WIB.

"Semula pernikahan Bubun dengan Ria dijadwalkan pukul 8.00 WIB. Akan tetapi,
mereka ingin menikah tepat pukul 10.10 WIB. Oleh karena itu, mereka datang
terus ke rumah saya untuk menyesuaikan waktu akad. Semua ingin serba
sepuluh," kata Burhan.

Maksud serba sepuluh, karena pernikahan pasangan Bubun dan Ria dijadwalkan
Minggu, tanggal 10 bulan 10 tahun 2010. Sementara akad nikahnya ingin tepat
pukul 10.10 WIB.

"Sekarang sudah siap, tinggal pelaksanaannya. Saya sudah sesuaikan semuanya,
agar tepat pukul 10.10 WIB," ujarnya.

Pertimbangan Bubun untuk menikah pada Minggu, tepat tanggal 10, bulan 10,
tahun 2010 karena menurut dia, angka serba sepuluh itu unik. Menikah menjadi
momen penting dalam hidupnya yang akan selalu dikenang. Dengan angka yang
unik itu, Bubun dan pasangannya akan mudah mengenang momen terindah mereka.

Bukan hanya Bubun yang memilih untuk menikah pada tanggal unik 10-10-2010.
Sejumlah pasangan yang akan menikah di Kota Tasikmalaya juga memilih tanggal
itu. Pasangan calon pengantin Mohammad Sabar Jamil dan Indri Silviani,
misalnya, juga memilih paduan angka unik itu sebagai hari pernikahannya.
Pernikahan mereka akan dilangsungkan di Masjid Jami Pondok Pesantren
Cipasung, Kec. Singaparna, Kab. Tasikmalaya.

Menurut Mohammad, berdasarkan hitung-hitungan yang dilakukan keluarga kedua
belah pihak, tanggal 10, bulan 10, tahun 2010 itu ternyata merupakan hari
baik bagi pasangan calon pengantin itu. "Saya lahir Kamis dan calon istri
Selasa. Katanya, berdasarkan hitungan hari baiknya buat kami adalah Minggu.
Oleh karena itu, kami memilih menikah hari Minggu," ujarnya.

Setelah itu, barulah mereka mencari waktu dan tanggal yang tepat. Akhirnya,
disepakati pada 10-10-2010.

Kartu undangan pernikahan pun didesain dengan menonjolkan angka unik
"10.10.10" sebagai pertanda bahwa pernikahan dilakukan tanggal 10, bulan 10,
tahun 2010. Meski sudah memilih angka serbasepuluh, Mohammad tidak
menyesuaikan waktu akad yang harus pukul 10.10, seperti yang dilakukan
pasangan Bubun Bunyamin-Ria Maryam Ulfah. " Akadnya belum tentu tepat pukul
10.00 WIB. Kami memulai acara akad nikah pukul 08.00 WIB, syukur kalau nanti
akadnya bisa pukul 10.00 WIB," kata putra Ir. H. Abdul Chobir tersebut.

Maman asal Kawalu, Kota Tasikmalaya, juga memilih tanggal 10-10-2010.
Menurut Maman, dia tidak akan mungkin lagi menemukan tanggal pernikahan yang
semuanya serba sepuluh. "Kebetulan saya juga lahir tanggal 10, meskipun
bulannya bukan Oktober," ujarnya.

Berdasarkan catatan Kantor Urusan Agama (KUA) Kawalu, ada tujuh pasangan
yang akan menikah pada Minggu (10/10). "Sampai Senin (4/10) dari daerah
Kawalu yang mendaftar untuk menikah Minggu, 10 Oktober 2010, tercatat tujuh
pasangan. Kabarnya, akan ada calon pengantin lain yang juga mendaftar untuk
menikah pada tanggal itu. Tanggal 10 Oktober ternyata cukup banyak
peminatnya," kata Hasan, petugas KUA Kawalu.

Di KUA Cipedes, Kota Tasikmalaya tercatat sudah sepuluh pasang yang akan
menikah pada tanggal 10. Pasangan yang akan menikah hari itu kemungkinan
bertambah, karena biasanya ada pasangan yang datang mendadak.

Ahmudin, amil dari Panglayungan, Kota Tasikmalaya, akan menikahkan tiga
pasang pengantin pada Minggu (10/10). Diantaranya, ada yang minta secara
khusus dinikahkan tepat pukul 10.00 WIB.

Sejumlah gedung pernikahan di Kota Tasikmalaya, pada tanggal unik itu sudah
di-booking untuk resepsi pernikahan. Menurut salah seorang pengelola gedung
pertemuan, H. Aa, peminat yang menyewa gedung untuk menikah pada 10 Oktober
lumayan banyak. Pasangan yang akhirnya bisa melangsungkan resepsi pada 10
Oktober adalah pasangan yang sudah booking tempat sejak tiga bulan
sebelumnya.

**

Kelatahan orang memilih hari pernikahan pada Minggu, 10 Oktober tahun ini
juga terjadi di Kota Bandung. Gedung pernikahan, yang jumlahnya puluhan,
ludes terpesan sejak jauh-jauh hari baik untuk perayaan pada siang hari
maupun pada malamnya. Karena cuma bisa menyelenggarakan pernikahan dua kali
dalam sehari, pengelola menolak banyak pesanan.

Di Balai Sartika Convention Hall, Jalan Suryalaya Buahbatu misalnya, bakal
digelar dua pernikahan pada Minggu besok. Kedua pasang mempelai telah
memesan tanggal ini sejak setahun lalu. Akibatnya, pengelola menolak
keinginan tak kurang dari sepuluh pasangan yang ingin melangsungkan pesta
pernikahan pada tanggal itu. "Tanggal ini memang jadi favorit para calon
pengantin. Katanya sih karena mudah diingat," kata Mamad Arafli Awaludin,
petugas pemesanan Balai Sartika.

Gedung Mohammad Toha Komando Logistik Daerah Kodam (Kologdam) III Siliwangi,
dulunya Jaarbeurs, di Jalan Aceh, sama penuhnya. Dua pesta pernikahan di
bangunan berumur satu abad itu sudah terdaftar sejak setahun lalu. "Yang
ditolak sudah tidak terhitung. Banyak sekali," ujar petugas pemesanan, Iwan
Ridwan.

Penolakan juga dilakukan pengelola Gedung Prof. Dr. Satrio Seskoad (Sekolah
Staf dan Komando Angkatan Darat), di Jalan Gatot Subroto. "Saya juga heran
kenapa orang berebutan memilih tanggal itu untuk menikah. Katanya memang
karena tanggal itu mudah diingat. Mereka percaya itu hari baik. Akan tetapi,
setiap kali mengobrol dengan calon pengantin saya selalu katakan kalau semua
hari itu baik," ucap Sudirlan, Ketua Gedung.

Begitulah, Minggu dengan tiga angka 10 besok akan menjadi harinya para
pengantin baru. Tak hanya gedung-gedung pernikahan yang dibuat sibuk
sekaligus panen rezeki. Hal sama dialami banyak orang mulai dari pemilik
usaha katering, penyewaan aksesori pernikahan, awak wedding organizer,
sampai petugas parkir. Sebagian orang boleh saja menganggap kepercayaan pada
tiga deret angka 10 ini semacam klenik yang tak memberi manfaat apa-apa,
tetapi bagi mereka yang terlibat dan meraup rezeki, tanggal ini memang
sungguh-sungguh memberi berkah. (Undang Sudrajat/Ag. Tri Joko Her Riadi
/"PR") ***

http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=159305

Kirim email ke